Injil Matius 16:13-17:27 Persiapan Sang Raja untuk KematianNya

Sekarang Yesus mempersiapkan murid-muridNya akan kematianNya yang akan terjadi. Orang Yahudi tidak mau menerima Yesus sebagai Raja, sebagai Mesias. Mereka berpikir kalau Mesias datang, dia akan datang dalam kemuliaannya dan kuasanya dan memerdekakan Israel dari penjajahan Roma. Sampai saat ini tidak ternyata bahwa itulah tujuan Yesus. Lagi pula Yesus tidak memelihara adat-istiadat nenek moyang dan Dia bertengkar dengan pemimpin- pemimpin Yahudi, orang Farisi. Oleh karena itu, masyarakat kurang percaya. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias, walaupun mereka mengaku bahwa Yesus adalah seorang nabi yang diutus Allah.

raphaelsanzio_transfiguration

Tentang Pendirian Jemaat Kristus (Mt. 16:13-20)
Yesus ingin meyakinkan murid-muridNya bahwa memang Dia adalah Mesias dan Dia bertanya, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (16:15). Petrus menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

Terus Yesus berkata, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu” (16:18). Ada banyak tafsiran apakah maksud Yesus di sini tentang batu karang ini. Tetapi kalau diperbandingkan dengan Efesus 2:20 dan 1 Korintus 3:11, maka sudah jelas bahwa Yesus adalah batu penjuru dan dasar jemaatNya. Batu karang itu adalah pengakuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Dan karena Yesus adalah Mesias, Anak Allah, maka Dia akan mendirikan jemaatNya, dan Iblis tidak akan bermenang atas jemaatNya itu. Jemaat Kristus yang akan melaksanakan dan melanjutkan pekerjaan Yesus di bumi ini setelah Yesus kembali ke sorga. Pekerjaan Yesus adalah untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lk. 19:10). Itu yang harus menjadi tujuan dan pekerjaan utama dari jemaat Kristus.

Yesus akan memberikan kepada Petrus kunci Kerajaan Sorga (16:19,20). Petrus adalah rasul yang akan membuka Kerajaan Sorga atau jemaat Kristus di bumi ini, pertama-tama kepada orang Yahudi (Kis. 2) dan kemudian kepada orang bukan Yahudi (Kis. 10).

Yesus juga memberikan kuasa kepada Petrus dan rasul-rasul untuk mengikat peraturan- peraturan dalam jemaat dan untuk memberitakan seluruh kehendak Allah untuk segala sesuatu mengenai jemaatNya.

Pemberitahuan tentang Kematian Sang Raja (Mt. 16:21-28; 17:22-23)
Yesus sekarang mulai mempersiapkan murid-muridNya untuk kematianNya. Ternyata bahwa mereka hanya memperhatikan bahwa Yesus akan menderita dan dibunuh dan tidak mendengar bahwa Yesus juga akan dibangkitkan karena dalam 17:23 berkata bahwa “hati murid-muridNya itupun sedih sekali.” Juga Petrus menolak pemberitahuan itu katanya, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau” (16:22).

Petrus dan murid-murid lain masih berpikir seperti orang Yahudi bahwa Yesus akan menjadi raja atas Kerajaan Israel yang akan didirikan kembali (Kis. 1:6). Kalau Yesus mati bagaimanakah itu akan terjadi? Itulah sebabnya Petrus menegor Yesus, “Tidak bisa, Tuhan.” Tetapi Petrus berpikir seperti manusia dan belum mengerti tujuan Allah. Petrus mau mempunyai kuasa dalam Kerajaan Israel yang dipimpin oleh Yesus. Kalau Yesus mati, Petrus juga tidak bisa mendapat kuasa. Dia memikirkan perkara-perkara manusia. Apabila kita memikirkan perkara-perkara manusia yang bertentangan dengan kehendak Allah, maka kita telah jatuh ke dalam tangan Iblis.

Mereka tidak mengerti bahwa Yesus harus mati. Itulah sebabnya Yesus datang ke bumi ini, untuk menebus kita dari dosa kita. Dan kalau Yesus tidak mati di kayu salib dan mencurahkan darahNya di kayu salib, maka tidak mungkin ada orang yang diselamatkan.

Kemudian Yesus berkata tentang persyaratan orang yang mau mengikut Yesus (16:24-28). Orang yang mau mengikut Yesus harus menyerahkan nyawanya, harus menyerahkan segala sesuatu kepada Yesus dan mempunyai kerelaan untuk menderita, bahkan mati untuk Yesus. Orang harus menyerahkan pikiran yang jahat, kehidupan dalam dosa, kekayaan, keluarga, pekerjaan, milik, teman, adat-istiadat dan kebiasaan yang jahat, dan nyawa sendiripun harus diserahkan kepada Yesus. Maksudnya, Yesus harus menjadi yang paling utama atas segala sesuatu lain dalam kehidupan pengikutNya. Yesus harus dapat menguasai segala segi kehidupan orang. Karena Yesus akan kembali dan “membalas setiap orang menurut perbuatannya” (16:27). Orang yang menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Yesus akan diselamatkan, orang yang tidak mau akan dihukum neraka.

Yesus Dimuliakan di atas Gunung (Mt. 17:1-13)
Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes sertaNya ke atas gunung dan Dia dimuliakan di hadapan mereka. Musa dan Elia juga menampakkan diri dan berbicara dengan Yesus. Petrus senang sekali dan ingin mendirikan tiga kemah, mungkin supaya Musa dan Elia tinggal lama. Tetapi Allah berkata kepada Petrus bahwa Yesus ini adalah AnakNya dan dia harus mendengarkan Dia.

Yesus dimuliakan di atas gunung untuk beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Untuk lebih meyakinkan murid-muridNya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah (Mk. 9:7);
  2. Menghibur mereka karena Yesus baru memberitahukan bahwa Dia harus mati (bd. Mt.16:21-23 dan Lk. 9:30,31);
  3. Memberitahukan bahwa sekarang mereka harus mendengarkan Yesus dan bukan Musa (Hukum Taurat) atau Elia (para nabi) (lihat Mk. 9:7);
  4. Menjadi saksi mata tentang kemuliaan Yesus (lihat 2 Ptr. 1:16-18).
  5. Yesus Menyembuhkan (17:14-21)

Orang-orang masih datang kepada Yesus untuk disembuhkan. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias, mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Raja. Mereka tidak mau bertobat dari dosanya, namun mereka masih datang mencari bantuan.

Yesus menyembuhkan anak kecil itu. Kenapa murid-muridNya tidak bisa? Karena mereka juga kurang percaya dan tidak berdoa (Mk. 9:29). Kalau kita bertekun dalam doa dan tetap percaya kepada Yesus, kita bisa melakukan perkara-perkara yang besar bagi Yesus.

Pajak untuk Bait Allah (Mt. 17:24-27)
Pajak itu untuk Allah dan BaitNya. Allah yang menyuruh orang Yahudi untuk memungut pajak tersebut. Oleh karena Yesus adalah Anak Allah, sebenarnya, Dia tidak harus membayar pajak itu karena raja-raja di bumi ini tidak memungut pajak dari anak-anaknya. Orang Yahudi tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, namun Yesus membayar pajak itu supaya jangan menjadi batu sandungan bagi mereka.