Orang Kristen dan Keuangan

Pelajaran 2: Kenapa Allah Tidak Memberkati Saya?

Mengutamakan Harta Jasmani

Cinta Uang

Ada banyak masalah dengan keuangan dan banyak alasan Allah tidak memberkati orang Kristen, anakNya.  Ada orang Kristen yang juga mencintai uang.  Satu Timotius 6:10 berkata bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan.  “Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”  Lagi, kalau kita mengutamakan uang di dalam kehidupan kita dari pada Allah, kita tidak akan banyak diberkati oleh Allah.

Cinta uang menghasilkan banyak kejahatan.  Orang iri hati terhadap yang lain yang mempunyai harta jasmani yang lebih banyak.  Orang berkelahi gara-gara tanah, gara-gara pinjaman yang tidak dikembalikan, dan hal-hal lain.  Orang menipu untuk memperoleh sesuatuOrang menjatuhkan orang lain supaya bisa naik pangkat dan mempunyai gaji yang lebih tinggi. Orang dengan sengaja merusakkan barang orang lain yang menuntut ganti rugi.  Orang yang memalsukan nota atau kwitansi.  Orang yang tidak setia atau bertanggung jawab atas uang orang lain.  Bendahara jemaat salah gunakan uang jemaat untuk dirinya sendiri. Orang naik taksi, ojek, atau perahu dan tidak mau membayar ongkosnya. Orang memberi persembahan sedikit, tidak sesuai dengan kehendak Allah.  Dan ada banyak masalah dan kejahatan yang lain yang timbul karena cinta uang.

Kalau kita lebih mencintai uang dari pada Allah, kita tidak berkenan kepada Allah dan Allah tidak akan memberkati kita.  Kita harus memburu Allah, bukan uang.  Kita harus mencintai Allah dan kebenaran dari pada uang.  Ada banyak hal yang lebih penting dari pada uang yang harus kita pertimbangkan dahulu, terutama hal-hal rohani.  Pergi sembahyang lebih penting dari pada mencari uang.  Meluangkan waktu dengan Allah lebih penting dari pada uang.  Mengatakan yang benar lebih penting dari pada menipu untuk mendapat uang, bahkan kalau berarti kita akan rugi.  Rela mengorbankan diri lebih penting dari pada mengorbankan orang lain untuk mendapat uang.  Mencari keuntungan orang lain lebih baik dari pada mencari keuntungan diri kita sendiri (1 Kor. 10:24).  Yesus berkata, “Adalah lebih berbahagia untuk memberi dari pada menerima” (Kis. 20:35).

Keserakahan dan Ketamakan

Kejahatan lain yang berkaitan dengan uang adalah keserakahan dan ketamakan. Orang yang serakah adalah orang yang selalu ingin mempunyai lebih dari apa yang dimiliki.  Dia tidak senang dengan apa yang ada padanya.  Dia selalu harus mempunyai lebih banyak lagi.  Orang tamak adalah orang yang ingin mempunyai sebanyakbanyaknya untuk dirinya sendiri.  Dia tidak suka membagi-bagi apa yang ada padanya dengan orang lain.  Dia mau semuanya untuk dirinya sendiri saja.  Keduanya hampir sama.  Keserakahan dan ketamakan adalah dosa menurut Alkitab (Ef. 5:3-5; Lk. 12:15).

Efesus 5:5 berkata bahwa keserakahan sama dengan penyembahan berhala.  Orang yang mencintai uang adalah orang yang menyembah uang.  Ya, mungkin dia tidak sujud di hadapan uang, tetapi maksudnya, dia mengutamakan uang di dalam kehidupannya dari pada Allah.  Apa saja yang kita utamakan dalam kehidupan kita dari pada Allah menjadi berhala bagi kita.  Kita tidak boleh menjadi orang yang serakah atau tamak.  Alkitab mendorong kita supaya kita puas dengan apa yang ada pada kita (Flp. 4:11; 1 Tim. 6:8; Ibr. 13:5; Lk. 3:14).

Korupsi

Masalah lain yang sangat besar di Indonesia adalah masalah korupsi.  Cinta uang, keserakahan dan ketamakan adalah di belakang korupsi.  Dan korupsi adalah nama lain untuk pemerasan.  Kalau kita menjadi pegawai negeri atau mempunyai pekerjaan atau jabatan lain di mana kita dalam posisi untuk menerima uang dari orang lain untuk melakukan sesuatu, janganlah kita menerima uang tersebut.  Saudara sudah dibayar gaji untuk melakukan tugas itu.  Itu tidak jujur dan adalah dosa untuk memakai jabatan itu untuk memperkaya diri.  Kalau harus menagih biaya sesuai dengan undang-undang yang berlaku, itu boleh, tetapi uang itu dimasukkan dalam kas kantor untuk dipakai untuk biaya-biaya kantor.  Tidak boleh ditaruh dalam sak celana atau dipakai untuk menambah gaji.  Korupsi merugikan masyarakat.  Korupsi hanya mencari keuntungan untuk diri sendiri.  Itulah dosa di hadapan Tuhan (1 Kor. 10:24).  Kalau orang mendesak untuk memberikan uang, harus lebih mendesak untuk tetap menolak dan berkata, saya tidak bisa menerimanya.  Janganlah kita sebagai anggota jemaat Kristus terlibat di dalam korupsi sedikitpun.

Penutup

Ada banyak sekali masalah dengan uang.  Kita harus menyadarinya semuanya.  Kita harus menyadari sikap dan pikiran kita juga terhadap uang.  Kalau kita mempunyai sikap dan pikiran yang tidak sesuai dengan kehendak Allah, kita harus berubah.  Jadi pertanyaan “Kenapa Allah tidak memberkati saya?” adalah pertanyaan yang salah.  Pertanyaan yang tepat adalah, “Bagaimanakah Allah bisa lebih memberkati saya?” atau “Apakah yang harus saya lakukan supaya Allah lebih memberkati saya?” Itulah yang akan kita bahas di dalam buku pelajaran ini.  Tetapi yang terutama kita harus mengetahui ialah kita harus mengutamakan Allah di dalam kehidupan kita kalau kita mau Allah memberkati kita.

Lagi, mengutamakan Allah di dalam kehidupan kita termasuk meluangkan waktu dengan Allah di dalam doa dan mempelajari firmanNya, mengikut sembahyang, menginjil, terlibat di dalam pelayanan, menjadi orang yang murah hati yang rela membantu orang lain dan yang memberikan persembahan sesuai dengan kehendak Allah, lebih mencintai Allah dari pada uang, kehidupan yang di dalam kebenaran yang sesuai dengan kehendak Allah, menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan dan lain sebagainya.  Kalau kehidupan kita dikorbankan bagi Allah dan kerajaanNya, dan diarahkan kepada Allah untuk mencerminkan watak Allah di dalam kehidupan kita sehari-hari, Allah akan memberkati kita dengan luar biasa.  Kita harus bergiat bagi Allah dan bukan bagi dunia.  Kita harus memikirkan perkara-perkara rohani dari pada perkaraperkara duniawi.  Semakin kita bergiat bagi Allah, mengutamakan Allah dalam kehidupan kita dan mengorbankan diri kita bagi Allah, semakin Allah akan memberkati kita. Dalam sisa pelajaran ini, saya mau kita lebih banyak mempelajari tentang bagaimana Allah bisa lebih memberkati kita.  Tetapi kita harus belajar jauh lebih banyak mengenai persembahan di dalam Perjanjian Lama dan bagaimana itu berkaitan dengan kita hari ini.  Masih banyak hal yang kita belum mengerti mengenai persembahan dan kaitannya dengan kita orang Kristen hari ini.  Saya memohon kepada saudara-saudara supaya mempelajari semua buku ini dengan seksama dan membaca semua nas yang saya tulis. Tolong membaca dan mempelajari baik-baik sistem persembahan di dalam Perjanjian Lama karena ada banyak prinsip di situ yang berlaku bagi kita sebagai orang Kristen. Mempelajari sistem persembahan di dalam Perjanjian Lama sangat penting untuk mengerti kehendak Allah bagi kita orang Kristen mengenai persembahan hari ini.