Injil Matius 26-28: Kematian dan Kebangkitan Sang Raja

Yesus sudah menyatakan kejahatan hati orang-orang Farisi di muka umum. Dengan berbuat demikian, Yesus memalukan dan menghina mereka. Yesus bernubuat bahwa Yerusalem akan dibinasakan satu hari kelak oleh karena kejahatan orang-orang Yahudi. Kita harus siap sedia. Orang-orang Farisi sekarang berunding bagaimana mereka bisa menangkap Yesus dan membunuh Dia. Mereka sungguh-sungguh merasa terancam oleh Yesus. Mereka tidak mau bertobat dari dosa mereka. Mereka hanya mencari kepentingan sendiri. Yesus akan disalibkan, dan oleh kematianNya di kayu salib Dia akan menebus manusia dari dosanya dan memberikan hidup yang kekal kepada umat manusia yang percaya kepadaNya.

Crucifixion of Jesus Christ

Rencana untuk Membunuh Yesus (Mt. 26:1-5)
Yesus memberitahukan kepada murid-muridNya lagi bahwa Dia akan disalibkan. Pemimpin- pemimpin agama Yahudi sangat marah dan sepakat untuk menangkap Yesus dan membunuhNya.

Yesus Diurapi (Mt. 26:6-13)
Ada perempuan yang mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal. Dia melakukannya untuk mempersiapkan Yesus untuk penguburanNya. Kita tidak boleh mengeritik atau merendahkan orang yang berbuat baik.

Yudas Setuju untuk Mengkhianati Yesus (Mt. 26:14-16)
Kita tidak tahu kenapa Yudas ingin menyerahkan Yesus kepada pemimpin-pemimpin Yahudi. Mungkin dia marah terhadap Yesus dan mau membalas? Mungkin dia meminta kuasa atau sesuatu hal lain dari Yesus dan Dia tidak memberikannya? Mungkin Yudas hanya mau mencari uang dan melihat bahwa ini kesempatan yang baik? Kita tidak tahu kenapa Yudas berbuat begitu tetapi itulah sudah di dalam rencana Allah.

Perjamuan Paskah (Mt. 26:17-29)
Perjamuan Paskah itu adalah suatu perjamuan untuk memperingatkan keluaran bangsa Israel dari Mesir. Dalam perjamuan ini Yesus menunjuk Yudas sebagai orang yang akan mengkhianati Dia. Yesus juga menetapkan Perjamuan Tuhan agar pengikut-pengikutNya memperingatkan korbanNya di kayu salib (Mt. 26:26-28). Dia berkata bahwa roti itu adalah tubuhNya dan anggur itu adalah darahNya yang ditumpahkan untuk pengampunan dosa. Oleh darah Yesus kita dapat diampuni dari dosa kita.

Petrus Akan Menyangkal Yesus (Mt. 26:31-35)
Mungkin murid-murid Yesus belum mengerti atau belum menerima pemberitahuan bahwa Yesus akan mati. Mereka siap untuk berperang bersama dengan Yesus, bahkan sampai mati untuk mendirikan kerajaan Israel kembali. Yesus berkata bahwa mereka semua akan melarikan diri. Mereka belum mengerti.

Di Taman Getsemani (Mt. 26:36-46)
Yesus sangat susah dan sedih. Yesus juga manusia dan Dia tidak mau menderita atau mati di kayu salib. Dia belum pernah berbuat dosa, dan Dia tahu bahwa di atas kayu salib, Dia akan memikul dosa seluruh dunia padaNya. Dia akan dicemarkan oleh dosa dan kejahatan kita. Itu yang membuat Dia paling susah dan gentar karena Dialah suci dan kudus dan tidak pernah dijamah oleh dosa. Dosa adalah kejijikan bagi Yesus dan Allah. Dia tahu bahwa Allah akan meninggalkan Dia untuk pertama kali sejak kekekalan. Karena Yesus memikul dosa kita, maka Dia tidak bisa kembali kepada kedudukanNya yang asli di sorga. Yesus tahu bahwa Dia akan harus tunduk kepada Allah untuk selama-lamanya. Yesus susah sekali dan dari saat ini sampai Dia mati, kesusahanNya akan makin besar. Dia mau dan minta dari Allah supaya Dia tidak harus mati. Tetapi tidak ada cara lain untuk manusia diselamatkan. Kalau Yesus tidak mati di kayu salib dan menjadi korban penghapus dosa bagi kita, maka tidak ada seorangpun yang dapat masuk ke dalam sorga. Yesus tidak akan melakukan kehendakNya, melainkan kehendak Allah. Yesus selalu melakukan kehendak Allah.

Yesus Ditangkap (Mt. 26:47-56)
Yudas datang untuk menyerahkan Yesus kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi (26:47- 50). Petrus sudah siap bertengkar dan memutus telinga hamba Imam Besar (26:51-54). Petrus tidak mau agar Yesus ditangkap dan mau mulai perang untuk mendirikan kembali kerajaan Israel. Yesus menegor Petrus. Jikalau Yesus mau melawan, maka Dia bisa memanggil 72.000 malaikat dari sorga untuk membantu Dia, tetapi itu bukan tujuanNya. Yesus menyerahkan diriNya sendiri ke dalam tangan mereka. Yesus tidak ditangkap dengan paksa. Yesus rela mati bagi umat manusia.

Waktu murid-muridNya melihat bahwa Yesus tidak mau berjuang, dan bahwa Dia ditangkap sebagai orang jahat, mereka menjadi takut dan melarikan diri. Mereka juga tidak mau ditangkap (26:55-56).

Yesus di Hadapan Mahkamah Agama (Mt. 26:57-68)
Pemeriksaan ini diadakan pada waktu malam. Itu tidak sesuai dengan undang-undang Yahudi. Ada saksi-saksi palsu yang tidak setuju. Tidak ada saksi bagi Yesus! Pemeriksaan ini dijalankan dengan ketidakadilan.

Yesus memberi saksi tentang diriNya dan mengaku bahwa Dialah Mesias, Anak Allah (26:63- 64). Saksi itu benar dan Yesus mengatakan kebenaran dan tidak berdusta, walaupun Dia tahu bahwa oleh saksi itu, Dia akan dihukum mati. Tetapi semuanya di dalam rencana Allah untuk keselamatan kita. Yesus, seorang yang adil, jujur, baik, tanpa dosa, yang tidak pernah melakukan kejahatan, dihukum mati sebagai orang jahat. Dia kena hukuman kita supaya jangan kita dihukum ke dalam neraka, melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Petrus Menyangkal Yesus (Mt. 26:69-75)
Petrus, walaupun takut, masih ingin tahu apakah yang akan terjadi. Oleh karena itu, dia mengikut Yesus, tetapi dari jauh. Ada orang yang bertanya jikalau dia adalah pengikut Yesus. Petrus menjadi takut, dia tidak mau ditangkap seperti Yesus. Petrus tidak melanggar hukum. Petrus tidak bersalah. Petrus tidak mau menderita. Oleh karena itu, lebih baik menyangkal saja dan menyelamatkan nyawanya. Jadi Petrus menyangkal Yesus tiga kali, baru ayam berkokok.

Petrus ingat perkataan Yesus dan menyesal, keluar, dan menangis terus dengan sedih-sedihnya.

Yudas Membunuh Diri (Mt. 27:1-10)
Yesus diserahkan kepada Pilatus, wali negeri Roma, karena orang Yahudi tidak mempunyai hak untuk menjatuhkan hukuman mati atas seorangpun (27:1-2).

Mungkin Yudas tidak tahu bahwa Yesus akan dihukum mati waktu dia menyerahkanNya (27:3-5). Mungkin dia berpikir bahwa Yesus, yang mempunyai kuasa, akan menyelamatkan diriNya. Yudas menyesal tetapi dia tidak bertobat. Terus dia keluar dan membunuh dirinya setelah mengembalikan uang itu kepada pemimpin-pemimpin agama Yahudi.

Pemimpin-pemimpin agama Yahudi yang menuruti hukum dengan “teliti” tidak mau mengembalikan uang itu dalam peti persembahan walaupun mereka memeriksa, menghakimi dan menjatuhkan hukuman mati atas Yesus dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum mereka (27:6-10).

Yesus di Hadapan Pilatus (Mt. 27:11-26)
Yesus mengaku benar bahwa Dialah raja orang Yahudi, tetapi Pilatus tidak menyangka bahwa Yesus merupakan suatu ancaman bagi pemerintah Roma dan mau melepaskan Yesus. Orang Yahudi ingin agar Barabas dilepaskan dan mendesak agar Yesus disalibkan. Walaupun Pilatus ingin melepaskan Yesus, namun oleh karena kekacauan yang mulai timbul antara orang Yahudi, maka Pilatus menyerahkan Yesus kepada kemauan mereka untuk disalibkan.

Yesus Disalibkan (Mt. 27:27-61)
Yesus diolok-olokkan oleh pasukan Roma sambil disesah menurut kebiasaan untuk semua orang yang akan disalibkan. Terus, Yesus dibawa untuk disalibkan. Dia terus diejek oleh orang- orang yang lewat dan oleh orang-orang yang berdiri di kayu salib untuk melihat apa yang akan terjadi. Yesus Kristus, yang hanya berbuat baik, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, mengusir setan, dan lain-lain, sekarang disalibkan sebagai orang penjahat. Bahkan Allah meninggalkan Yesus sehingga Dia betul-betul sendiri. Pada saat Yesus meninggal, banyak hal ajaib terjadi sehingga kepala pasukan dan prajurit-prajurit lain mengaku bahwa memang Yesus adalah Anak Allah.

Kubur Yesus Dijaga (Mt. 27:62-66)
Pemimpin-pemimpin agama Yahudi senang bahwa Yesus sudah mati dan dikuburkan. Mereka tidak mau agar murid-muridNya datang dan mencuri mayatNya dan terus menipu masyarakat bahwa Yesus telah dibangkitkan. Rupanya, hanya mereka yang ingat bahwa Yesus berkata bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Oleh karena itu, mereka meminta agar Pilatus mengirim penjaga-penjaga untuk menjaga kubur Yesus.

Yesus Dibangkitkan (Mt. 28:1-10)
Pada hari pertama minggu itu Maria dan Maria pergi mengunjungi kuburan Yesus dan menemukan malaikat. Kubur itu kosong. Yesus sudah bangkit. Mereka pergi untuk memberitahukan murid-muridNya dan Yesus bertemu dengan mereka di jalan. Yesus pertama- tama menampakkan diriNya kepada seorang perempuan setelah Dia bangkit.

Dusta Mahkamah Agama (Mt. 28:11-15)
Mahkamah Agama tergoncang atas laporan penjaga-penjaga. Mereka tidak mau percaya bahwa mungkin Yesus memang adalah Anak Allah bahwa Dia memang dibangkitkan. Mereka sepakat untuk berdusta dan menipu dengan berkata bahwa murid-muridNya datang malam- malam dan mencuri mayatNya ketika penjaga-penjaga sedang tidur. Setelah membayar penjaga- penjaga banyak uang agar mereka berdusta demikian, penjaga-penjaga itu setuju.

Dusta ini agak susah dipercayai sedangkan ada sekitar 60 penjaga dan hukuman yang dikena oleh seorang penjaga yang tidur, adalah hukuman mati. Bagaimanakah semua penjaga tidur sekaligus dan bagaimanakah murid-murid Yesus mengguling batu karang yang besar itu yang menutupi kubur tanpa seorang penjaga mendengar dan terjaga dari tidurnya? Ternyata bahwa Yesus betul-betul bangkit pada hari itu.

Perintah Agung (Mt. 28:16-20)
Yesus sudah bangkit pada hari ketiga dan sebelum Dia naik ke sorga, Dia memberikan perintah agung ini kepada murid-muridNya. Inilah tujuan Yesus ke bumi agar dunia mendengar injil itu dan mentaatinya dan diselamatkan. Perintah ini diberikan kepada murid-muridNya, dan juga kepada kita. Kita semua sebagai orang Kristen mempunyai tanggung jawaban untuk memberitakan injil dan mengajar orang tentang Firman Allah. Dan Yesus berjanji untuk selalu menyertai kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan firmanNya.

Photo Credit: http://chissmiss.files.wordpress.com/2011/10/308935_10150396995611803_781561802_10082403_169575497_n.jpg