BAGAIMANA KITA BISA TAHU BAHWA KITA TELAH BERTOBAT?

Allah ingin agar semua orang bertobat, oleh karena semua orang telah berbuat dosa (Roma 3:23), dan semua orang yang telah berbuat dosa akan binasa jika mereka tidak bertobat.  Firman Allah mengatakan hal ini kepada kita dalam 2 Petrus 3:9: “Tuhan tidak lalai menepati janjiNya,tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”  Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa maksudnya untuk bertobat.

Pertobatan bukan dukacita karena dosa, tetapi dukacita yang betul menyebabkan seorang untuk bertobat, “Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” (2 Korintus 7:10).  Jika seorang menyesal karena dia berbuat dosa hanya karena dia menderita karenanya, itulah dukacita yangdari dunia.  Tetapi kalau dia mempunyai dukacita menurut kehendak Allah, dia menyesal karena dia membenci dosa dan mengasihi Allah.

Pertobatan bukan perubahan dalam tingkah laku, tetapi pertobatan menyebabkan perubahan dalam tingkah laku.  Yesus berkata, “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini? Seorang mempunyai dua anak laki-laki.  Ia pergi kepada anak yang kedua dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau.

Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga” (Matius 21:28-29).  Dia bertobat dahulu, kemudian pergi.

Jadi kita melihat bahwa pertobatan adalah perubahan dalam hati yang disebabkan dukacita menurut kehendak Allah.  Hati menguasai tingkah laku, jadi perubahan di dalam hati mengakibatkan perubahan di dalam tingkah laku.

BEBERAPA UJIAN PERTOBATAN

Mengetahui maksud Alkitabiah tentang pertobatan, kita bisa mengaplikasikan beberapa ujian untuk melihat jika kita sudah bertobat di hadapan Allah.

< JIKA kita sudah bertobat, kita membenci dosa — semua dosa.  Kita membencinya karena itu jahat di mata Allah.  Kita membenci apa yang dibenci Allah.

< JIKA kita sudah bertobat, kita mengasihi kebenaran karena itu berkenan kepada Allah.  Kita mengasihi apa yang dikasihi Allah.

< JIKA kita sudah bertobat, kita akan berdukacita dengan segera pada saat kita menyadari bahwa kita telah melanggar kehendak Allah dalam sesuatu apapun.

< JIKA kita sudah bertobat, semua yang perlu untuk menyebabkan kita untuk menolak melakukan sesuatu adalah tahu bahwa hal itu tidak berkenan kepada Allah yang mengasihi kita.

< JIKA kita sudah bertobat, semua yang perlu untuk menyebabkan kita melakukan sesuatu adalah untuk mengetahui bahwa itulah kehendak Allah agar kita melakukannya

. < JIKA kita sudah bertobat, kita “lapar dan haus akan kebenaran” (Matius 5:6).  Kita mengasihi kebenaran Allah.  Firman Allah adalah kebenaran.  Yesus berdoa untuk murid-muridNya, “Kuduskanlah mereka di dalam kebenaran: Firmanmu adalah kebenaran” (Yohanes 17:17).  Itulah satusatunya tempat di mana kita menemukan kebenaran Allah — di dalam FirmanNya, dan kita mempunyai FirmanNya di dalam Alkitab.  Selidikilah di situ untuk kebenaranNya, dan mengikutinya.

 

Pelajaran ini diambil dari majalah rohani The Voice of Truth International [Suara Kebenaran Internasional], volume 3 dengan judul asli “How Can We Know We Have Repented?” halaman 32-33.  Diterjemahkan oleh David Buskirk.