MALAPETAKA YANG PALING NGERI

Seandainya saudara murtad (yaitu meninggalkan jemaat dan kembali kepada kehidupanmu yang lama dan/atau agamamu yang lama — kembali kepada dosa dan ketidaktaatan), bagaimanakah keadaanmu? Sebagai pembelaan melawan tekanan dan pencobaan, saudara perlu mengetahui akibat ngeri dari kemurtadan. Ada banyak nas yang menguraikan akhirnya dari mereka yang murtad, tetapi nas-nas yang berikut cukup untuk menunjukkan kepada kita betapa ngerinya untuk meninggalkan Allah. Tolong membaca setiap nas dengan berhati-hati.

Yohanes 15:4-6. Inilah bagian dari satu ilustrasi yang dipergunakan Yesus. Sebagaimana carang harus tetap pada pokok anggur, demikianlah setiap orang Kristen harus tetap tinggal di dalam Kristus. Menghasilkan buah adalah bukti bahwa “carang” tersebut masih tetap tinggal di dalam “Pokok Anggur.”  Perhatikanlah akibat di dalam ayat 6.

Ibrani 10:26-31. Dosa yang sengaja dalam ayat 26 menunjuk kepada keputusan sengaja untuk meninggalkan Kristus dan jemaatNya. Apabila seorang melakukan hal ini, dia telah menolak satu-satunya korban untuk dosa dan dia tidak bisa lagi mempunyai pengharapan untuk diselamatkan (kecuali dia bertobat). Ayat 28-31 menunjukkan bahwa untuk hilang selama-lamanya lebih buruk (“lebih berat hukuman”) adanya dari pada dibunuh tanpa belas kasihan.

2 Petrus 2:20-22.  Kenyataan yang jelas adalah apabila seorang yang pernah menjadi seorang Kristen kemudian dia menolak Kristus, menolak jemaat Kristus, dan menolak kebenaran, dia menempatkan dirinya dalam posisi yang lebih buruk dari pada seorang kafir yang tidak pernah mengenal Tuhan.  Ilustrasi tentang anjing dan babi itu dalam ayat 22 menekankan kejahatan dan keburukan dalam kembali kepada dosa.

Ada saudara yang pernah ditanya, “Seandainya saudara meninggalkan jemaat Kristus, ke manakah saudara akan pergi?”  Dia menjawab, “Ke neraka!”  Entah Alkitab benar, entah salah, Allah tidak berdusta.  Apa yang dikatakan Alkitab mengenai keperluan dari kesetiaan dalam jemaat Kristus, kesetiaan kepada kebenaran, dan kemurnian dari hati dan kehidupan adalah benar tanpa kekecualian.  Alasan-alasan, pikiran-pikiran, pendapat-pendapat, dan pertimbangan-pertimbangan yang membenarkan diri tidak bisa merubah kenyataan itu.  Kehendak Allah tidak berubah.  Apabila orang berbalik dari Allah, mereka akan dihadapkan dengan akibat yang sangat ngeri.

Apabila seorang anggota dari jemaat kembali kepada dosa yang disengaja dan berhenti setia, sisa dari jemaat harus mengucilkan dia dari jemaat.  Perhatikanlah petunjuk Paulus tentang hal ini di dalam 2 Tesalonika 3:6,14,15.  Baca juga 1 Korintus 5:113, di mana Paulus menghadapi seorang saudara yang hidup di dalam percabulan.

Apabila seorang tidak lagi bisa mempunyai persekutuan dengan umat Allah, dia tidak lagi mempunyai persekutuan dengan Allah.  Orang demikian tidak mempunyai pengharapan lagi sampai dia bertobat dan kembali kepada jalan yang benar.  Untuk mati sementara dalam keadaan murtad berarti hilang untuk selama-lamanya.

Mungkin saudara berpikir bahwa saudara tidak bisa sama sekali berbalik dari Kristus dan jemaatNya.  Tentu ini harus menjadi doa saudara dan tujuan saudara.  Tetapi ingatlah bahwa 1 Korintus 10:12 berkata, “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” Selalu menyadari bahwa kemungkinan itu ada. Oleh karena itu berjaga-jagalah terhadap pencobaan, terhadap kekecewaan, dan terhadap apa saja yang mungkin membuat kasihmu dan kesetiaanmu menjadi lemah. Jikalau ada pencobaan yang paling kecil untuk murtad, menghadapinya dengan segera. Sementara saudara berbicara dengan Allah, Iblis tidak akan “berbicara” kepadamu.

 

Pelajaran ini diambil dari majalah rohani The Voice of Truth International [Suara Kebenaran Internasional], Volume 13, dengan judul asli “The Ultimate Tragedy.” Halaman 60-61.  Diterjemahkan oleh David Buskirk.