Injil Matius 21-23: Perhadapan Sang Raja dengan Penguasa-Penguasa Dunia

Inilah minggu yang terakhir di dalam kehidupan Yesus di bumi ini. Sekarang Dia berhadapan langsung dengan orang-orang yang menentangNya. Musuh-musuhNya berusaha untuk menjerat Dia dalam perkataanNya. Yesus menyatakan kebodohan dan kejahatan hati mereka. Oleh karena perhadapan yang tajam ini, Yesus memeteraikan nasibNya. Musuh- musuhNya sepakat untuk membunuhNya.

Triumphal Entry into Jerusalem

Yesus Diterima ke dalam Yerusalem Sebagai Raja (Mt. 21:1-11)
Yesus adalah Raja walaupun pemimpin-pemimpin Yahudi tidak mau menerima Dia sebagai Raja. Namun, waktu Yesus masuk Yerusalem kali yang terakhir ini, Dia diterima sebagai Raja dan Mesias oleh orang banyak. Pemimpin-pemimpin agama Yahudi berkeberatan atas puji- pujian yang diterima Yesus. Mereka iri hati dan menegor Yesus.

Yesus Menyucikan Bait Allah (Mt. 21:12-17)
Sesudah Yesus masuk Yerusalem, Dia pergi ke Bait Allah. Di halaman Bait Allah ada banyak penjual yang menjual binatang-binatang untuk dipersembahkan kepada Allah. Juga ada penukar uang. Orang tidak bisa membeli binatang-binatang itu dengan uang Roma. Mereka harus menukar uangnya dan nilai penukaran uang itu mahal, tidak adil. Penukar uang beruntung banyak.

Sebenarnya Bait Allah adalah tempat doa dan orang Yahudi membuatnya menjadi pasar. Selain dari itu mereka mencuri dari masyarakat dengan memaksa orang untuk membeli korban dengan harga yang mahal. Itulah sebabnya Yesus mengusir semua keluar. Mereka tidak menghormati Allah atau tempat sembahyangNya.

Yesus Mengutuk Pohon Ara (Mt. 21:18-22)
Pohon ara itu mempunyai daun tetapi tidak ada buah. Ternyata bahwa harus ada buah, tetapi tidak ada. Yesus mengutuk pohon itu dan pohon itu menjadi kering.

Yesus mengajarkan kepada kita di sini bahwa kita harus mempunyai iman. Orang yang mempunyai iman, bahkan iman yang kecil, bisa melakukan perkara besar dalam Yesus yang memberikan kekuatan kepadanya (Flp. 4:13).

Mungkin Yesus melakukan ini dengan maksud lain. Mungkin Yesus bermaksud untuk menunjukkan atau mengajar juga bahwa orang Yahudi adalah umat Allah. Seharusnya mereka bergiat dan berbuah bagi Allah, tetapi mereka tidak berbuah. Mereka tidak menerima Yesus sebagai Mesias. Mereka mau dan akan membunuh Yesus. Oleh karena itu, orang Yahudi juga akan dihukum dan dibinasakan.

Yesus dan Pemimpin Agama Yahudi Bertengkar (Mt. 21:23-22:46)

Soal Asal Kuasa Yesus (Mt. 21:23-27)
Yesus sudah menyucikan Bait Allah, pemimpin agama Yahudi sangat marah. Yesus menyembuhkan. Orang Farisi tidak senang. Yesus mengajar banyak hal tetapi Dia tidak mendapat izin dari pemimpin-pemimpin agama Yahudi untuk melakukan semuanya ini. Dari manakah Yesus mendapat kuasa untuk bertindak begitu? Untuk melakukan dan mengajarkan semuanya itu? Mereka datang dan bertanya. Mereka ingin mencobai Yesus dan menjeratNya. Kalau Yesus menjawab bahwa Dia mendapat kuasa itu dari Allah, pemimpin agama itu bisa memfitnah Yesus sebagai orang yang kerasukan setan, sebagai orang pendusta dan penipu karena kalau Yesus menerima kuasa dari Allah, tentu Dia memelihara hari Sabat dan adat-istiadat nenek moyang dan menghormati pemimpin-pemimpin agama Yahudi.

Yesus tidak akan menjawab kecuali mereka menjawab satu pertanyaan dahulu. Dia menanyakan mereka tentang baptisan Yohanes. Mereka juga tidak mau menjawab karena mereka takut terhadap masyarakat dan mereka sendiri tidak percaya kepada Yohanes Pembaptis. Oleh karena itu, Yesus juga tidak akan menjawab pertanyaan mereka.

Perumpamaan Tentang Dua Orang Anak (Mt. 21:28-32)
Anak yang pertama adalah pemimpin-pemimpin agama Yahudi yang beromong-kosong. Yang kedua adalah orang berdosa yang bertobat.

Perumpamaan Tentang Penggarap-Penggarap Kebun Anggur (Mt. 21:33-46)
Allah mempercayai pemimpin-pemimpin agama Yahudi untuk memelihara dan memimpin orang-orang Yahudi, umatNya, dalam jalan yang benar. Tetapi mereka tidak bertanggung jawab. Mereka bukan pemimpin yang baik. Mereka tidak menghormati utusan dan nabi Allah. Bahkan Allah mengutus AnakNya dan pemimpin-pemimpin orang Yahudi membunuh AnakNya itu. Mereka hanya mencari kuasa saja dan memperhatikan kepentingan mereka sendiri. Mereka tidak mempedulikan kawanan domba. Oleh karena itu mereka akan dihukum keras.

Perumpamaan Tentang Perjamuan Kawin (Mt. 22:1-14)
Pemimpin agama Yahudi tidak menerima Yesus. Oleh karena itu, Allah mengundang orang lain, baik yang jahat, maupun yang baik. Orang yang datang ke perjamuan kawin diberikan pakaian pesta oleh raja. Orang yang tidak mau menerima pakaian itu adalah orang yang berusaha masuk atas kehendaknya sendiri. Tidak boleh! Kita harus masuk melalui jalan yang sudah dibuat oleh Allah. Kita harus menerima kasih karunia yang Allah anugerahkan kepada kita untuk pergi ke sorga.

Soal Membayar Pajak kepada Kaisar (Mt. 22:15-22)
Orang Farisi sangat marah, dan merasa sangat terhina karena apa yang dikatakan Yesus. Mereka tahu bahwa Yesus mengucapkan perumpamaan-perumpamaan tentang mereka. Mereka merasa bahwa mereka harus merendahkan Yesus di mata masyarakat supaya pengaruhNya kurang. Kalau tidak, mereka merasa bahwa nanti negara kacau. Mereka berusaha untuk menjerat Dia supaya Dia bisa ditangkap dan dihukum mati. Mereka sekarang berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus.

Mereka sekarang bekerjasama dengan musuhnya, orang Herodian. “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” mereka bertanya. Pertanyaan itu bagus sekali, cerdik. Kalau Yesus menjawab, “Ya,” maka Dia akan direndahkan di mata masyarakat yang tidak mau membayar pajak kepada Roma. Bagaimanakah Yesus bisa mendukung pemerintah Roma? Pasti banyak pengikutNya mengundurkan diri dari padaNya.

Kalau Yesus menjawab, “Tidak,” maka Dia bisa ditangkap oleh pemerintah Roma sebagai pemberontak yang mendorong orang Yahudi untuk melawan pemerintah.

 Tetapi Yesus tahu hati mereka, dan jawabanNya itu lebih cerdik lagi. Mereka tidak dapat menjerat Yesus. Mereka heran dan meninggalkan Dia.

Soal Kebangkitan (Mt. 22:23-33)
Pasti orang Saduki, yang tidak percaya bahwa ada kebangkitan, mengajukan soal ini kepada orang Farisi, yang percaya bahwa ada kebangkitan. Mereka memalukan orang Farisi dengan pertanyaan ini karena orang Farisi tidak bisa menjawab. Bagaimana Yesus? Bisakah Dia menjawab atau tidak?

Yesus sudah mengajar bahwa ada kebangkitan dan orang Saduki berpikir mereka bisa memalukan Yesus juga dengan pertanyaan ini. Tetapi sebaliknya, Yesus memalukan mereka! Itulah orang-orang Saduki yang tidak tahu Kitab Suci atau mengerti kuasa Allah.

Soal Hukum yang Terutama (Mt. 22:34-40)
Mungkin mereka berpikir Yesus akan menjawab dengan jawaban yang tidak menurut ajaran mereka. Tetapi kali ini, ajaran dan kepercayaan mereka benar. Yesus menjawab bahwa kasih kepada Allah dan manusia adalah hukum yang terutama. Yesus hanya melawan ajaran-ajaran yang tidak benar. Tetapi walaupun orang mempunyai sebagian kebenaran, itu tidak berarti mereka berkenan kepada Allah kecuali mereka mempunyai seluruh kebenaran.

Soal Mesias dan Daud (22:41-46)
Banyak orang sudah mengajukan banyak soal kepada Yesus. Sekarang Yesus mau mengajukan satu soal kepada mereka, “Anak siapakah Mesias itu?” Tidak ada yang bisa menjawab. Biasanya seorang ayah tidak menyebut anaknya “Tuan.” Itu tidak wajar oleh karena ayah lebih tinggi dari pada anaknya. Tetapi kalau tuan itu adalah Anak Allah, boleh. Pasti Maria, ibu Yesus juga menyebut Dia “Tuhan,” karena, walaupun Yesus adalah anaknya, Dia juga adalah Juruselamatnya. Yesus mau menunjukkan bahwa Mesias itu lebih tinggi dari pada Daud, bahkan Anak Allah sendiri. Tetapi orang Farisi tidak mau mengaku bahwa Mesias itu adalah Anak Allah. Mereka tidak mempunyai kepercayaan begitu.

Yesus Mengecam Ahli-Ahli Taurat dan Orang-Orang Farisi (Mt. 23:1-39)
Sudahlah! Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat sangat tegar hati, sehingga mereka tidak mau bertobat dan tidak mau menerima Yesus. Mereka terus berusaha mencobai Yesus, menjeratNya, dan merendahkanNya. Mereka orang munafik. Sekarang Yesus menyatakan dengan jelas, hati mereka yang jahat.

  • Mereka tidak melakukan apa yang mereka ajarkan (23:2-4).
  • Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang, bukan Allah (23:5-7).
  • Mereka mencari gelar dan kedudukan untuk menerima hormat dari manusia dan menguasai atas orang lain (23:8-12).
  • Mereka tidak mau menerima Yesus dan melarang dan menghalangi orang yang mau (23:13).
  • Mereka berbuat jahat sambil berupa saleh (23:14).
  • Mereka tidak mau mentobatkan orang kepada Allah, hanya membuat dia orang fanatik dua kali lebih untuk agama mereka sendiri (23:15).
  • Mereka main-main dengan kata dan sumpah dan tidak mengerti hal-hal yang lebih penting (23:16-22).
  • Mereka sibuk-sibuk dalam hal-hal yang terkecil sambil mengabaikan hal-hal yang terbesar (23:23-24).
  • Mereka berupa saleh di hadapan orang tetapi hatinya jahat sekali (23:25-28).
  • Mereka semua seperti nenek moyang mereka yang menolak dan membunuh nabi-nabi yang diutus Allah (23:29-36).

Yesus mengasihi orang Yahudi dan Dia rindu memelihara dan melindungi mereka seperti ayam melindungi anaknya, tetapi mereka tidak mau. Oleh karena itu, kota itu akan dibinasakan.

Photo Credit: http://gardenofmary.com/wp-content/uploads/2013/03/Christs-Entry-into-Jerusalem.jpg