Bukti-Bukti Bahwa Yesus Adalah Anak Allah, Markus 1-5

Markus memulai Injil dengan tujuannya, yaitu bahwa Yesus adalah Anak Allah. Markus membuat pernyataan itu pada permulaan Injil yang ditulisnya. Terus dia akan memberi bukti- bukti bahwa Yesus memang adalah Anak Allah.

Permulaan Pelayanan Yesus (Markus 1:1-13)

Injil Markus mulai dengan pelayanan Yesus, bukan seperti Injil Matius dan Lukas yang mulai dengan kelahiran Yesus (1:1).

Yang penting bagi Markus bukan kelahiran Yesus, melainkan kegiatan Yesus. Oleh karena itu, Markus menulis dengan singkat tentang Yohanes Pembaptis dan segera menceritakan tentang pelayanan Yesus (1:2-8).

Waktu Yesus dibaptis, ada suara dari sorga yang berkata, “Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.” Inilah bukti lain bahwa Yesus adalah Anak Allah (1:9-11).

Murid-Murid Yesus yang Pertama (Markus 1:14-20)

Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (1:15). Inilah berita Yesus. Dia datang untuk memberitakan Kerajaan Allah dan mendorong orang untuk bertobat dari dosa dan kembali kepada Allah. Simon Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes adalah murid-murid yang pertama-tama dipanggil oleh Yesus (1:16-20).

Mujizat-Mujizat Memberi Bukti Tentang Yesus (Markus 1:21-2:12)

Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa karena Dialah Anak Allah (1:21-28). Yesus mempunyai kuasa untuk mengusir roh jahat. Yesus mempunyai kuasa atas Iblis. Roh jahat itu sudah mengenal Yesus dan takut terhadap Yesus. Roh-roh jahat mengaku Yesus sebagai Anak Allah, tetapi Yesus tidak mau pengakuan itu berterus terang di muka umum karena nanti akan mempersulit pelayananNya. Kalau kita sudah menjadi murid Yesus, tidak boleh kita takut terhadap roh jahat karena Allah lebih berkuasa.

Kemudian Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan orang-orang lain (1:29-45). Ini membuktikan bahwa Yesus juga mempunyai kuasa atas penyakit.

Selanjutnya, Yesus menyembuhkan seorang lumpuh, tetapi Yesus mengampuni dosanya dahulu (2:1-12). Ahli-ahli Taurat berpikir bahwa Yesus menghujat Allah karena hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Markus menunjuk di sini bahwa karena Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkan orang lumpu, maka Dia mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa karena Yesus adalah Allah.

Lewi Dipanggil (Markus 2:13-17)

Lewi adalah seorang pemungut cukai. Yesus bergaul dengan semua orang bahkan pemungut cukai dan orang berdosa. Orang Farisi menghindari orang-orang semacam itu dan merendahkan Yesus karena Dia bergaul dengan orang-orang itu. Tetapi Yesus menjawab, “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (2:17b). Itulah tujuan Yesus di bumi ini, untuk menyelamatkan orang berdosa. Kita juga harus bergaul dengan semua orang, bahkan orang yang terendah dalam masyarakat, orang-orang yang dengannya orang lain tidak mau atau biasa bergaul. Semua orang perlu keselamatan yang diberikan Yesus. Yesus mati bagi semua orang.

Pertanyaan Tentang Puasa (Markus 2:18-22)

Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa tetapi murid-murid Yesus tidak. Mereka ingin tahu kenapa. Yesus menjawab bahwa selama Dia ada di bumi, tidak usah berpuasa, karena ada sukacita. Akan datang waktunya apabila Yesus mati. Pada waktu itu murid-muridNya akan berpuasa. Yesus datang untuk membawa agama baru. Kita tidak boleh mencocokkan agama yang dibawa Yesus sesuai dengan pendapat dan keinginan kita sendiri. Kita harus mencocokkan diri kita dengan agama Yesus itu.

Yesus Adalah Tuhan atas Hari Sabat (Markus 2:23-3:6)

Orang Farisi menuduh murid-murid Yesus bahwa mereka melanggar hukum tentang hari Sabat karena mereka memetik gandum untuk memakannya (2:23-28). Menurut orang Farisi, mereka menuai atau bekerja dan memang itu dilarang oleh Hukum Taurat.

Yesus menjawab bahwa hari Sabat diadakan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat (2:27). MaksudNya, Allah mengadakan hari Sabat untuk kebaikan manusia supaya manusia bisa istirahat, menyembah Allah, mengutamakan hal rohani. Allah tidak mengadakan hari Sabat untuk meletakkan beban berat atas manusia supaya manusia menderita.

Waktu Yesus berkata bahwa Dialah Tuhan atas hari Sabat (2:28), Dia tidak bermaksud bahwa Dia mempunyai hak untuk melanggar hari Sabat, melainkan, oleh karena Dialah Allah, Dia tahu maksud Allah tentang hari Sabat itu.

Kemudian, Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat (3:1-6). Menurut orang Farisi, menyembuhkan termasuk pekerjaan dan tidak diperbolehkan oleh Hukum Taurat. Yesus menjawab bahwa orang bisa berbuat baik pada hari Sabat. Itu tidak menjadi persoalan juga. Itulah orang-orang Farisi yang salah mengerti.

Tetapi orang Farisi mau membuat persoalan. Mereka sangat tidak setuju dengan pendapat, ajaran dan perbuatan Yesus. Mereka merasa terancam oleh Yesus dan berpendapat bahwa Yesus menyesatkan rakyat. Oleh karena itu, mereka bersekongkol dengan orang Herodian untuk membunuh Yesus (3:6). Ingatlah, bahwa orang Farisi dan orang Herodian saling bermusuhan.

Yesus Memanggil Kedua Belas Murid (Markus 3:7-19)

Ada banyak orang yang mengikut Yesus. Yesus memilih dua belas orang di antara mereka untuk menjadi rasulNya (3:13-19). Yesus menghendaki mengajar dan mendidik mereka lebih dari yang lain. Mereka yang akan melaksanakan pekerjaan Yesus di bumi ini setelah Dia naik ke sorga. Mereka akan mendirikan jemaatNya pada hari Pentakosta dan terus menyebarkan injil ke seluruh dunia.

Pengajaran Yesus (Markus 3:20-4:34)

Ada pertengkaran lagi antara Yesus dan ahli-ahli Taurat. Ahli-ahli Taurat berkata bahwa Yesus kerasukan setan dan oleh kuasa Beelzebul, Yesus mengusir setan (3:20-30). Yesus menunjuk bahwa pikiran itu bodoh sekali. Kalau setan mengusir setan, bagaimanakah dia bisa bertahan? Tidak bisa. Itulah hujat terhadap Roh Kudus, yaitu, orang menyamakan Roh Kudus dengan Beelzebul atau Iblis. Orang yang tidak mau mengaku kuasa Roh Kudus, tidak bisa diampuni karena hati mereka terlalu keras untuk bertobat.

Terus, kaum keluarga Yesus mau bertemu dengan Yesus (3:31-35). Yesus berkata bahwa orang yang melakukan kehendak Allah adalah kaum keluarga Yesus. Jika kita melakukan kehendak Allah, kita termasuk di dalam kaum keluarga Yesus, yaitu keluarga Allah. Keluarga Allah lebih penting dari pada keluarga jasmani.

Dalam fasal empat Yesus mulai mengajar dengan perumpamaan. Yang pertama adalah perumpamaan tentang seorang penabur (4:1-20). Pelajaran dasar adalah bagaimana orang menerima injil Kristus.

Pelajaran dasar perumpamaan tentang pelita (4:21-23) adalah rahasia Kerajaan Sorga akan dinyatakan dan diberitakan ke seluruh dunia.

Pelajaran dasar perumpamaan tentang ukuran itu (4:24-25) adalah orang akan dihakimi menurut nilai yang dia pakai untuk mempertimbangkan apa yang dia dengar. Orang yang menerima kebenaran dan melakukannya akan diberkati banyak. Orang yang menolak kebenaran itu akan dihukum.

Pelajaran dasar perumpamaan tentang benih yang tumbuh (4:26-29) adalah injil mempunyai kuasa sendiri.

Pelajaran dasar tentang biji sesawi (4:30-34) adalah Kerajaan Sorga akan disebarkan ke seluruh dunia.

Mujizat-Mujizat Lain (Markus 4:35-5:43)

Yesus dan murid-muridNya naik sebuah perahu untuk menyeberang danau Galilea (4:35-41). Ada taufan yang bahaya dan murid-muridNya menjadi takut. Yesus meredakan laut itu. Yesus mempunyai kuasa atas alam. Ini juga memberi bukti bahwa Yesus adalah Anak Allah, yang menciptakan langit dan bumi.

Yesus datang di seberang danau dan ketemu seorang yang kerasukan banyak roh jahat (5:1- 20). Yesus mengusir roh jahat itu dan membiarkan mereka masuk babi-babi yang dekat. Babi- babi itu jatuh dari tepi jurang ke dalam danau dan mati.

Terus, Yesus diminta untuk membantu seorang kepala rumah ibadat yang mempunyai anak perempuan yang sakit, hampir mati (5:21-43). Yesus pergi tetapi dalam perjalanan, seorang perempuan yang sakit pendarahan menjamah pakaian Yesus dan disembuhkan dengan segera. Anak Yairus sudah mati tetapi Yesus akan membantu dan menyembuhkan dia. Yesus juga mempunyai kuasa atas alam maut.

Markus menulis peristiwa-peristiwa ini untuk menunjuk bahwa Yesus mempunyai kuasa atas alam, penyakit, dan kematian. Yesus orang yang berkuasa, dan Dia senang mempergunakan kuasa itu untuk membantu dan melayani orang lain. Ini juga membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

*Pelajaran ini dari Survei Perjanjian Baru Jilid 1 oleh David G. Buskirk

Ebook Survei Perjanjian Baru Gratis