Injil Matius 11:1-16:12 Pertentangan Terhadap Sang Raja

Kerajaan Sorga maju terus. Banyak orang sekali mengikut Yesus. Yesus melakukan banyak mujizat dan menyembuhkan banyak orang. Namun banyak orang tidak percaya kepadaNya. Mereka mengharapkan seorang mesias yang lain, seorang mesias yang akan memerdekakan mereka dari penjajahan Roma. Kelihatannya bahwa Yesus tidak begitu. Yesus ini menerima pemungut cukai dan orang berdosa (9:11), Yesus tidak berpuasa (9:14), bahkan orang-orang Farisi berkata bahwa Yesus melakukan mujizatNya oleh kuasa Beelzebul (9:34). Jadi banyak orang tidak senang dengan Yesus. Mungkin mereka tidak senang oleh karena Yesus dan Yohanes Pembaptis datang dan memberitakan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (3:1; 4:17). Orang yang datang untuk mendengar Yesus harus menyadari kejahatannya. Orang harus mengambil keputusan, “Apakah saya mau bertobat dan menyerahkan nyawa saya kepada Yesus?” Sejumlah banyak tidak mau (11:20-24). Mereka berusaha memaksa membentuk Kerajaan Sorga sesuai dengan kemauan mereka sendiri. Pemimpin-pemimpin agama Yahudi mulai menantang Yesus. Yesus juga menegor mereka dan menyatakan kesalahan mereka sehingga mereka saling melawan.

field

Yesus dan Yohanes Pembaptis (Mt. 11:1-30)
Yesus pergi mengajar dan memberitakan injil dari kota ke kota. Waktu Yohanes Pembaptis mendengar pekerjaan Yesus, dia mulai ragu-ragu: “Apakah Yesus ini Mesias yang akan datang atau tidak?” Yohanes juga berpikir bahwa Mesias itu akan datang dengan kemuliaanNya, berperang melawan Roma, dan mendirikan kerajaan Israel kembali (11:2-3).

Tetapi itu bukan tujuan Yesus di bumi ini. Dia mengutip dari Yesaya 35:5,6 dan 61:1 untuk menunjuk bahwa Dia menggenapi Kitab Suci dan Dia melakukan pekerjaan Mesias itu, hanya orang salah berpendapat (11:4-6).

Tetapi Yesus juga tidak merendahkan Yohanes (11:7-15). Yesus berkata bahwa Yohanes adalah nabi yang paling besar. Walaupun begitu, orang Kristen lebih besar dari pada dia. Maksudnya bahwa Yohanes hidup di bawah Perjanjian Lama dan orang Kristen hidup di bawah Perjanjian Baru, perjanjian yang lebih tinggi, mulia dan indah. Yohanes Pembaptis tidak masuk ke dalam Kerajaan Sorga karena Kerajaan Sorga itu belum tiba. Dia hanya mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Dia memberitakan bahwa Kerajaan Sorga sudah dekat. Jadi kita yang mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari pada dia.

Walaupun Kerajaan Sorga maju, ada banyak orang yang melawan Yesus dan berusaha membuat Kerajaan Sorga menurut pendapat mereka (11:16-19). Mereka tidak menerima Yohanes Pembaptis karena dia tidak makan dan minum. Yesus datang makan dan minum dan bergaul dengan orang berdosa dan mereka tidak mau menerima Yesus juga. Baik Yohanes maupun Yesus bukanlah semacam orang nabi yang mereka harapkan. Karena mereka tidak mau menerima Yesus, mereka akan dihukum dengan keras (11:20-24).

Hari ini juga banyak orang tidak mau tunduk kepada kebenaran firman Allah. Mereka berusaha membentuk Kerajaan Sorga, yaitu jemaat, sesuai dengan kehendak mereka sendiri dari pada mengikut petunjuk yang terdapat dalam Alkitab tentang bentuk jemaat yang didirikan oleh Yesus. Mereka juga tidak akan diterima oleh Yesus dan akan dihukum keras.

Tetapi orang yang menerima Yesus dan tunduk kepada Dia dengan segenap hati akan dihibur dan mendapat ketenangan dan sentosa (11:25-30). Karena Yesus tidak akan memerintah atas kita dengan keras. Yesus bukan seperti pemimpin-pemimpin agama yang lain yang bersikap sombong, mencari kepentingan diri sendiri, mencari keuntungan, kuasa dan kedudukan, yang

membedakan anggota-anggotanya, yang tidak memperhatikan pertumbuhannya dalam iman dan sebagainya. Yesus tidak akan memaksa kita melakukan sesuatu yang tidak baik bagi kita secara rohani. Dia tidak akan merendahkan kita. Dia tidak akan memalukan kita. Dia akan membantu kita. Dia akan membebaskan kita dari dosa. Dia akan membantu kita untuk menjadi suatu ciptaan baru yang sesuai dengan kehendak Allah untuk kemuliaan Allah sendiri. Yesus hanya menjaga apa yang baik bagi kita. Yesus sendiri lemah lembut dan rendah hati dan perintah-perintah Yesus tidak berat (lihat 1 Yoh. 5:3).

Yesus dan Orang Farisi Bertengkar (Mt. 12:1-50)
Sekarang pemimpin-pemimpin agama Yahudi mulai menantang Yesus tentang beberapa hal oleh karena Yesus menyatakan kejahatan dan ketidakbenaran orang Farisi dan menyatakan kebodohan hukum lisan dan tradisi manusia yang meniadakan Hukum Taurat. Orang Farisi berpegang kepada hukum lisan itu dengan keras. Orang Farisi harus mengambil keputusan, “Apakah saya mau mengaku bahwa saya salah dan meninggalkan hukum lisan dan tradisi-tradisi itu, atau tidak?” Sejumlah banyak tidak mau. Mereka yakin bahwa mereka benar dan Yesus salah. Oleh karena itu mereka mulai berusaha merendahkan, menuduh, memfitnah, dan mencobai Yesus oleh karena Yesus merupakan suatu ancaman terhadap mereka.

Peristiwa yang pertama ialah, Yesus dan murid-muridNya berjalan di ladang gandum pada hari Sabat (12:1-8). Mereka lapar dan memetik bulir gandum dan memakannya. Menurut orang Farisi, murid-murid Yesus sedang menuai, dan itu dilarang oleh Hukum Taurat pada hari Sabat (lihat Kel. 34:21).

Tetapi Yesus berkata bahwa apa yang Allah kehendaki “ialah belas kasihan dan bukan persembahan.” Maksud Yesus, Hukum Allah adalah untuk kebaikan manusia dan bukan untuk menyakiti atau menyusahkan kehidupannya. Hukum yang lebih tinggi adalah perbuatan baik dan keselamatan hidup, bahkan kalau itu melanggar Hukum Taurat (Mt. 12:12; Lk. 6:9).

Peristiwa yang kedua ialah, orang Farisi bertanya: “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” (12:9-14). Yesus menunjukkan kebodohan kepercayaan mereka. Mereka lebih menghargai binatang-binatang dari pada manusia! Ya, boleh berbuat baik dan menyembuhkan orang pada hari Sabat.

Tetapi orang Farisi tidak setuju. Mereka marah. Mereka tidak mau mengaku bahwa kepercayaan mereka itu salah. Mereka merasa terancam karena Yesus. Mereka membenci Yesus. Oleh karena itu mereka mulai merencanakan membunuh Yesus (12:14).

Peristiwa yang ketiga ialah, Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan (12:22-37). Orang Farisi, yang sudah keras hati dan sudah mengambil keputusan untuk melawan Yesus, berkata bahwa Yesus mengusir setan oleh kuasa Beelzebul, penghulu setan. Mereka tidak bisa menolak kuasa dan mujizat Yesus. Kuasa Yesus harus berasal dari Allah atau Iblis. Kalau dari Allah, kenapa mereka tidak mau percaya? Mereka tidak bisa mengaku bahwa kuasa Yesus itu berasal dari Allah. Mereka tidak mau menerima Yesus. Oleh karena itu, mereka berkata bahwa kuasaNya berasal dari Iblis. Yesus sedang melakukan pekerjaan Iblis. Mereka berkata begitu supaya orang banyak jangan mengikut Yesus.

Tetapi Yesus menunjukkan kebodohan perkataan itu. Kalau Iblis mengusir Iblis, dia tidak bisa bertahan. Bodoh itu! Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Allah dan semua orang yang menyamakan kuasa Roh Kudus dengan Iblis tidak akan diampuni. Mereka tidak akan diampuni karena mereka tidak mau menerima saksi Roh Kudus, mereka tidak mau bertobat, dan tidak akan bertobat. Mereka sudah menolak Yesus dan Roh Kudus. Mereka sudah tegar hatinya.

Terus, mereka datang dan minta suatu tanda lain (12:38-45). Tetapi Yesus sudah melakukan banyak mujizat. Kalau mereka tidak mau percaya karena mujizat-mujizat yang sudah dilakukan Yesus, mereka tidak akan percaya sekarang. Yesus tidak akan melakukan mujizat untuk orang yang tidak percaya. Yesus akan memberikan satu tanda yang hebat kepada mereka, yaitu tanda nabi Yunus. MaksudNya Dia akan dibangkitkan dari antara orang mati pada hari yang ketiga.

Karena mereka tidak mau menerima Yesus, hukuman mereka berat sekali. Yesus lebih besar dari pada Yunus dan Salomo dan orang bukan Yahudi bertobat karena pemberitaan mereka. Tetapi orang yang sudah bertobat harus hidup sesuai dengan firman Yesus. Kalau tidak, dia juga akan murtad.

Kita harus selalu mencari kebenaran Allah lebih dahulu (Mt. 6:33). Kalau kita mempunyai kepercayaan, ajaran atau tradisi yang bertentangan dengan firman Allah, maka kita harus mengaku kesalahan kita dan merubah kepercayaan, ajaran atau tradisi kita supaya sesuai dengan kehendak Allah. Kalau kita tidak mau, kita sama dengan orang Farisi yang menolak Yesus dan kita juga akan dihukum.

Perumpamaan Tentang Kerajaan Sorga (Mt. 13:1-52)
Banyak orang sudah menolak Yesus dan ada banyak juga yang aktif melawan Dia. Namun masih ada banyak juga yang datang untuk mendengar pelajaranNya dan untuk disembuhkan. Ada yang datang karena mereka sungguh-sungguh mau bertobat dan mengikut Yesus dan belajar dan mengerti kebenaran. Dan ada juga yang datang hanya untuk melihat mujizatNya tetapi tidak mau bertobat.

Kenapa Yesus mengajar dalam perumpamaan? Perumpamaan adalah suatu cerita duniawi yang melambangkan sesuatu hal rohani. Yesus mengajar dalam perumpamaan karena: “Sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar mereka tidak mendengar dan tidak mengerti” (13:13). MaksudNya, orang yang datang hanya untuk melihat mujizat atau disembuhkan tetapi tidak mau bertobat, akan mendengar perumpamaan itu tetapi tidak akan mengertinya. Orang yang datang untuk mengikut Yesus, untuk belajar dan mengerti kebenaran, yang mau bertobat, akan menyelidiki perumpamaan itu dan mencari arti rohani. Itu suatu cara untuk memisahkan pengikut-pengikutNya yang sungguh dari orang yang datang untuk melihat- lihat saja.

Pelajaran-Pelajaran Dasar dari Perumpamaan-Perumpamaan
Perumpamaan tentang seorang penabur (13:1-9,18-23). Pelajaran dasar adalah bagaimana bermacam-macam orang akan menerima injil.

Perumpamaan tentang lalang di antara gandum (13:24-30,36-43). Pelajaran dasar adalah orang benar dan orang jahat tercampur di dunia ini dan akan dipisahkan pada akhir zaman. Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi (13:31-33) Pelajaran dasar adalah permulaan Kerajaan Sorga kecil tetapi akan disebarkan ke seluruh dunia.

Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga (13:44-46). Pelajaran dasar adalah Kerajaan Sorga yang begitu berharga bahwa orang beruntung untuk menyerahkan semua miliknya dan nyawanya untuk masuk ke dalamnya.

Perumpamaan tentang pukat (13:47-52). Pelajaran dasar adalah orang benar dan orang jahat akan dipisahkan pada akhir zaman.

Yesus Ditolak dan Yohanes Pembaptis Dibunuh (Mt. 13:53-14:12)
Yesus sudah ditolak oleh orang Farisi, mereka melawan Yesus. Banyak orang ragu-ragu karena Yesus dan tidak mau bertobat. Mereka berpikir, “Yesus mengajar tentang Kerajaan Sorga, tetapi di manakah kerajaan itu? Dia mempunyai kuasa dan Dia melakukan banyak mujizat, tetapi kapan Dia akan berperang melawan Roma dan mendirikan Kerajaan Israel kembali?” Orang banyak ragu-ragu dan belum mau menyerahkan nyawanya kepada Yesus. Mereka belum mengerti.

Yesus kembali ke tempat asalNya dan mereka kecewa dan menolakNya (Mt. 13:53-58)
Terus, Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus, sekarang dibunuh oleh Raja Herodes Antipas (14:1-12). Yesus tidak berbuat apa-apa tentang hal itu. Yesus tidak memprotes atau berjuang atau mengeritik. Yesus hanya menyingkir ke tempat yang sunyi. Rupanya bahwa Yesus bukanlah Raja yang dinantikan dan diharapkan mereka.

Yesus Terus Melakukan Mujizat (Mt. 14:13-36; 15:21-39)
Banyak orang masih mengikut Yesus. Mungkin mereka menanti. Mungkin Yesus akan menyatakan diriNya kepada dunia sebentar. Mereka senang mau disembuhkan dan membawa orang sakit kepadaNya. Mereka mengikut. Mereka sabar. Mereka berharap.

Walaupun sejumlah banyak orang menolak Yesus dan tidak mau menerima Dia sebagai Mesias, namun hati Yesus masih tergerak oleh belas kasihan kepada mereka dan Dia senang melayani mereka, membantu mereka dan menyembuhkan mereka.

Yesus dan Orang Farisi Bertengkar Lagi (Mt. 15:1-20; 16:1-12)
Orang Farisi datang lagi untuk menuduh dan mempersalahkan Yesus. Orang Farisi berpegang kepada hukum lisan dan adat-istiadat nenek moyang dengan keras dan mempersamakan hukum lisan dengan Hukum Taurat. Kedua-duanya harus ditaati.

Sekarang orang Farisi memperhatikan bahwa murid Yesus tidak membasuh tangan sebelum makan dan oleh karena itu melanggar hukum lisan atau adat-istiadat nenek moyang (15:1-2). Dalam pendapat orang Farisi, murid Yesus melanggar hukum Allah! Kalau begitu, Yesus tidak bisa datang dari Allah karena Dia membiarkan muridNya melanggar perintah Allah dan Dia tidak menegor mereka. Mereka datang untuk mempersalahkan dan menuduh Yesus dan membenarkan diri mereka sendiri.

Tetapi Yesus menghadapi dan menyatakan kemunafikan dan kejahatan mereka. Mereka mengutamakan hukum lisan atas Hukum Taurat (15:3-6). Mereka melanggar perintah Allah demi adat-istiadat nenek moyang! Orang bisa mempersembahkan seluruh miliknya kepada Allah untuk diberikan setelah kematiannya. Kalau orang berbuat demikian dia tidak harus membantu orang tua lagi karena semua sudah dipersembahkan kepada Allah, walaupun dia sendiri bisa memakai miliknya untuk dirinya sendiri. Yesus yang mempersalahkan orang-orang Farisi dan menuduh bahwa hati mereka jauh dari Allah (15:5-9). Mereka hanya memuliakan Allah dengan bibirnya saja. Mereka beribadah kepada Allah dengan percuma karena mereka mengajarkan perintah-perintah manusia di dalam agama mereka yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Orang Farisi sangat terhina oleh karena perkataan Yesus (15:12-14). Tetapi Yesus menyebut mereka orang buta yang menuntun orang buta. Orang Farisi sudah mendirikan agama lain karena mereka sudah menambah banyak perintah manusia dalam agama Yahudi yang di luar kehendak Allah. Oleh karena ajaran dan agama mereka tidak berasal dari Allah, maka itu akan dicabut, akan binasa dan hancur. Setiap agama, gereja dan ajaran yang tidak berasal dari Allah tidak dapat bertahan.

Yesus lagi mengutamakan hati orang. Makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang, melainkan apa yang keluar dari mulutnya (15:15-20). Pengikut Yesus harus mempunyai hati yang suci, yang kudus, yang tunduk kepada Yesus dan perintah Allah dan yang tidak menambah kepada atau mengurangi dari atau mengubahi atau meniadakan perintah Allah.

Nanti orang Farisi dan Saduki datang lagi kepada Yesus meminta suatu tanda dari sorga (16:1-4). Mereka tidak percaya. Yesus sudah melakukan banyak mujizat. Dia tidak akan melakukan mujizat atas permintaan orang yang tidak percaya. Hanya satu tanda dari sorga yang akan diberikan kepada mereka, yaitu tanda nabi Yunus atau kebangkitanNya.

Kemudian Dia memperingatkan murid-muridNya untuk waspada terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki yang tidak sesuai dengan firman Allah (16:5-12).