Injil Markus Pendahuluan

Gospel of Mark

Penulis

Penulis Injil ini adalah Yohanes Markus. Dia disebut sepuluh kali di dalam Perjanjian Baru. Kita membaca tentang dia pertama-tama dalam Kisah 12:12. Dalam ayat itu, kita melihat bahwa jemaat di Yerusalem bertemu di dalam rumah ibunya. Bahwa mereka mempunyai rumah yang cukup besar untuk perkumpulan jemaat, dan bahwa mereka mempunyai seorang hamba, berarti bahwa Yohanes Markus berasal dari keluarga yang kaya atau yang mempunyai uang yang cukup banyak.

Di dalam Kisah 12:25 dan 13:5, kita melihat bahwa waktu Paulus dan Barnabas hendak berangkat dalam perjalanan misi yang pertama, mereka membawa Yohanes Markus juga untuk membantu mereka. Tetapi Yohanes Markus tidak bertahan begitu lama dalam perjalanan misi itu karena dia meninggalkan Paulus dan Barnabas di Perga dan kembali ke Yerusalem (Kis. 13:13). Kita tidak tahu apa yang terjadi, kenapa Yohanes Markus meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem, tetapi itu sudah jelas bahwa Paulus tidak senang dengan kelakuan Yohanes Markus itu. Sebab, waktu Paulus dan Barnabas ingin berangkat dalam perjalanan misi yang kedua, Barnabas ingin membawa Yohanes Markus, tetapi Paulus sama sekali tidak mau. Paulus dan Barnabas masing-masing begitu keras tentang kemauan mereka sehingga terjadi perpisahan antara mereka dua. Barnabas, yang membela Yohanes terus, membawa dia dan mereka bersama-sama pergi ke pulau Siprus sedangkan Paulus membawa Silas dan mereka pergi ke Siria dan Kilikia (Kis. 15:36-41).

Kelihatannya, bahwa Paulus dan Yohanes Markus berdamai karena apa yang ditulis Paulus dalam surat-suratnya nanti. Dalam Kolose 4:10, Paulus mendorong jemaat di Kolose untuk menyambut dia. Juga dalam Filemon 1:24, Markus ada bersama dengan Paulus di Roma dan Paulus menyampaikan salam kepada Filemon dari Markus. Juga pada akhir kehidupan Paulus, waktu dia berada di Roma kali yang terakhir sebelum dia dihukum mati, Paulus menulis kepada Timotius dengan pesan, “Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku” (2 Tim. 4:11). Dulu Paulus tidak menganggap Markus layak untuk mengikut mereka memberitakan injil. Tetapi dalam jangka waktu dua puluh tahun, Markus menjadi lebih dewasa dan bertanggung jawab dan rajin dalam pelayanan injil sehingga Paulus memuji Markus karena pelayanannya. Orang bisa berubah.

Markus juga bersama dengan Petrus di Roma (1 Ptr. 5:13). Ada tulisan dari Papias, seorang Kristen yang terkenal pada pertengahan abad kedua, yang berkata bahwa Markus adalah teman sekerja Petrus dan bahwa Markus mengumpulkan khotbah-khotbah dan pelajaran-pelajaran Petrus tentang Yesus dan menuliskannya dalam satu buku. Kalau begitu, mungkin Injil Markus lebih baik disebut Injil Petrus.

Tahun Ditulis

Lagi, kita tidak tahu dengan pasti tahun berapa Injil Markus ditulis. Tetapi menurut pendapat banyak orang, Injil Markus ditulis sekitar tahun 55 atau 60.

Penerima dan Tujuan

Dari ciri-ciri Injil Markus sendiri, sudah nyata bahwa Injil ini ditulis kepada orang-orang Roma. Bahwa Injil ini tidak ditulis kepada orang-orang Yahudi sudah nyata dari beberapa hal. Pertama, Markus menjelaskan beberapa adat-istiadat orang Yahudi (7:2-4; 15:42). Orang Roma, yang tidak tahu tentang adat-istiadat orang Yahudi memerlukan penjelasan. Yang kedua, Markus menterjemahkan kata-kata bahasa Aram (3:17; 5:41; 7:11,34; 15:22). Bahasa Aram adalah bahasa umum yang dipakai di tanah Israel. Hanya orang-orang Roma yang tinggal di tanah Israel yang mungkin tahu bahasa Aram. Orang-orang di kota Roma memakai bahasa Latin dan bahasa Yunani. Yang ketiga, tidak ada banyak kutipan dari Perjanjian Lama. Orang-orang Roma tidak tahu apa-apa tentang Kitab Suci orang Yahudi, dan tidak perlu menunjukkan bahwa Yesus ini yang menggenapi nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama. Kalau melihat Injil Matius, yang ditulis kepada orang-orang Yahudi, ada banyak sekali kutipan dari Perjanjian Lama. Yang keempat, Markus berusaha menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Orang-orang Yahudi ingin tahu apakah Yesus Mesias yang dijanjikan dalam Kitab Suci. Orang-orang Roma tidak mempedulikan hal itu. Apa yang mereka ingin tahu, apakah Yesus ini memang Anak Allah atau tidak. Jadi, kelihatannya Injil Markus ini ditulis khusus untuk orang-orang Roma.

Lagi, seperti dikatakan di atas, Markus menulis Injil ini untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah, bahwa Dia mempunyai kuasa atas alam, penyakit, roh-roh jahat, dosa, dan maut. Yesus mempunyai kuasa, Dia mengasihi orang, dan datang untuk menebus orang dari dosanya. Orang yang percaya kepada Yesus dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi orang yang tidak percaya akan dihukum (Mk. 16:15,16).

Garis Besar

  1. Bukti-Bukti bahwa Yesus Adalah Anak Allah (1-5)
  2. Ketidaktentuan bahwa Yesus Adalah Anak Allah (6-10)
  3. Yesus Ditolak Sebagai Anak Allah (11-13)
  4. Yesus Dinyatakan Sebagai Anak Allah dalam KematianNya dan KebangkitanNya (14-16)