Injil Matius 18-20 Kehidupan di dalam Kerajaan Sang Raja

Kerajaan Yesus belum didirikan di bumi ini. Kerajaan Yesus baru nampak di dalam jemaatNya. Yesus baru berkata bahwa Dia akan mendirikan jemaatNya pada satu hari kelak. Di dalam Khotbah di Bukit (Mt. 5-7) Yesus sudah memberi beberapa petunjuk bagaimana orang harus hidup di dalam Kerajaan Sorga. Sekarang Dia memberi beberapa petunjuk lagi. Ini tidak merupakan saran saja, melainkan perintah dan kehendak Yesus yang harus diikuti orang yang mau hidup di dalam kerajaanNya.

Lost sheep

Orang yang Terbesar dalam Kerajaan Sorga (Mt. 18:1-5)
Yesus sudah mengajar banyak tentang Kerajaan Sorga. Yesus juga berkata, “Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini, ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam KerajaanNya” (16:28). Yesus memberitakan kebangkitanNya dan permulaan jemaatNya. Tetapi murid-muridNya tahu bahwa mereka akan mendapat bagian dalam kerajaan Yesus dan mempunyai kedudukan yang tinggi dan memerintah bersama dengan Yesus. Mereka berpikir bahwa kerajaan Yesus adalah kerajaan duniawi dan mereka ingin tahu siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga itu.

Kemungkinan mereka kaget akan jawaban Yesus. Orang yang “merendahkan dirinya dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Allah” (18:4). Kita harus menjadi seperti anak kecil, percaya dengan segenap hati, tidak menghakimi, tidak memihak, suci, kudus, tak berdosa, rendah hati, dan lain-lain. Orang yang terbesar dalam Kerajaan Sorga adalah orang yang merendahkan dirinya dan menjadi hamba dan pelayan semua orang.

Orang yang Menyesatkan (Mt. 18:6-14)
Celakalah orang yang menyesatkan orang yang percaya kepada Yesus (18:6-7). Dunia ini jahat sekali. Banyak orang duniawi hidup dalam dosa terus dan tidak mengganggu orang Kristen. Tetapi ada orang yang aktif melawan orang Kristen, dan menghalangi orang yang mau menjadi orang Kristen. Mereka berusaha menyesatkan, membinasakan iman, menghalangi, menganiaya, menjadikan orang Kristen berbuat dosa, dan lain-lain. Celakalah orang itu! Hukuman mereka berat sekali.

Orang Kristen harus menjauhkan diri dari kejahatan dan dosa (18:8-9). Kalau dia harus memotong tangan atau kaki, mencungkil mata, menjadi orang lumpuh dan buta supaya jangan berbuat dosa, itu lebih baik dari pada dihukum neraka. Orang Kristen harus melakukan segala sesuatu untuk mencabut dosa dari hatinya. Kalau ada orang Kristen yang disesatkan, kita harus mencari dia dan memulihkan dia kepada jemaat tanpa menghakimi dan tanpa menghukum, melainkan dengan gembira dan pengampunan (18:12-14). Kita semua dalam pihak sama dan kita semua harus saling mendorong untuk hidup sesuai dengan firman Allah.

Orang yang Berdosa (Mt. 18:15-20)
Pertama Korintus 5:13 berkata bahwa kita harus mengusir orang yang melakukan kejahatan dari jemaat tetapi kita harus melakukannya dalam sifat kasih persaudaraan (2 Tes. 3:14,15) dan

Cara Orang Harus Hidup dalam Kerajaan Sorga

  • Harus merendahkan diri (18:1-5)
  • Harus menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan (18:6-11) g Harus mencari saudara yang tersesat (18:12-14)
  • Harus menegor saudara yang berbuat dosa (18:15-20)
  • Harus mengampuni orang lain (18:21-35)
  • Tidak boleh menceraikan suami atau isteri (19:1-12)
  • Harus memperhatikan anak-anak kecil (19:13-15)
  • Harus mengutamakan Yesus atas segala sesuatu termasuk harta jasmani (19:16-30)
  • Tidak boleh iri hati karena Allah lebih memberkati orang lain (20:1-16)
  • Harus menjadi pelayan dan hamba dari semua (20:20-28)

“lemah lembut sambil menjaga dirimu sendiri supaya kamu juga jangan kena pencobaan” (Gal. 6:1).

Kita semua orang berdosa dan kalau kita sungguh-sungguh berusaha hidup seperti Kristus, kita akan bertobat dari segala dosa. Kita juga harus saling menasihati setiap hari supaya kita jangan jatuh ke dalam dosa (Ibr. 3:12,13).

Kalau kita tahu bahwa saudara kita berbuat dosa, kita harus menegor dia di bawah empat mata. Tidak boleh bercerita-cerita dosanya di mana-mana atau mengumumkan dosa itu. Kalau dia adalah orang Kristen benar yang sungguh-sungguh berusaha hidup sesuai dengan kehendak Allah, pasti dia akan bertobat. Tetapi seandainya dia tidak mau bertobat, maka kita harus membawa satu atau dua orang lain untuk menegor dia. Kalau dia tidak mau bertobat baru sesudah itu, maka kita harus mengumumkan perkara itu kepada jemaat. Jemaat harus menegor dia untuk bertobat, dan kalau dia tidak mau mendengarkan jemaat dan bertobat, dia harus dikucilkan atau diusir dari jemaat.

Kerajaan Sorga terdiri dari orang yang sudah bertobat dari dosa dengan segenap hati. Kerajaan Sorga terdiri dari orang yang suci dan kudus dan yang menjauhkan dirinya dari segala dosa dan kejahatan. Kerajaan Sorga terdiri dari orang yang bertobat terus dari dosanya. Orang yang belum bertobat atau yang tidak mau bertobat tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Jadi kalau ada orang di dalam jemaat yang jatuh ke dalam dosa dan hidup di dalam dosa dan dia tidak mau lagi bertobat dari dosanya, maka dia harus diusir dari jemaat oleh karena dia tidak lagi mau hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dia tidak mempunyai bagian lagi di dalam Kerajaan Sorga yaitu dia tidak bisa kembali kepada jemaat sampai saat dia bertobat dengan segenap hati.

Perumpamaan Tentang Pengampunan (Mt. 18:21-35)
Petrus ingin tahu sampai berapa kali dia harus mengampuni saudaranya. Yesus menjawab bahwa dalam Kerajaan Sorga tidak ada batas (18:21-22). Kita diwajibkan mengampuni saudara kita terus-menerus bahkan jikalau dia berbuat dosa terhadap kita tujuh kali sehari (Lk. 17:4). Yesus mengucapkan suatu perumpamaan untuk menunjukkan kepada kita ajaran itu lebih baik.

Pelajaran dasar perumpamaan itu ialah, kita diwajibkan untuk selalu mengampuni saudara kita terus-menerus. Kalau kita tidak mau mengampuni, Allah juga tidak akan mengampuni kita. Dan kalau Allah tidak mengampuni dosa kita lagi, maka tidak mungkin kita pergi ke sorga.

Perceraian (Mt. 19:1-12)
Orang Farisi datang lagi untuk mencobai Yesus. Mereka bertanya tentang perceraian. Yesus berkata bahwa maksud Allah sejak semula adalah supaya suami isteri bersatu dan jangan diceraikan (19:1-6).

Kalau begitu mereka ingin tahu kenapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya (19:7-9). Yesus menjawab bahwa Musa mengizinkannya karena ketegaran hati mereka walaupun itu bukan kehendak Allah dari semula. Yesus berkata bahwa sebenarnya perceraian itu dosa. Orang yang menceraikan isterinya kecuali karena perzinahan berbuat dosa. Orang yang sudah masuk ke dalam Kerajaan Sorga harus setia kepada suaminya atau isterinya dan tidak boleh bercerai.

Yesus Memberkati Anak-Anak (Mt. 19:13-15)
Biasanya orang besar tidak mau diganggu oleh anak-anak. Misalnya, kalau bupati atau gubernur datang ke desa, tidak boleh semua anak-anak lari kepadanya untuk pegang tangan dan ketemu dia. Menurut pendapat dunia, itu tidak wajar atau sopan. Dia mempunyai urusan yang lebih penting. Bukan demikian dengan Yesus. Yesus menegor murid-muridNya supaya jangan menghalang-halangi anak-anak kecil itu datang kepadaNya. Yesus ingin memberkati anak-anak itu.

Orang Kristen tidak terlalu sibuk, terlalu penting, atau terlalu besar supaya tidak bisa menerima dan membantu orang, bahkan anak kecil. Di dalam Kerajaan Sorga anak-anak kecil itu juga penting dan kita harus selalu memperhatikan mereka.

Orang Muda yang Kaya (Mt. 19:16-30)
Orang muda yang kaya datang kepada Yesus dan ingin tahu, “Perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (19:16).

Kita tidak diselamatkan karena perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan. Kita diselamatkan oleh karena kita menuruti segala perintah Allah (19:17). Kita harus mengutamakan Allah atas segala sesuatu. Orang muda ini yang kaya mengutamakan kekayaannya atas Allah. Oleh karena itu Yesus menyuruh dia untuk menjual segala miliknya. Dia tidak mau karena dia mencintai kekayaannya lebih dari pada Allah.

Yesus tidak menyuruh kita untuk menjual segala milik kita, hanya jangan mencintai harta lebih dari Kristus. Memang, Yesus mengajar bahwa untuk menjadi muridNya kita harus melepaskan segala milik kita (Lk. 14:33). Itu berarti, kita harus rela menjual harta kita kalau ada keperluan. Kita harus rela memberikan milik kita kepada orang lain yang memerlukannya. Yesus harus lebih penting dan utama dari pada milik kita.

Itu tidak mustahil untuk orang kaya pergi ke sorga, tetapi sukar sekali karena biasanya orang kaya tidak mau menyerahkan kekayaannya kepada Yesus (19:23-26).

Petrus memegahkan dirinya dan berkata bahwa semua muridNya sudah meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus (19:27-29). Apakah yang akan mereka peroleh? Ya, murid- muridNya akan memerintah dengan Yesus. Dan semua pengikut Yesus yang meninggalkan segala sesuatu akan diberkati oleh Allah seratus kali lipat. Tetapi Allah harus terutama dalam kehidupan kita, lebih utama dari pada kekayaan. Kita harus mengabdi kepada Allah dari pada kepada harta jasmani (Mt. 6:24).

Perumpamaan Tentang Orang-Orang Upahan di Kebun Anggur (Mt. 20:1-16)
Yesus mengucapkan perumpamaan ini untuk menunjukkan “tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu” (19:30; 20:16).

Orang-orang berpikir bahwa orang yang bekerja lebih keras atau lebih lama dari pada orang lain akan diberkati atau menerima upah yang lebih banyak. Kita semua dipanggil ke dalam Kerajaan Sorga dan ada janji hidup yang kekal bagi semua orang yang setia. Kalau Allah ingin menghormati atau memberkati seorang lebih dari kita, itu bukan urusan kita. Allah adil dan juga murah hati dan kita harus bersukacita atas kemurahan Allah dan jangan iri hati.

Pelajaran dasar adalah Allah adil dan akan memenuhi janjiNya. Dia juga murah hati dan memberkati orang menurut kehendakNya.

Pemberitahuan Yesus Tentang KematianNya (Mt. 20:17-19)
Yesus lagi memberitahukan kematianNya untuk mempersiapkan murid-muridNya untuk peristiwa itu.

Permintaan Ibu Yakobus dan Yohanes (Mt. 20:20-28)
Murid-murid Yesus masih berpikir seperti orang duniawi. Mereka belum mengerti tujuan dan sifat Yesus. Mereka mengikuti Yesus untuk menjadi pembesar dalam kerajaanNya. Mereka mau memerintah.

Mungkin Yakobus dan Yohanes malu minta ini dari Yesus dan minta agar ibu memintakannya bagi mereka. Mereka mau duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus dalam kerajaanNya (20:20-21). Yesus adalah Raja. Tempat kananNya adalah orang kedua dan tempat kiriNya adalah orang ketiga. Mereka ingin mempunyai kedudukan yang paling tinggi di bawah Yesus dalam kerajaanNya.

Mereka tidak tahu apa yang mereka minta (20:22-23). Bisakah mereka minum cawan yang harus diminum Yesus? Yaitu apakah mereka mau menderita seperti Yesus akan menderita? Mereka mau dan mereka akan menderita tetapi Yesus tidak mempunyai hak untuk memberikan kedudukan itu dalam kerajaanNya.

Murid-murid lain marah terhadap keduanya itu (20:24), kemungkinan karena mereka juga ingin meminta hal itu dari Yesus dan kedua murid itu memintanya lebih dahulu.

Terus Yesus berkata bagaimana pembesar duniawi memerintah (20:25). Mereka memerintah dengan keras dan dengan tangan besi. Mereka menguasai rakyat dan berkuasa untuk memaksa orang. Mereka mencari keuntungan bagi dirinya sendiri dan tidak memperhatikan rakyat.

Tetapi untuk orang Kristen, tidak boleh demikian (20:26-28). Pembesar dalam Kerajaan Sorga harus menjadi pelayan dan hamba. Dari pada menguasai, memerintah dan memaksa orang, dia harus melayani orang menjadi teladan dan memberikan nyawanya bagi orang lain sama seperti Yesus, Raja kita, memberikan nyawaNya bagi kita.

Yesus Menyembuhkan Dua Orang Buta (Mt. 20:29-34)
Yesus mempraktekkan ajaranNya dalam kehidupanNya sendiri. Dia sedang berjalan ke Yerusalem dan dua orang buta berseru kepadaNya. Orang banyak menyuruh mereka diam. Tetapi mereka makin keras berseru. Yesus berhenti untuk melayani dan membantu mereka. Yesus datang untuk melayani dan orang yang mau hidup di dalam Kerajaan Sorga harus siap untuk melayani semua orang pada segala saat.