JAMINAN BESAR: TIDAK ADA LAGI HUKUMAN

Dengan memasuki Roma 8 seseorang dengan cepat menemukan pasal yang paling menghibur dalam buku Roma, barangkali dalam keseluruhan Alkitab!  Urutan berikutnya adalah Mazmur 23, Yohanes 14 dan 1 Korintus 15. Barangkali merupakan bagian kemuliaan yang sangat bertentangan dengan kepedihan dalam pasal tujuh.  “Wah, aku orang yang celaka ini!  Siapakah gerangan akan melepaskan aku keluar dari dalam tubuh maut ini?” (Roma 7:24).  Roma 7:14-25 nampaknya menggambarkan peperangan yang tidak berpengharapan seperti “tabiat duniawi berlawanan dengan Roh” (Galatia 5:17).  Tetapi dalam Galatia 5:16 Paulus baru berkata, “Berjalanlah kamu dengan Roh, niscaya kehendak tabiat duniawi tiada akan kamu genapkan.”  Roma 8:1-7 adalah penjelasan ilahi untuk ayat tersebut.

Kemerdekaan yang ditekankan dalam Roma adalah: Kemerdekaan dari murka Allah oleh kasih Allah (5:1-11); kemerdekaan dari dosa melalui baptisan (6:1-14); kemerdekaan dari Taurat melalui kematian Kristus (7:1-6); dan kemerdekaan dari maut melalui Roh (8:1-11).  Sungguh, “barang di mana ada roh Tuhan, di situlah kebebasan” (2 Korintus 3:17). Kita telah dipanggil kepada kebebasan (Galatia 5:13).

Perkataan “Roh” tidak terdapat di dalam Roma 7 tetapi dalam pasal 8 banyak terdapat. Demikian juga kalau kita mencoba berperang melawan daging tanpa Roh, kita akan kalah dalam peperangan.  Jika kita memperlengkapi diri kita dengan Roh sebagai “hukum kehidupan” kita akan menjadi “lebih dari penakluk.”  Berkat besar tersedia dan diberikan dalam Roma 8; saya menghitung 21 tetapi masih lebih dari itu.  Pertama kali dikatakan, “tidak ada hukuman,” dan selanjutnya dikatakan dengan hidup, damai, dihidupkan kembali, hak menjadi anak, saksi, pewaris, pengharapan kemuliaan yang akan datang, semuanya bekerja untuk kebaikan kita, dan Tuhan untuk kita.  Apa lagi yang dapat saudara temukan?

Hukum Lama dikutuk dengan menyatakan dosa dan penghakiman di dalam Kristus semuanya itu tidak ada lagi!  Kepada kita ditunjukkan bahwa sekarang kita di dalam “tubuh yang mati itu” (7:24).  Ingatlah bahwa Hukum membuat manusia melihat keberdosaannya dan ketidakberpengharapannya.  “Tidak ada lagi hukuman” tidak berarti bahwa kita sama sekali melarikan diri dari Hari Penghakiman tetapi tidak lagi mendapat hukuman pada Hari Penghakiman.

Di dalam Kristus kita harus hidup sebagai orang yang diampuni karena memang demikian!  Ingatlah, Roma 6:3 menyatakan bahwa kita “dibaptiskan ke dalam Kristus.”  Sekarang kita di dalam “kesatuan iman” dengan Kristus, mati bersama dia, dikuburkan bersama Dia dan dibangkitkan bersama Dia (6:4).

Sekarang kita banyak persamaan dengan Kristus.  Sama seperti Paulus dengan mudah dapat merobah pribadinya dengan menerima Kristus. dibandingkan lagi dengan Kristus yang berada di sebelah kanan Allah dan semua umatNya yang menerima kehidupan Kristus “tidak ada lagi hukuman.” “Di dalam Kristus” adalah menjadi anggota jemaat.  Itu bukan hanya pencatatan namanya dalam buku anggota, tetapi menjadi suatu alat tubuhNya.  Dengan demikian hidup kita bergantung kepadaNya dan Dia bergantung kepada saudara agar kehendaknya terlaksana di dunia ini.

“Tidak ada lagi hukuman” sering disalahartikan dengan “saya tidak akan dihukum; karena itu keselamatan saya tidak akan hilang lagi.”  Maksud sebenarnya bukanlah demikian. Paulus baru menunjukkan apa yang saudara miliki kalau saudara di dalam Kristus. Seseorang bisa berlari masuk ke gua untuk menyelamatkan diri sewaktu angin ribut datang, tetapi dia tidak ada jaminan tidak kena malapetaka pada hari yang akan datang. Dengan kebebasan yang kita miliki tidak berarti kita tidak bertanggung jawab atas tindakan kita pada waktu yang akan datang. Dengan berbuat dosa tetap mengancam apakah dia Kristen atau orang berdosa.  Tetapi di dalam Kristus hukuman selalu dapat dihindarkan.

Pernyataan dalam pasal 7 dirangkum dalam 8:2,3.  Banyak orang menginginkan sesuatu yang misterius dalam “roh” tetapi hal itu tidak diperlukan.  Roh itu memberi hidup, dan itu dilakukan melalui firman (Yohanes 6:63).  Yang memberi hidup adalah yang menyelamatkan; yaitu Injil (Roma 1:16).

Hanya “hukum Roh yang mengaruniakan hidup” yang membebaskan dari “hukuman dosa dan maut” (8:2).  Tetapi apakah “hukum dosa dan maut”?  Itu tidak mungkin hukum Musa.  Jika demikian, Paulus berkata, “Hukum Musa tidak bisa membebaskan aku dari hukum Musa.”  Malah itu adalah prinsip yang bekerja melalui daging seperti yang terdapat dalam 7:23,24 (hukum yang berbeda).  Hukum Musa tidak dapat membebaskan kita dari peperangan di dalam daging yang membuat kita mati secara rohani melalui dosa. Taurat tidak dapat bekerja karena itu lemah melalui daging kita (8:3).  Itu adalah kelemahan manusia yang merangsang dosa di dalam hidup saudara.  Hidup “menurut daging” (8:5) adalah hidup di bawah perintah keinginan sifat alami manusia.  Tetapi di dalam Kristus seseorang dapat hidup dengan suatu hidup di bawah perintah kasih Allah.  Adalah karena keinginan daging yang sering menimbulkan dosa sehingga “daging” dinamakan “penuh dosa”.  “Dosa keinginan daging” tidak hanya dos seks, di antaranya terdapat juga kemarahan, iri hati dan pembunuhan (Galatia 5:19-21).

Beberapa orang beranggapan Kristus memberi kita kekuatan untuk melakukan kebenaran dengan melakukan Hukum Taurat. Ini berarti sekarang kita mempunyai kekuatan yang luar biasa hidup di atas dosa.  Pengertian seperti itu sangat bertentangan dengan keterangan Paulus.  Keselamatan kita adalah karena perbuatan Yesus, dan bukan karena perbuatan kita sekarang.

Kekudusan orang Kristen artinya bahwa kita mempunyai roh yang baru (2 Kor. 5:17). Hukum Taurat tidak berkuasa memberi hidup baru karena ketidakcukupan diri manusia dihasilkan oleh kuasa pengampunan dari kematian Yesus.  Itu bukanlah karena kita dapat melakukan demikian tetapi karena Yesus melakukannya untuk kita.

Kita kudus bukanlah karena sekarang kita dapat melakukan 10.000 perintah.  Itu dapat terjadi dengan hati yang baru yang membuat “ciptaan baru” di dalam Kristus.  Dengan demikian, kita mempunyai kasih yang baru yang menghargai kasih Allah (1 Yohanes 4:19), dengan keadaan demikian akan menggenapi Taurat (Roma 13:9-10).

 

Pelajaran ini diambil dari Alkitab Mengajar Vol. 3 No. 1, Januari 1991, halaman 4-7.