Kebimbangan bahwa Yesus Adalah Anak Allah, Markus 6-10

Orang-orang mulai menantang Yesus. Yesus melakukan banyak mujizat dan perbuatan yang baik. Orang banyak mengaku bahwa Yesus adalah seorang nabi, tetapi mereka belum yakin bahwa Dialah Mesias atau Anak Allah. Yesus melawan pemimpin-pemimpin agama Yahudi. Ajaran Yesus lain dari pada ajaran orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Yesus menuntut pertobatan, kepercayaan, kesetiaan, pengudusan, dan penyerahan diri. Yesus memanggil pengikut-pengikutNya untuk menderita bagi injil. Banyak orang senang datang untuk mendengarkan pelajaran Yesus dan melihat mujizat-mujizat yang dilakukanNya. Tetapi mereka belum siap untuk menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Yesus. Mereka tidak rela menerima panggilanNya. Mereka belum yakin bahwa Yesus sungguh-sungguh adalah Anak Allah.

Yesus Ditolak di Nazaret (6:1-6)

Yesus kembali ke Nazaret, desa asalNya, dan mengajar di rumah ibadat. Orang-orang Nazaret mengenal Yesus sejak Dia anak kecil dan mengenal Dia dengan baik. Bagaimanakah Dia lebih baik dari pada mereka? Dari manakah Dia dapat kuasa itu untuk melakukan mujizat? Dari manakah Dia memperoleh hikmat yang besar itu? Mereka menjadi kecewa dan menolak Dia. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Yesus Mengutus Kedua Belas Murid (6:7-13)

Kedua belas rasul itu diutus untuk memberitakan injil dan melayani orang. Mereka diberi kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan orang sakit. Mereka dilarang untuk membawa bekal di dalam perjalanan. Mereka harus bersandar kepada Allah untuk segala keperluan. Itulah orang-orang yang mereka layani yang memberikan makanan, penginapan dan keperluan mereka yang lain. Mereka juga harus membiarkan pendengar menerima atau menolak mereka. Mereka tidak boleh memaksa seorangpun.

Kalau kita pergi memberitakan injil, kita harus siap untuk menderita kekurangan dan bersandar kepada Allah untuk memenuhi semua keperluan kita. Kita harus setia melayani Allah dengan memberitakan injil dan kebenaran kepada orang lain. Dan Allah akan memberkati kita.

Yohanes Pembaptis Dibunuh (6:14-29)

Raja Herodes Antipas mendengar tentang Yesus. Orang-orang berkata bahwa Yesus adalah Elia, atau salah satu dari para nabi, atau Yohanes Pembaptis yang bangkit. Itulah Herodes Antipas yang membunuh Yohanes dan dia berpikir bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit. Raja Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, oleh karena Yohanes menegor Raja Herodes terus tentang dosanya. Yohanes tidak takut, bahkan untuk menegor pemimpin- pemimpin pemerintah. Kita juga harus berani dan menegor semua orang yang berbuat dosa, bahkan pemimpin-pemimpin dalam pemerintah. Memang kita akan kena kesulitan dengan berbuat begitu. Tetapi ingat, Yohanes Pembaptis dibunuh oleh karenanya.

Yesus Memberi Makan Lima Ribu Orang (6:30-44)

Yesus baru mendengar tentang kematian Yohanes Pembaptis. Dia sedih hati. Murid- muridNya baru datang kembali dari perjalanan memberitakan injil (6:30-32). Yesus mau makan waktu dengan murid-muridNya sendirian supaya bisa makan dan istirahat, tetapi ada banyak sekali orang. Mereka menyeberang laut untuk mencari tempat sunyi, tetapi orang banyak mengetahui tempat tujuan mereka dan mendahului mereka ke tempat itu.

Waktu Yesus turun dari perahu dan melihat banyak sekali orang (6:33-44), Dia tidak marah, melainkan Dia tergerak oleh belas kasihan. Dia mengajar mereka dan memberi makan kepada mereka. Yesus selalu mempunyai waktu untuk orang lain. Dia senang mengajar mereka tentang Kerajaan Allah dan melayani mereka. Kita juga harus mempunyai sikap demikian.

Yesus Berjalan di atas Air (6:45-56)

Sudah malam dan murid Yesus sendirian di laut. Yesus berada di darat berdoa kepada BapaNya. Tiba-tiba murid-murid Yesus melihat hantu, dan menjadi takut. Tetapi itu bukan hantu, melainkan Yesus yang berjalan di atas air untuk menjemput mereka. Yesus naik ke dalam perahu dan angin reda. Markus berkata bahwa mereka juga tidak mengerti dan mempunyai hati yang keras. Mereka belum tahu bahwa Yesus juga adalah Anak Allah. Tidak ada yang mustahil bagi Yesus. Yesus mempunyai segala kuasa oleh karena Dialah Anak Allah.

Perintah Allah dan Adat Istiadat Yahudi (7:1-23)

Orang Farisi mempersalahkan Yesus karena murid-muridNya makan dengan tangan najis dan tidak mengikut adat-istiadat nenek moyang (7:1-3). Tetapi Yesus mempersalahkan orang-orang Farisi, oleh karena mereka meniadakan perintah Allah demi adat istiadat mereka sendiri. Itu lebih jahat lagi. Adat istiadat manusia tidak penting. Tetapi perintah Allah sangat penting. Namun orang-orang Farisi mengutamakan perintah dan tradisi manusia di atas perintah dan firman Allah. Itu tidak boleh.

Yesus berkata bahwa mereka beribadah kepada Allah dengan percuma oleh karena hati mereka jauh dari Allah (7:6-7). Hati mereka penuh dengan kejahatan. Mereka mengajarkan ajaran manusia sebagai perintah Allah. Kalau kita mengajar perintah dan tradisi manusia yang bertentangan dengan firman Allah, maka kita juga beribadah kepada Allah dengan percuma.

Terus Yesus mengajar kita di sini bahwa tidak ada apa-apa di luar yang bisa menajiskan kita, hanya apa yang ada dalam hati kita, yaitu dosa (7:14-23). Kita harus menyucikan hati kita dari segala dosa supaya berkenan kepada Allah.

Yesus Melakukan Mujizat-Mujizat Lain (7:24-8:13)

Yang pertama, Yesus menyembuhkan anak perempuan dari seorang ibu Siro-Fenisia (7:24- 30). Yesus pertama-tama menolak permintaannya. Yesus diutus kepada orang Israel. Perempuan ini adalah orang asing. Seharusnya Yesus melayani orang Yahudi saja. Tetapi karena perempuan ini mempunyai iman besar dan memohon terus, maka Yesus membantu dia. Yesus mencobai imannya. Yesus selalu rela melayani semua orang.

Yang kedua, Yesus menyembuhkan seorang tuli (7:31-37). Efata adalah kata bahasa Aram. Markus menterjemahkannya bagi kita. Sebenarnya, Yesus berbicara dalam bahasa Aram karena itulah bahasa umum yang dipakai di tanah Israel pada zaman itu. Orang-orang takjub atas penyembuhan Yesus dan memuliakan Yesus karena perbuatan-perbuatanNya yang ajaib.

Yang ketiga, Yesus berada lagi di daerah sepi dan ada ribuan orang yang mengikutNya (8:1- 10). Yesus tergerak oleh belas kasihan terhadap mereka, oleh karena mereka lapar dan tidak mempunyai makanan, sedangkan desa-desa cukup jauh. Jadi Yesus memperbanyakkan makanan lagi untuk memberi makan kepada mereka semua.

Semua mujizat ini lagi menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah, namun kebanyakan orang masih belum mengerti dan belum percaya. Orang-orang Farisi datang lagi untuk meminta satu tanda dari sorga (8:11-13). Mereka juga belum percaya.

Yesus Memperingatkan Murid-MuridNya Tentang Ragi (8:14-21)

Murid-murid Yesus masih berpikir seperti orang duniawi. Mereka belum mengerti tentang tujuan dan maksud Yesus. Yesus memperingatkan mereka supaya waspada terhadap ragi atau ajaran orang Farisi dan Herodes dan mereka berpikir-pikir tentang roti. Mereka belum mengerti. Hati mereka masih keras juga. Ajaran orang Farisi dan Herodes tidak selalu benar atau sesuai dengan hukum Taurat. Jangan-jangan sampai mereka disesatkan. Kita harus selalu mewaspadai ajaran sesat.

Penyembuhan yang Aneh (8:22-26)

Penyembuhan ini agak aneh. Yesus meletakkan tanganNya di atas seorang buta itu dua kali. Yang pertama kali, orang itu tidak bisa melihat dengan jelas. Yang kedua kali, dia bisa melihat dengan sempurna. Markus menunjukkan kepada kita bahwa murid-muridNya dan banyak orang lain kurang mengerti dan kurang percaya kepada Yesus. Hati mereka masih keras sekarang tetapi nanti mereka akan mengerti dengan jelas, percaya dan menyerahkan semua kepada Yesus.

Pengakuan Petrus (8:27-30)

Banyak orang mempunyai banyak pendapat tentang Yesus. Mereka tahu bahwa Yesus adalah seorang nabi yang besar oleh karena mujizat yang dilakukanNya. Tetapi mereka belum yakin bahwa Yesus adalah Mesias atau Anak Allah. Waktu Yesus menanyakan Petrus, dia mengaku bahwa Yesus adalah Mesias.

Yesus Memberitahukan KematianNya kepada Murid-MuridNya (8:31-33)

Mulai sekarang Yesus memberitahukan kepada murid-muridNya bahwa Dia harus menderita, ditolak dan dibunuh. Petrus dan murid-murid lain berharap bahwa Yesus akan memerdekakan Israel dari Roma. Oleh karena itu Petrus menegor Yesus. Bagaimanakah Yesus bisa mendirikan kerajaanNya di bumi ini kalau Dia mati? Lagi mereka belum mengerti.

Persyaratan untuk Mengikut Yesus (8:34-9:1)

Orang yang mau menjadi pengikut Yesus harus menyangkal dirinya, yaitu dia tidak boleh hidup sesuai dengan kemauannya atau kehendaknya, dia harus hidup melakukan apa yang dikehendaki Yesus. Dia juga harus memikul salibnya. Salib melambangkan penderitaan, penyerahan diri dan kematian. Pengikut Yesus juga harus rela menderita dan mati bagi Yesus dan menyerahkan semua kepada Yesus. Hanya orang yang rela melakukan dan hidup begitu yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kita harus sadar bahwa bumi ini akan dibinasakan. Hanya hal-hal yang kekal yang penting. Kita harus hidup untuk Kerajaan Sorga, supaya kita bisa memasukinya dan menetap di dalamnya dan mempunyai keselamatan kekal. Perkara-perkara dunia sama sekali tidak penting atau berguna. Namun kebanyakan orang tidak mau. Mereka lebih ingin hidup untuk dunia ini saja.

Yesus Dimuliakan di atas Gunung (9:2-13)

Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes sertaNya ke atas gunung. Rupa Yesus dirubah di depan mata mereka. Elia dan Musa menampakkan diri di situ bersama dengan Yesus. Petrus hendak mendirikan tiga kemah supaya Elia dan Musa tinggal sedikit lama. Tetapi ada awan yang datang menutupi mereka dan Allah berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Inilah bukti lain bahwa Yesus adalah Anak Allah. Mungkin ini terjadi supaya murid- muridNya yakin bahwa memang Yesus adalah Mesias, Anak Allah dan supaya mereka bisa mulai mengerti sedikit.

Masalah dengan Seorang Anak yang Bisu (9:14-32)

Mereka turun dari gunung dan ada banyak orang mempersoalkan sesuatu. Ada seorang ayah yang mempunyai seorang anak yang dikuasai roh jahat. Murid-muridNya tidak bisa mengusir roh itu karena mereka kurang percaya dan tidak bertekun dalam doa. Yesus mengusir roh jahat itu. Kita harus percaya, berdoa terus dan bersandar pada Allah, maka Yesus akan menguatkan dan membantu kita dan melakukan perkara-perkara besar dalam kehidupan kita.

Siapa yang Terbesar (9:33-37)

Murid-murid Yesus masih belum mengerti. Mereka bertengkar terus tentang siapa yang di antara mereka yang paling besar. Orang-orang dunia yang mempertengkarkan hal itu. Tetapi orang Kristen tidak boleh. Dalam Kerajaan Allah orang yang terbesar adalah yang merendahkan dirinya dan melayani orang lain.

Masalah dengan Seorang Pekerja Lain (9:38-41)

Kita tidak boleh melarang orang yang melakukan baik demi nama Yesus.

Tentang Hal yang Menyesatkan (9:42-50)

Kita harus hati-hati supaya kita tidak menyesatkan orang atau menjadikan orang berbuat dosa. Kita harus hati-hati supaya kita sendiri tidak berbuat dosa. Kita harus menjauhkan diri kita dari segala sesuatu yang menjadikan kita berbuat dosa. Orang yang hidup di dalam dosa akan pergi ke neraka. Neraka itu tempat yang jelek sekali.

Setiap orang akan digarami dengan api (9:49), yaitu semua orang yang masuk neraka akan menderita dan kena api.

Yesus lagi mendorong orang untuk bertobat dan percaya kepadaNya untuk diselamatkan. Tetapi kebanyakan orang belum mau. Ada yang masih mencobai Yesus tentang banyak hal. Mereka belum percaya.

Pelajaran Tentang Perceraian (10:1-12)

Orang Farisi mencobai Yesus lagi. Ada perdebatan antara orang Yahudi tentang hal perceraian. Ada yang berpendapat bahwa orang laki-laki hanya bisa menceraikan isterinya jikalau dia berbuat zinah. Ada yang berpendapat bahwa orang laki-laki bisa menceraikan isterinya untuk alasan apa saja.

Yesus mengembalikan mereka kepada maksud Allah yang asli, yaitu suami dan isteri tidak boleh bercerai atas alasan apapun. Mereka harus hidup sebagai suami-isteri sampai mati. Perceraian itu adalah dosa. Kalau ada perceraian, maka ada yang berbuat dosa. Kalau perceraian disebabkan karena perzinahan, maka pihak yang berbuat zinah berbuat dosa. Kalau perceraian itu disebabkan alasan lain, maka itulah pihak yang bercerai yang berbuat dosa.

Kita harus mengajar anggota-anggota jemaat untuk hidup setia kepada pasangan mereka masing-masing. Allah membenci perceraian (Maleakhi 2:16).

Yesus Menerima Anak-Anak (10:13-16)

Biasanya orang pembesar tidak mau diganggu oleh anak-anak kecil. Oleh karena itu, murid- murid Yesus menghalangi anak-anak datang ke Yesus. Waktu Yesus mengetahuinya, Dia menegor murid-muridNya. Yesus mengasihi semua orang dan bergaul dengan semua orang, bahkan anak kecil. Anak-anak kecil penting di mata Yesus karena itulah anak kecil yang empunya Kerajaan Allah.

54 Survei Perjanjian Baru Orang Kaya yang Muda (10:17-31)

Orang Yahudi menganggap orang kaya sebagai orang yang paling berkenan kepada Allah. Itulah sebabnya Allah sangat memberkati mereka dengan kekayaan. Jadi, kalau sukar bagi orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah, siapa yang bisa? Yesus menunjuk bahwa bukan orang yang berbuat baik saja maupun orang kaya yang akan masuk Kerajaan Allah, melainkan orang yang menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Dan orang yang menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah dan melayani Dia, maka dia akan diberkati di dalam dunia ini dan akan menerima hidup yang kekal.

Yesus Lagi Memberitahukan KematianNya (10:32-34)

Yesus lagi memberitahukan murid-muridNya bahwa Dia harus menderita, mati, dan bangkit pada hari ketiga. Murid-muridNya belum mengerti tujuan Yesus.

Permintaan Yakobus dan Yohanes (10:35-45)

Murid-murid Yesus masih berpikir bahwa Yesus akan mendirikan kerajaan duniawi. Yakobus dan Yohanes ingin memerintah bersama dengan Yesus. Mereka ingin mempunyai kuasa yang tertinggi di bawah Yesus dalam kerajaanNya. Mereka mencari kuasa. Mereka berpikir seperti orang duniawi. Mereka masih belum mengerti.

Itulah orang duniawi yang mencari kuasa; pengikut Yesus tidak boleh. Mereka harus mencari pelayanan dan kerendahan hati. Mereka harus berusaha melayani orang lain bukan menguasai atas orang lain. Orang yang mau menjadi yang paling besar dalam Kerajaan Sorga harus menjadi orang yang paling rendah dan pelayan semua.

Bartimeus Disembuhkan (10:46-52)

Bartimeus adalah seorang buta. Dia ingin disembuhkan supaya bisa melihat. Walaupun orang banyak menegor dia berdiam, dia makin berseru supaya Yesus bisa mendengarnya. Yesus, yang mempunyai waktu untuk membantu semua orang dan yang senang membantu orang, berhenti, memanggil Bartimeus dan menyembuhkannya.

Yesus Adalah Anak Allah