JEMAAT KRISTUS ITU OTONOM

Jemaat yang dibangun Kristus itu satu di dalam jenis, sekalipun terdiri dari banyak jemaat.  Kristus satu-satunya kepala (Efesus 1:22-23), setiap jemaat itu “merdeka dalam pemerintahan; memerintah dirinya sendiri; juga tanpa kontrol dari luar.”  Inilah definisi Webster mengenai “Otonomi.”  Dalam Perjanjian Baru, satu-satunya organisasi yang melalui itu orang Kristen melayani adalah jemaat lokal atau setempat.  Tidak ada organisasi yang mengikat satu jemaat kepada jemaat lain.  Tidak ada konferensi, sinode, atau persekutuan jemaat-jemaat dalam struktur organisasi.

Kecuali “jemaat umum,” keanggotaan orang kudus dalam abad pertama itu tidak ada yang lebih besar dari jemaat lokal.  Sesuatu yang lebih kecil dari semua keluarga Allah, dan sesuatu yang lebih besar dari jemaat lokal, bukanlah “jemaat” seperti yang terdapat dalam Alkitab!  Dalam hal universal, jemaat tidak mempunyai organisasi duniawi, tidak ada “kepala” duniawi.  Hanya Kristuslah “kepalanya” maka pusat satu-satunya adalah di sorga.  Dalam kedudukan “jemaat” dalam Alkitab ada di bawah Kristus, diperintah oleh “penatua” yang dinamakan juga “bishop” (penyelidik), dan pastor (atau gembala) dan itu dilayani “diaken.”  Setiap penatua itu tunduk kepada kepenatuaan, sama seperti setiap diaken, pengkhotbah, guru, dan setiap anggota tunduk kepada kepenatuaan.

Jemaat yang dijelaskan dalam Perjanjian Baru mempunyai kejamakan “penatua pada setiap jemaat” (Kis. 14:23).  Tiga kata Yunani perlu dicatat dalam hubungan ini: PRESBUTEROS, EPISKOPOS, dan POIMEN. Ketiga kata ini ditujukan kepada orang yang sama di dalam jemaat Tuhan.  “Penatua” (PRESBUTEROS) dari Efesus (Kis. 20:17) dinamakan “pengawas” [atau “penilik” (TB)]. (EPISKOPOS) dalam ayat 28 dikatakan “bishops” dan pekerjaan yang ditugaskan kepada orang ini adalah “memelihara” atau “menjamu” [atau “menggembalakan” (TB)]. (POIMEN) domba Allah atau sebagai “pastor” atau “gembala” domba Allah.  Di dalam Perjanjian Baru ketiga istilah ini (penatua, pastor [gembala], dan bishop [penilik]) adalah nama yang berbeda yang ditujukan kepada orang yang sama.  Rasul Petrus juga menunjukkan ketiga istilah itu kepada orang yang sama.  Dia menulis, “PENATUA (PRESBUTEROS) yang ada di antara kamu saya mendorong . . . GEMBALAKAN . . .” (POIMEN: menjadi pastor atau “gembala” untuk): “MENGGEMBALAKAN umat Allah yang ada di tengah-tengahmu, adakan PENGAWASAN

(EPISKOPOS) (1 Petrus 5:1-2).  Lagi adalah jelas bahwa pada abad pertama itu orang yang sama juga dinamakan “penatua,” “bishop,” dan “pastor.”

Hanya “penatua dan diaken” (Filipi 1:1) sebagai jabatan dalam Jemaat Perjanjian Baru. Untuk setiap jemaat selalu lebih dari satu, yang syaratnya terdapat dalam 1 Timotius 3 dan Titus 1.  Tidak ada bishop (penatua) yang mempunyai kuasa untuk jemaat jemaat lain kecuali untuk jemaat yang dia dipilih dan diangkat.  Pengkhotbah dan semua Kristen juga, perlu mencatat bahwa pemilihan itu satu proses, dan pengangkatan prosedur lain. JEMAAT Yerusalem dikatakan memilih orang, “pilihlah di antara kamu tujuh orang . . .” tetapi pengangkatan itu oleh rasul atau pengkhotbah (Kis. 6:1-6; catat juga Titus 1:5).

 

DENOMINASI

 

Hal yang sama juga benar dengan gereja denominasi moderen di sekitar kita.  Tidak ada ciri-ciri jemaat seperti yang dilukiskan dalam Perjanjian Baru.  Dalam beberapa hal ada kesamaan tetapi tidak mempunyai CIRI KHAS. Dalam banyak pokok identitasnya sangat kabur.  Nyatanya gereja denominasi berbeda satu sama lain dalam hal iman, nama, ajaran, dan praktek, membuktikan semuanya tidak identik dengan jemaat Perjanjian Baru, karena adalah hal yang dasar dan penting “satu tubuh,” sedangkan denominasi ada banyak tubuh atau badan.

Sidang Jemaat Kristus sekarang ini SERUPA dengan jemaat Perjanjian Baru dalam organisasi, nama, ajaran, dan ibadah.  Jemaat sekarang (seperti pada abad pertama) merdeka, dan otonom, mempunyai “bishop dan diaken” dalam setiap jemaat yang sudah diorganiser.

 

( Diterjemahkan David Buskirk, Pelajaran ini diambil dari Alkitab Mengajar, Vol. IV No. 3, Maret 1992, halaman 12-15.)