Orang Kristen dan Keuangan

Pelajaran 1

Dunia dan Segala Isinya Milik Allah

Allah yang Menciptakan Segala Sesuatu Kejadian 1:1 berkata bahwa Allah menciptakan langit dan bumi.  Jika tidak ada Allah maka tidak ada langit dan bumi juga.  Dalam enam hari Allah menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.  Oleh karena Allah menciptakan segala sesuatu, maka segala sesuatu adalah Allah punya.  Tiga nas di dalam Mazmur menyatakan demikian:  “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya” (Mzm. 24:1); “Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punyaKulah dunia dan segala isinya” (Mzm. 50:12); “PunyaMulah langit, punyaMulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya” (Mzm. 89:12).

Allah Memiliki Segala Sesuatu Jadi sudah jelas bahwa Allah memiliki segala sesuatu.  Kita harus mengerti hal itu baik-baik.  Dari satu segi, segala sesuatu yang kita punya adalah Allah punya.  Allah memberikannya kepada kita.  Ayub sendiri mengakui hal itu.  Menurut Ayub 1:3, dia orang yang paling kaya di sebelah timur.  Ayub mempunyai ribuan ekor kambing domba, unta, lembu, dan keledai.  Dia mempunyai banyak budak laki-laki dan perempuan.  Dia juga mempunyai sepuluh anak.  Dalam satu hari dia kehilangan semua harta miliknya dan semua anaknya meninggal.  Bisa membaca kecelakaan yang ditimpa Ayub di dalam Ayub 1.  Tetapi bagaimanakah tanggapan Ayub setelah semua peristiwa itu?  Dia berkata dalam Ayub 1:21, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya.  Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!”  Ayub mengaku bahwa itulah Tuhan yang memberikan kepada Ayub segala miliknya.  Dan oleh karena itulah Tuhan yang memberikan segala sesuatu, maka Tuhan juga mempunyai hak untuk mengambil segala sesuatu dari padanya.

Milik Kita Adalah Milik Allah

Bagaimana saudara?  Apakah saudara mengaku bahwa segala milikmu adalah milik Allah?  Apakah saudara mengaku bahwa itulah Tuhan yang memberikan segala sesuatu kepada saudara?  Ya, mungkin saudara bekerja keras untuk memperoleh uang untuk membeli sepeda motor.  Jadi mungkin saudara berpikir, “Itulah saya yang bekerja keras, saya yang memperoleh uang dari hasil kerja saya, itulah saya yang membeli sepeda motor ini, jadi inilah sepeda motor yang saya punya.”

Tetapi bagaimanakah saudara menghasilkan uang?  Dari hasil kebun? Bagaimanakah kalau tanaman kena hama, atau menjadi kering karena tidak ada hujan, atau hancur dalam banjir?  Itu semua dalam kekuasaan Allah.

Mungkin saudara menghasilkan uang dari hasil laut.  Tetapi siapa yang memberi penangkapan ikan?  Ingat Petrus, Yakobus dan Yohanes yang tidak menangkap apa-apa walaupun memancing ikan sepanjang malam.  Yesus datang dan dalam waktu singkat mereka menangkap ikan dalam jumlah besar sekali (Lk. 5:1-11).  Itulah Allah yang memberi penangkapan ikan.

Mungkin saudara menghasilkan uang dari penjualan kayu.  Tetapi siapa yang membuat pohon-pohon itu bertumbuh?

Mungkin saudara menghasilkan uang dari penjualan tanah.  Tetapi itulah Allah yang menciptakan tanah itu, jadi tanah itu sebenarnya Allah punya.  Banyak orang di dunia ini tidak mempunyai tanah.

Mungkin saudara menghasilkan uang dari bekerja di perusahaan, toko, atau kantor. Tetapi siapa yang memberi saudara kepintaran atau kesempatan untuk bekerja di situ? Banyak orang tidak mempunyai pekerjaan.

Mungkin saudara menghasilkan uang dari berusaha.  Tetapi lagi, siapa yang memberi saudara kepintaran untuk berusaha, dan hasil usaha itu?  Banyak orang tidak bisa berusaha, dan banyak orang yang berusaha menjadi bangkrut

Pendeknya, bagaimanapun juga caranya kita menghasilkan uang, itu semua asalnya dari Tuhan, semuanya adalah berkat dari Tuhan.  Dan itulah yang harus kita akui, yaitu bahwa segala harta milik kita adalah milik Allah karena asalnya dari Allah.  Dalam 1 Timotius 6:17b dikatakan, “. . . Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.”  Segala sesuatu yang kita nikmati asalnya dari Tuhan.

Salomo berkata dalam Pengkhotbah 5:19, “Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya — juga itupun karunia Allah.” Salomo adalah orang yang paling kaya di dunia yang pernah hidup.  Dan dia mengaku bahwa segala harta miliknya asalnya dari Tuhan.

Raja Daud juga mengaku hal yang sama.  Dalam 1 Tawarikh 29:12-16 setelah bangsa Israel selesai memberi persembahan untuk pembangunan Bait Allah, Daud berkata kepada Tuhan Allah, “Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari padaMu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya. . . . Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini?  Sebab dari padaMulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadaMu. . . . Ya Tuhan, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagiMu rumah bagi namaMu yang kudus adalah dari tanganMu sendiri dan punyaMulah segala-galanya.”  Daud mengaku bahwa mereka hanya memberikan kembali kepada Allah apa yang Allah sudah memberikan kepada mereka.(Bersambung)