Kemajuan Kerajaan Yesus, Sang Raja

Yesus, Sang Raja, telah menyampaikan khotbahNya yang Agung di atas bukit. Banyak orang kaget akan pengajaranNya oleh karena “Dia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa” (Mt. 7:29). Banyak orang mulai mengikut Yesus sedangkan Yesus menunjukkan kuasaNya dalam mujizat-mujizat yang dilakukanNya. Dia terus mengajar orang tentang KerajaanNya. KerajaanNya maju terus.

Yesus menyembuh Orang Kusta di Yerusalem

Orang Kusta di Yerusalem

Kuasa dan Pengajaran Sang Raja (Mt. 8:1-9:34)
Matius menulis tentang mujizat-mujizat yang dilakukan Yesus. Yang pertama ada orang kusta yang datang kepada Yesus dan minta supaya Yesus menyembuhkan dia (8:1-4). Dia tahu bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkan tetapi dia belum yakin kalau Yesus mau membantu dia. Oleh karena itu dia berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Yesus mau dan menyembuhkannya. Yesus selalu ingin membantu dan melayani orang lain. Yesus juga mau membantu kita.

Selanjutnya, ada seorang perwira yang datang kepada Yesus (Mt. 8:5-13). Dia minta supaya Yesus menyembuhkan hambanya. Yesus sudah siap pergi ke rumahnya, tetapi perwira itu tidak mau. Dia tahu bahwa Yesus mempunyai kuasa dan hanya harus mengatakan sepatah kata saja supaya hambanya disembuhkan. Yesus bisa menyembuhkan orang dari jauh.

Terus, Yesus dan murid-muridNya naik di sebuah perahu dan datanglah angin ribut dan gelombang besar (Mt. 8:23-27). Murid-muridNya menjadi takut, tetapi Yesus meredakan danau itu supaya menjadi teduh. Murid-muridNya itu kaget dan berpikir-pikir mengenai Yesus karena ternyata bahwa Yesus juga mempunyai kuasa atas alam.

Setelah itu mereka tiba di tempat yang ada dua orang yang kerasukan setan (Mt. 8:28-34). Mereka sangat berbahaya sehingga tidak ada orang yang berani mendekati mereka. Tetapi Yesus menyuruh setan-setan itu keluar dari mereka dan setan-setan itupun mentaati Yesus. Yesus mempunyai kuasa atas setan-setan, roh-roh jahat dan Iblis.

Kemudian ada orang lumpuh yang dibawa kepada Yesus untuk disembuhkan (9:1-8). Yesus mengampuni dosanya. Tetapi ahli-ahli Taurat tidak senang dan berpikir bahwa Yesus menghujat Allah, karena hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. Tetapi Yesus menyembuhkan dia dan menunjukkan bahwa Dia juga mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.

Akhirnya, Yesus membangkitkan seorang mati (Mt. 9:18-26). Seorang kepala rumah ibadat datang kepada Yesus dan minta agar Yesus datang dan menghidupkan anaknya yang baru meninggal. Yesus pergi dan melakukan demikian.

Kita melihat bahwa Yesus mempunyai kuasa atas segala sesuatu. Yesus menguasai segala sesuatu yang menguasai kita. Yesus mempunyai kuasa di atas:

  1. Penyakit
  2. Alam
  3. Setan-setan, roh-roh jahat, Iblis (kuasa kegelapan)
  4. Dosa
  5. Kematian dan maut

Dan kalau kita menjadi pengikut Yesus, kita tidak harus takut akan hal-hal ini karena Yesus akan melindungi kita dan kita tahu bahwa apa saja yang terjadi, Allah tetap menyertai kita, dan kalau kita mati kita akan pergi ke sorga.

Pengajaran yang pertama adalah tentang orang yang mau menjadi pengikut Yesus (Mt. 8:18-22). Orang yang mau mengikut Yesus dan masuk ke dalam kerajaanNya harus mengutamakan Dia di atas segala sesuatu lain dalam kehidupannya. Dia harus rela menyerahkan keluarganya dan rela menderita bagi Yesus.

Yang kedua, Yesus memanggil Matius Lewi untuk menjadi pengikutNya (Mt. 9:9-13). Matius adalah seorang pemungut cukai. Pemungut cukai dibenci oleh orang Yahudi lain. Orang Farisi menganggap pemungut cukai sebagai orang berdosa dan orang Farisi tidak mau bergaul dengan mereka. Mereka mencela Yesus oleh karena Yesus bergaul dengan mereka. Tetapi Yesus bergaul dengan semua orang teristimewa orang berdosa untuk menyampaikan kabar baik kepada mereka. Tujuan Yesus di bumi ini untuk memanggil dan menyelamatkan semua orang teristimewa “orang-orang berdosa.”

Murid-murid Yohanes memperhatikan bahwa Yesus tidak hidup seperti mereka ataupun orang-orang Farisi (Mt. 9:14-17). Murid-murid Yohanes and orang-orang Farisi berpuasa, tidak bergaul dengan “orang-orang berdosa” dan hidup seperti orang yang beribadah. Tetapi Yesus makan dan minum terus, bergaul dengan “orang-orang berdosa” dan hidupnya jauh berbeda dari pada yang lain. “Bagaimana Yesus ini?” mereka berpikir. Jadi, murid-murid Yohanes datang untuk bertanya.

Yesus menjawab dengan perumpamaan tentang secarik kain tambal dan sebuah kantong anggur. Pendeknya, Yesus bermaksud bahwa kita tidak bisa mengharapkan atau memaksa Yesus menjadi guru menurut ukuran dan pendapat kita, karena Yesus datang untuk membawa agama baru dengan ajaran baru yang lebih mulia, lebih indah dan lebih ajaib. Agama dan ajaran baru itu tidak bisa disesuaikan dengan agama lama dan pendapat manusia. Kita yang harus menyesuaikan diri kita dengan ajaran Yesus. Kita yang harus merubah kehidupan dan pikiran kita supaya sesuai dengan pengajaran Yesus. Kita harus hidup seperti Yesus kehendaki dan bukan seperti kita menghendaki atau menurut ukuran dunia.

Dalam bagian kitab ini Kerajaan Sorga maju. Yesus, Sang Raja, mempunyai kuasa besar. Semakin banyak orang mengikut Dia. Yesus terus menyembuhkan dan mengajar sehingga “mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu” (Mt. 9:31 lihat juga Mt. 9:8,26,35; 8:1,16).

Nasehat kepada Para Utusan Sang Raja (Mt. 9:35-10:42)
Yesus pergi memberitakan injil dan menyembuhkan orang. Karena ada banyak orang yang mau mendengar injil dan karena ada sedikit pekerja, Yesus minta supaya “tuan yang empunya tuaian…mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mt. 9:38). Sama seperti hari ini, ada banyak pelayanan, ada banyak orang yang mau mendengar injil dan kebenaran, tetapi tidak ada banyak orang yang siap untuk pergi memberitakan injil itu.

Tetapi seorang penginjil juga mempunyai cara kehidupan yang cukup susah dan penuh penderitaan. Mungkin itulah sebabnya pekerja kurang. Tetapi upahnya luar biasa.

Yesus memanggil dua belas murid untuk menjadi rasul (Mt. 10:1-8). Yesus memberikan kuasa kepada mereka atas roh-roh jahat dan segala penyakit. Mereka sekarang mempunyai kuasa, kuasa yang hebat. Tetapi bagaimanakah mereka harus memakai kuasa itu? Bagaimanakah cara kehidupan mereka?

Yesus memberikan nasehat kepada mereka dan memberitahukan mereka bagaimana mereka harus hidup dan apa yang harus mereka beritakan dan lakukan dalam perjalanan untuk memberitakan injil. Pelayanan dan kehidupan seorang penginjil bisa diuraikan sebagai berikut:

  1. Dia harus memberitakan Kerajaan Sorga (Mt. 10:7);
  2. Dia harus melayani orang lain (Mt. 10:8);
  3. Dia harus bersandar pada Allah dan orang lain untuk keperluan-keperluan sehari-hari (Mt. 10:9-11);
  4. Dia harus membiarkan semua orang menerima atau menolaknya. Tidak boleh memaksa (Mt. 10:12-15);
  5. Dia harus mengharapkan penganiayaan, tantangan dan penderitaan (Mt. 10:16-25, 34-35);
  6. Dia harus mencari hormat dari Allah dan melakukan kehendakNya tanpa takut terhadap manusia (Mt. 10:26-32);
  7. Dia harus lebih mengasihi Kristus dari pada keluarganya atau nyawanya sendiri (Mt. 10:37,39);
  8. Dia harus mempunyai kerelaan untuk menderita bagi Yesus dan menyerahkan segala sesuatu untuk Dia, bahkan rela mati bagi Yesus (Mt. 10:38);
  9. Dia akan menerima upahnya (Mt. 10:40-42).

Ini bukan kehidupan seorang penginjil saja, inilah harus menjadi cara kehidupan semua orang yang menjadi orang Kristen karena kita semua harus memberitakan injil kepada orang lain.