Latar Belakang Politik

Dari Survei Perjanjian Baru

Pendahuluan
Perjanjian Lama berakhir dengan nabi Maleakhi, yang bernubuat kira-kira tahun 430 SM. Untuk 430 tahun tidak ada nabi yang muncul dan tidak ada tulisan yang diwahyukan dari Allah. Itu tidak berarti bahwa tidak ada apa-apa yang terjadi di tanah Israel atau dengan orang Yahudi. Itu satu masa yang cukup ramai juga. Orang-orang Yahudi menanti terus untuk Mesias yang dijanjikan dan yang dinubuatkan. Waktu Yohanes Pembaptis muncul di padang gurun memberitakan pertobatan karena Kerajaan Allah sudah dekat, banyak orang pergi untuk melihat, apakah dialah Mesias atau tidak. Banyak orang dibaptis dan mengikut dia dan akhirnya Yesus.

Itu bukan tujuan buku ini untuk menjelaskan secara perinci apa yang terjadi dalam masa 430 tahun itu. Tetapi saya mau memberi garis besar saja supaya para pembaca bisa mempunyai gambaran sedikit tentang apa yang terjadi pada masa itu.

Kerajaan Babilon membinasakan Bait Allah dan Yerusalem pada tahun 586 SM. dan membawa banyak orang Yahudi ke dalam pembuangan. Mereka kembali ke tanah Israel di bawah pemerintahan Persia untuk membangun kembali kota Yerusalem dan Bait Allah. Tanah Israel dikuasai oleh beberapa pemerintah yaitu Kerajaan Yunani, pemerintah Hasmoneus dan Kerajaan Roma.

Zaman Persia (538-330 SM.)
Orang Persia menguasai Kerajaan Babilon pada tahun 538 SM. dan mengizinkan orang Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Allah. Proyek ini diatur oleh Nehemia dan Ezra dan masalah-masalah dan hasil mereka bisa dibaca dalam buku-buku itu dalam Perjanjian Lama.

Maleakhi bernubuat di bawah pemerintah Persia. Dialah nabi yang terakhir untuk bernubuat, dan dia bernubuat tentang kedatangan Yohanes Pembaptis (Mal. 4:5,6). Kitabnya ditulis kira-kira 430 SM. Itu buku yang terakhir yang ditulis dalam Perjanjian Lama. Untuk 430 tahun tidak ada wahyu atau nabi dari Allah yang muncul sampai munculnya Yohanes Pembaptis.

Pada umumnya pemerintah Persia berbuat baik kepada orang Yahudi. Mereka mengizinkan orang-orang Yahudi untuk mengikut Hukum Musa dan agamanya sendiri. Orang-orang Yahudi mempunyai kebebasan untuk memerintah diri sendiri, mereka hanya harus membayar pajak kepada pemerintah Persia. Bahkan pemerintah Persia memberikan dana untuk pembangunan Bait Allah dan mengembalikan semua perkakas-perkakas yang diambil orang Babilon waktu mereka membinasakan Bait Allah.

Zaman Helenistik (Yunani) (330-166 SM.)
Aleksander Agung menguasai Kerajaan Persia. Dia mempunyai suatu program yang disebut Helenisasi. Dia berpendapat bahwa kebudayaan Yunani bisa mempersatukan dunia dan dia menyebarkan kebudayaannya atas semua tempat yang dikuasainya. Dia menganggap kebudayaan Yunani sebagai kebudayaan yang paling baik.

Walaupun begitu, dia membiarkan orang Yahudi untuk mengikut Hukum Musa dan agamanya sendiri. Dia tidak memaksa mereka untuk menuruti kebudayaan Yunani.

Aleksander Agung meninggal pada tahun 323 dan kerajaannya dibagikan antara keempat jenderalnya. Ptolemeus yang menguasai tanah Israel dan dia serta keturunannya juga membiarkan orang Yahudi mengikut Hukum Musa. Antiokhus III Seleukus bermenang atas Ptolemeus pada tahun 198 dan menguasai tanah Israel. Dia juga menghormati agama Yahudi.

Tetapi Antiokhus IV, yang memerintah setelah dia, mulai memaksa kebudayaan Yunani atas orang Yahudi. Dulu ada banyak orang Yunani yang datang dan menetap di tanah Israel. Mereka memengaruhi orang Yahudi untuk mengikut kebudayaan Yunani. Banyak orang Yahudi belajar bahasa Yunani dan kebudayaan Yunani. Banyak orang Yahudi menerima kebudayaan itu, tetapi mereka masih berpegang kepada Hukum Musa. Mereka mencampurkan kebudayaan Yunani dengan kebudayaan mereka sendiri.

Antiokhus IV berusaha membinasakan kebudayaan Yahudi dan memaksa kebudayaan Yunani atas mereka. Dia melarang orang Yahudi memelihara hari Sabat dan menyunat anak-anaknya. Dia menyuruh supaya semua kitab Yahudi dibinasakan. Malahan dia mendirikan mezbah kepada dewa agung Zeus di Bait Allah dan mengorbankan babi-babi atasnya. Itu membuat orang-orang Yahudi ganas sekali, oleh karena dia sangat menajiskan Bait Allah itu. Orang Yahudi menganggap babi sebagai binatang yang haram.

Oleh karena segala kejahatan yang dilakukan Antiokhus IV, keluarga Makabeus memberontak terhadap Antiokhus IV dan akhirnya menang.

Zaman Hasmoneus (166-63 SM.)
Keturunan Makabeus juga disebut Hasmoneus. Mereka orang Yahudi dan memerintah atas orang Yahudi. Namun demikian ada banyak orang Yahudi yang tidak senang dengan pemerintahan Hasmoneus itu karena mereka tidak berpegang teguh kepada Hukum Taurat. Ada banyak masalah dalam pemerintahan itu. Akhirnya, ada dua orang yang ingin menjadi raja dan salah satu meminta bantuan dari Kerajaan Roma. Itu membuka pintu untuk Kerajaan Roma masuk. Mereka yang menguasai tanah Israel dan mengambil pemerintahan untuk mereka sendiri.

Zaman Roma (63 SM. dan seterusnya)
Kerajaan Roma menguasai tanah Israel pada tahun 63 SM. Mereka datang dan menyerang Yerusalem. Kepala pasukan militer itu, Pompeius membunuh imam-imam yang sedang kerja di Bait Allah, bahkan dia masuk ke dalam tempat maha kudus di mana hanya imam besar boleh masuk satu tahun sekali. Pompeius itu menajiskan Bait Allah. Itulah permulaan pemerintah Roma di tanah Israel, dan banyak orang Yahudi tidak senang.

Tetapi pada umumnya pemerintah Roma juga berbuat baik kepada orang-orang Yahudi. Mereka mengizinkan orang Yahudi menyembah Allah dan hidup mengikut Hukum Musa. Orang Yahudi dibebaskan dari hukum untuk menyembah kepada dewa-dewa Kerajaan Roma. Pemerintah Roma juga tidak mendirikan patung-patung berhala di tanah Israel karena menghormati kepercayaan orang Yahudi.

Namun sejumlah banyak orang Yahudi tidak senang dengan pemerintah Roma karena dulu mereka merdeka tetapi sekarang mereka dikuasai lagi oleh negara lain. Mereka menunggu Mesias yang akan datang untuk melepaskan mereka dari penjajahan.