Catatan-catatan Mengenal Kedua Perjanjian

Apakah Ukupan Tidak Mempunyai Arti Hari Ini?

Ukupan mempunyai arti penting.  Bahkan Daud tahu, bahwa asap harum sama seperti doa yang naik untuk menyenangkan Allah (Mzm. 141:2).  Betapa benar hal ini di dalam Kristus!  Doa-doa kita, secara kiasan, berbau harum sangat baik kepada Bapa kita!  Kitab Wahyu membantu kita untuk melihat bagaimana gambaran lama itu digenapi.

Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus (Why. 5:8).

Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.  Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah (Why. 8:3-4).

Yohanes memakai banyak simbol, kebanyakan dipinjamkan dari gambaran-gambaran dalam Perjanjian Lama. Pembaca-pembacanya diharapkan untuk mengerti artinya, jadi Yohanes jarang menafsirkan simbol-simbolnya.  Akan tetapi di sini, Yohanes menunjukkan kepada kita artinya.  Ukupan atau kemenyan adalah kiasan untuk doa orangorang kudus, atau, di dalam fasal delapan, yang membuat doa-doa berkenan kepada Allah.  Apakah yang membuat kita layak di dalam hadirat Allah?  Tidak ada hal lain selain korban Tuhan kita (Ibr. 10:19).  Jadi, bayangan lama itu, ukupan, memperoleh penggenapannya di dalam orang-orang yang dibuat berkenan oleh Kristus.

Allah . . . dengan perantaraan kami menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia [Kristus] di mana-mana.  Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa (2 Kor. 2:14-15 banding Flp. 4:18; Ef. 5:1-2).

Perhatikanlah, bahwa di dalam 2 Korintus, sama seperti di dalam Wahyu, bau harum itu bukan jasmani melainkan rohani.  Ukupan jasmani hanyalah bayangan saja.  Itu menggambarkan secara suram ukupan yang lebih baik — doadoa dan kehidupan-kehidupan di dalam Kristus — yang sebenarnya masuk ke dalam sorga.  Tulisan-tulisan dari ketiga abad setelah Kristus menegaskan, bahwa orang-orang Kristen tidak pernah membakar ukupan.  Pada kemudian hari waktu kaisar-kaisar Romawi berpaling kepada Kristus, mereka membuat undang-undang yang melarang pembakaran ukupan.  Mereka menganggap itu sebagai perbuatan kafir.  Jadi mereka menunjukkan bahwa ukupan itu jauh berbeda dari pada ibadah orang Kristen.  Kasus pertama yang jelas tentang pembakaran ukupan yang resmi di dalam ibadah “Kristen” adalah oleh Gregory Agung dalam akhir abad keenam sesudah Kristus.  Gereja Katolik Romawi dan Gereja Ortodoks Timur nanti menyebarluaskan pemakaian ukupan “Kristen” ke seluruh dunia.

Pertanyaan-Pertanyaan yang Akan Anda Hadapi

Kebetulan, bahwa kebanyakan gereja Protestan tidak mengangkat perbuatan itu.  Tetapi coba membayangkan jikalau pembakaran ukupan menjadi populer dan suatu kebiasaan di antara gereja-gereja Protestan juga.  Dalam situasi begitu, gereja-gereja yang tidak membakar ukupan akan dianggap sebagai gereja-gereja yang aneh.  Kebanyakan orang yang menyebut dirinya orang Kristen akan memakai ukupan di dalam ibadah.  Di dalam situasi begitu, kita akan menghadapi beberapa pertanyaan seperti berikut:

  1. Apakah kepopuleran ukupan membenarkan pemakaiannya di dalam ibadah kita? Apakah sitkon-sitkon moderen membuat ukupan diterima di dalam ibadah Perjanjian Baru?
  2. Andaikan, bahwa kebanyakan orang beragama mencintai ukupannya begitu besar, sehingga mereka menolak persekutuan-persekutuan yang tidak memakai ukupan. Apakah itu bisa menjadi alasan yang cukup baik bagi persekutuan-persekutuan Kristus untuk kembali kepada ukupan?
  3. Anggota-anggota baru yang masuk ke dalam jemaat sudah biasa memakai ukupan. Beberapa di antara mereka mungkin menganggap dirinya pintar di dalam ilmu membuat dan membakar ukupan. Kalau mereka dikecewakan di dalam hal ini, kemungkinan besar, mereka keluar dan bergabung dengan gereja lain.  Di dalam situasi itu, apakah anggota-anggota baru bisa diizinkan — mungkin didorong — untuk memakai kepintarannya untuk Tuhan?
  4. Pemakaian ukupan mungkin dipercepat dengan menganggap ukupan sebagai pembantu saja untuk membuat suasana baik untuk ibadah. Tetapi apakah itu jujur?
  5. Apakah itu benar sesuai dengan tujuan yang Allah tempatkan ukupan di dalam Alkitab?
  6. Pemakaian ukupan mungkin bisa dibantu dengan berkata, “Ukupan juga ada di sorga (Why. 5:8). Jikalau Allah menyetujui ukupan di dalam ibadah di dalam sorga, pasti kita tidak boleh menolaknya di bumi sini.” Apakah ukupan jasmani sungguh-sungguh di dalam sorga bersama dengan Allah yang adalah Roh?  Apakah Wahyu 5 juga membuktikan, bahwa ada “tunas” dari kayu, seekor “domba” jasmani, dan seekor “singa” yang wujud yang tinggal di sorga?  Bukankah Kitab Wahyu sendiri menunjukkan, bahwa itu memakai simbol-simbol (Why 1:1,20; 4:5)?  Bukankah Yohanes menjelaskan arti ukupan sebagai suatu simbol (Why. 5:8)?  Bukankah kejujuran kepada nas ini mewajibkan kita memakai singa-singa, tunas-tunas, kecapi-kecapi, domba-domba dan mahkota-mahkota emas di dalam ibadah kudus?
  7. Pemakaian ukupan mungkin dibantu dengan berkata, “Semua kehidupan adalah ibadah, jadi apa yang dilakukan orang dalam kehidupan sehari-hari juga bisa dilakukan di dalam ibadah jemaat.” Apakah itu benar? Bisakah anggota-anggota jemaat memakai apa saja yang menyenangkan mereka dan membuat itu sebagai bagian dari ibadah jemaat?  Apakah itu adil kepada perlakuan Alkitab terhadap ibadah Kristen?
  8. Andaikan ada beberapa orang yang berkata, bahwa hal ukupan adalah perkara kelenturan oleh karena ukupan tidak jatuh di dalam “inti Injil”. Apakah argumentasi itu benar? Jikalau “inti” bisadisimpulkan sebagai kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus (1 Kor. 15:1-4), apakah kitabebas untuk merubah segala sesuatu di luar inti itu?  Apakah ketuhanan Yesus tidakdiperluaskanuntuk menguasai daerah-daerah lain dari ajaran atau tingkah laku Kristen?(Bersambung)

© 1998 World Bible School, P.O. Box 9346, Austin, TX 78766 USA Diterjemahkan  oleh David Buskirk dengan izin