FIRMAN ALLAH — BENIH KERAJAAN

Bisakah kita mempunyai iman sama dengan rasul-rasul dan orang-orang Kristen pada abad pertama?  Bisakah kita mempunyai persatuan antara orang-orang percaya hari ini seperti mereka mempunyainya dalam jemaat awal sebelum perkembangan doktrin-doktrin manusia dan denominasisme?  Bisakah kita menjadi orang Kristen saja dan anggota jemaat sama yang didirikan oleh Kristus 2.000 tahun lalu?  Apakah Allah telah mengambil tindakan untuk memelihara jemaatNya melalui abad-abad yang lalu?  Kalau ya, bagaimana?

Allah, dalam ciptaanNya yang luar biasa, telah menentukan prinsip benih sebagai alat perkembangan segala sesuatu yang hidup. Menurut Kejadian 1:11, “Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.  Dan jadilah demikian” Makhluk dan tanaman yang hidup

bergantung pada hukum benih ini dari Sang Pencipta.  Di mana benih itu ditanam, hidup baru akan muncul “menurut jenisnya.”

Hukum benih benar juga dalam dunia rohani.  Firman Allah digambarkan dalam Alkitab sebagai benih yang bertumbuh. “Atas kehendakNya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaanNya” (Yakobus 1:18).  Firman Allah perlu sekali dalam proses kelahiran rohani.

“Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.  Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal” (1 Petrus1:22,23).  Firman Allah dengan jelas diuraikan sebagai “benih” yang melaluinya kita dilahirkan kembali secara rohani.

Yesus, dalam menjelaskan perumpamaan tentang seorang penabur, berkata, “Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah” (Lukas 8:11).  Sudah jelas bahwa Firman Allah adalah alat perkembangan kerajaan atau jemaat (Matius 16:18,19).

Kadang-kadang orang bertanya, “Bisakah Anda mengusut jemaat Kristus, melalui garis yang tak putus, hingga abad pertama?” Dalam arti garis yang tak putus, tidak bisa, tidak ada catatan yang disimpan.  Tetapi dalam arti bahwa selalu ada orang Kristen yang percaya kepada Alkitab dan melakukannya yang mewakili Allah di dalam dunia, ya, jemaat Kristus terus berada melalui abad-abad ini.

Bagaimanakah kita tahu?  Karena Kristus sendiri berjanji bahwa kerajaanNya tidak akan binasa, bahkan pintu-pintu alam maut tidak bisa menguasainya (Matius 16:18).  Terusmenerus dalam pernyataan-pernyataan nabi dalam Perjanjian Lama, jemaat atau kerajaan telah dijanjikan dengan catatan bahwa “kerajaan itu akan tetap untuk selamalamanya” (Daniel 2:44; Yoel 2:28; Yesaya 2:2,3).

Di lain pihak, oleh karena Allah telah memelihara Benih — FirmanNya — kita bisa yakin bahwa di mana saja dan kapan saja Firman itu ditanam dalam hati yang jujur, ia akan menumbuhkan buah yang sama yang dihasilkannya pada abad pertama.  Selama dua elemen itu terus berada di dalam dunia — Benih Firman Allah dan hati-hati manusia yang jujur — jemaat selalu akan tetap ada.

Bisakah kita mempunyai iman sama hari ini seperti dipunyai rasul-rasul dan orangorang Kristen yang pertama?  Bisakah kita menjadi orang-orang Kristen saja dan anggotaanggota jemaat sama yang didirikan oleh Kristus 2.000 tahu lalu?

Tentu bisa! Dengan Firman Allah sebagai benih yang sama, kita bisa mempunyai jemaat sama dan rencana keselamatan yang sama, ibadah yang sama, dan pengharapan yang sama dari sorga sama seperti mereka punya pada abad pertama.

 

Pelajaran ini diambil dari majalah The Voice of Truth International [Suara Kebenaran Internasional] Volume 21, dengan judul asli: “God’s Word — The Seed of the Kingdom.” Halaman 90-91.  Diterjemahkan oleh David Buskirk.