Injil Matius 1-4: Kedatangan Sang Raja

Dari Survei Perjanjian Baru

Kedatangan Yesus Kristus ke bumi ini merupakan satu peristiwa yang merubah bidang agama, politik, sosial, ekonomi, dan sejarah di bumi untuk selamanya. Tidak ada peristiwa yang pernah terjadi di bumi ini yang lebih penting dari pada kedatangan Yesus Kristus.

Yesus adalah Allah (Yoh. 1:1,2) dan Dia mengambil keputusan untuk lahir dari seorang perempuan. Tetapi kelahiranNya luar biasa. Dia lahir dari seorang perempuan perawan sesuai dengan nubuat dalam Yesaya 7:14. Kelahiran Allah ke dalam dunia ini begitu menggoncangkan kuasa kegelapan sehingga Iblis berusaha untuk membinasakan Yesus setelah Dia lahir (lihat Why. 12:1-17). Raja Herodes begitu kaget waktu dia mendengar bahwa ada seorang Raja lain yang baru lahir, sehingga dia berusaha membunuh Yesus, tetapi dia tidak berhasil. Iblis juga berusaha untuk menjerat Yesus dalam pencobaan, tetapi Yesus menang. Yohanes Pembaptis juga berusaha mencegah Yesus dibaptis, tetapi Yesus dibaptis dan tetap melakukan kehendak BapaNya di sorga. Yesus datang untuk menebus manusia dan menyelamatkan mereka dari dosa. Untuk berhasil, Yesus harus hidup sempurna, sesuai dengan kehendak Allah. Dan itulah yang dilakukanNya.

Silsilah Yesus Kristus, Sang Raja (1:1-17)
Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus berasal dari keturunan Daud. Menurut nubuat, Mesias itu berasal dari keturunan Daud dan Matius ingin membuktikan bahwa Yesus itu adalah Mesias.

Biasanya silsilah-silsilah tidak menyebutkan semua nama orang yang ada. Kadang-kadang nama kakek disebutkan terus nama cucunya, tetapi nama anaknya tidak disebutkan. Matius menyebutkan sebagian orang saja dalam leluhur Yesus.

Kalau silsilah dari Matius diperbandingkan dengan silsilah dari Injil Lukas 3:23-38, bisa melihat bahwa ada banyak perbedaan, teristimewa dari Yesus hingga Daud. Kemungkinan, silsilah Matius melalui leluhur Yusuf dan silsilah Lukas melalui leluhur Maria.

Kelahiran Sang Raja (1:18-2:23)
Yesus lahir dari anak dara atau perawan, maksudnya, Maria belum pernah bersetubuh dengan laki-laki. Maria, ibu Yesus, dikandung oleh Roh Kudus (1:18).

Yesus lahir di desa Betlehem pada zaman Raja Herodes Agung (2:1). Orang-orang majus dari Timur datang untuk menyembah Yesus (2:2).

Orang majus adalah ahli nujum, yaitu mereka mempelajari bintang-bintang untuk menafsirkan apa yang akan terjadi pada masa depan. Kemungkinan mereka datang dari Babel. Kita tidak tahu berapa orang majus yang datang. Menurut tradisi ada tiga oleh karena ada tiga pemberian yang diberikan kepada Yesus: Emas, kemenyan dan mur (2:11). Tetapi bisa ada lebih dari tiga orang majus yang datang.

Yesus dan orang tuaNya lari ke Mesir oleh karena Raja Herodes Agung berusaha membunuh Dia (2:13-15). Herodes mendengar dari orang majus bahwa Yesus adalah Raja. Herodes takut dan merasa terancam oleh pemberitahuan itu. Dia tidak mau agar Yesus hidup dan merebut kerajaan Israel dari dia. Jadi dia menyuruh pasukannya untuk pergi ke desa Betlehem dan membunuh semua anak-anak laki-laki yang di bawah umur dua tahun dengan harapan bahwa Yesus juga turut dibunuh (2:16-18). Tetapi dia tidak berhasil; Yesus tidak ada di situ lagi.

Setelah Herodes meninggal, mereka kembali ke tanah Israel dan menetap di Nazaret (2:19- 23).

Pelayanan Yohanes Pembaptis (3:1-17)
Yohanes pembaptis datang di padang gurun memberitakan Firman Allah. Yohanes datang untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan (3:3). Dia berkhotbah mengenai Kerajaan Sorga dan pertobatan. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan. Dia mendorong orang untuk bertobat dari dosa dan dibaptis sebagai tanda pertobatan. Dia mendorong orang untuk percaya kepada Mesias yang akan datang (3:11).

Yesus juga datang untuk dibaptis (3:13-17). Yohanes tidak mau membaptis Yesus. Kenapa Yesus harus dibaptis? Apakah Yesus berbuat dosa? Apakah Yesus harus bertobat? Tidak! Yesus berkata kepada Yohanes bahwa Dia harus dibaptis untuk “menggenapkan seluruh kehendak Allah” (3:15). Yohanes setuju dan Yesus dibaptis. Dia dibaptis untuk mempersamakan diriNya dengan manusia dan menjadi teladan bagi kita. Kalau Yesus, yang tidak pernah berbuat dosa

(1 Ptr. 2:22), dibaptis, maka kita yang berbuat dosa harus dibaptis untuk pengampunan dosa kita dan untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah untuk keselamatan kita. Allah senang waktu Yesus dibaptis sehingga Allah berbicara kepada Yesus langsung dari sorga.

Sang Raja Mulai PelayananNya (4:1-25)
Permulaan pelayanan Yesus mulai dengan puasa. Puasa itu penting supaya kita bisa belajar menguasai diri dan keinginan kita, supaya kita bisa mengarahkan pikiran kita kepada Allah dan hal-hal rohani dan bermenang atas Iblis.

Yesus berpuasa di padang gunung empat puluh hari lamanya. Iblis datang untuk mencobai Dia. Yesus sebagai Allah mempunyai segala kuasa. Apakah Yesus akan memakai kuasa itu untuk diriNya sendiri? Untuk memuaskan keinginanNya? Untuk menyelamatkan diriNya? Yesus mengosongkan diriNya dan menjadi manusia (Flp. 2:5-11). Walaupun Dia mempunyai kuasa untuk bermenang atas pencobaan sebagai Allah, Dia tidak memakai kuasa itu, melainkan Dia bermenang sebagai manusia, manusia biasa seperti saudara dan saya. Yesus dicobai sama seperti kita tetapi Dia tidak berbuat dosa.

Yang pertama, Iblis mencobai Yesus dengan berkata: “Suruh batu ini menjadi roti.” Iblis mencobai Yesus untuk memberi bukti bahwa Dia adalah Anak Allah, untuk memakai kuasaNya untuk memuaskan keinginanNya dan memenuhi keperluanNya. Yesus sudah berpuasa empat puluh hari lamanya. Pasti Dia lapar sekali. Jikalau Yesus adalah Anak Allah, Dia bisa menyuruh batu menjadi roti. Tetapi Yesus tidak memakai kuasaNya untuk memuaskan keinginanNya. Dia mengutip dari Kitab Ulangan untuk bermenang.

Yang kedua, Iblis mencobai Yesus untuk menjatuhkan diriNya dari atas Bait Allah ke bawah. Iblis juga mengutip dari Perjanjian Lama. Iblis juga tahu firman Allah. Ada perjanjian bahwa malaikat-malaikat Allah akan menyelamatkanNya. Jikalau Yesus adalah Anak Allah, di manakah bukti? Iblis mengajak Yesus untuk mencobai Allah, apakah Allah memang akan menyelamatkanNya atau tidak. Mungkin Iblis juga mencobai Yesus untuk memperoleh pengikut banyak dengan melakukan mujizat-mujizat di muka umum untuk menakjubkan mereka. Yesus tidak mau mencobai Allah. Yesus tidak harus memberi bukti bahwa Dialah Mesias karena Dia sudah tahu. Lagi, Yesus mengutip dari Kitab Ulangan untuk bermenang.

Iblis mencobai Yesus untuk ketiga kalinya dengan berkata, jikalau Yesus sujud menyembah Iblis, dia akan memberikan kepada Yesus semua kerajaan di dunia. Bagaimanakah ini pencobaan bagi Yesus? Bukankah Yesus, sebagai Pencipta langit dan bumi, sudah memiliki semuanya? Bukankah Yesus mempunyai kuasa atas seluruh dunia? Bagaimanakah Iblis bisa memberikan sesuatu kepada Yesus yang sudah dimilikiNya?

Yesus sudah mengosongkan diriNya untuk menjadi manusia. Dia hanya bisa tetap memiliki segala sesuatu hanya jikalau Dia menderita dan mati di kayu salib. Maksud Iblis, Yesus bisa menjadi Raja dunia pada saat itu, tanpa menderita dan mati di kayu salib jika Dia menyembah Iblis. Itu bisa menjadi pencobaan yang kuat. Yesus tahu bahwa Dia akan menderita banyak. Tetapi, kalau Dia mau menyembah Iblis, Dia bisa menjadi Raja atas seluruh dunia pada saat itu tanpa menderita di kayu salib. Yesus menolak Iblis lagi dengan mengutip dari Kitab Ulangan.

Bagaimanakah Yesus bermenang atas pencobaan? Karena Yesus tahu Kitab Suci dengan baik dan Dia sudah mengambil keputusan untuk hidup sesuai dengan Kitab Suci itu. Apabila Dia dicobai, Dia selalu mengingatkan Kitab Suci dan mengutip dari Kitab Suci untuk bermenang atas pencobaan. Kita juga bisa bermenang atas pencobaan jika kita sudah mengambil keputusan untuk hidup sesuai dengan firman Allah, jika kita terus belajar dan menghafal ayat dari firman Allah, dan apabila kita dicobai, kita mengingatkan Kitab Suci dan mengutip dari padanya.

Yesus tidak dicobai hanya kali ini saja. Yesus dicobai terus dalam kehidupanNya. Matius hanya menunjukkan bahwa memang Yesus dicobai seperti kita tetapi tidak berbuat dosa.

Setelah Yesus dicobai di padang gurun, Dia pergi ke Galilea dan mulai berkhotbah, mengajar, memanggil orang menjadi muridNya dan menyembuhkan orang.