MENJADI PELAKU FIRMAN

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”  (Yakobus 1:22).

Kita orang Kristen yang percaya kepada Yesus dan telah bertobat dari dosa harus menjadi pelaku firman.  Pada saat kita bertobat dari dosa, kita berjanji kepada Allah bahwa kita tidak akan hidup di dalam dosa lagi melainkan kita akan hidup menurut firmanNya.  Bagaimanakah kehidupan kita? Apakah kita sudah menjadi pelaku firman atau apakah kita pendengar saja?

Kalau kita mempunyai anak, kita tahu bahwa anak-anak yang tidak melakukan apa yang kita minta memang membuat kita kecewa dan menyesal, bahkan marah.  Anak-anak itu mendengar permintaan kita tetapi mereka tidak melakukannya.  Kita frustrasi, kita kecewa, dan kalau mereka membuat begitu terus, kita menjadi marah!

Apa lagi Allah!  Kita adalah anak-anak Allah dan Allah sudah memberikan kepada kita banyak pesan,  apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Apakah kita mendengar dan taat?  Atau apakah kita mendengar dan tidak memperhatikannya seperti anak-anak kecil yang tidak kedengaran?  Kalau kita tidak mentaati Allah dalam apa yang Dia pesankan kepada kita, maka itu juga membuat Allah marah.  Kita juga akan menerima hukuman karena kelalaian dan keacuh-tak-acuhan kita.

Seringkali kita mengikut ibadah dan mendengar khotbah.  Tetapi khotbah masuk satu telinga dan keluar telinga sebelah.  Firman Allah itu tidak menetap di dalam otak kita sehingga kita merenungkannya dan mempraktekkannya di dalam kehidupan kita. Kalau kita membaca firman atau mendengar firman disampaikan, kita harus merenungkan atas firman itu dan bagaimana firman itu berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari, bagaimana kita bisa mempraktekkan firman itu dalam kehidupan kita.

Ingat bahwa firman itu bukan untuk orang lain.  Seringkali kita cepat menghakimi orang lain dan berpikir, itu bagus kalau Anu hadir dalam kebaktian hari ini, dia yang perlu mendengar khotbah ini.  Kita harus menyelidiki hati kita dahulu.  Mungkin kita juga memerlukan khotbah itu sama dengan dia.

Kalau kita bisa belajar untuk mempraktekkan firman itu di dalam kehidupan kita sehari-hari maka kita akan berbahagia di dalam kehidupan kita dan dalam apa saja yang kita laksanakan.  Marilah kita menjadi pelaku firman dan bukan pendengar saja.

(David Buskirk)