Pelajaran 3 Persembahan di dalam Perjanjian Lama

Nuh

Setelah Nuh keluar dari bahtera firman Allah mengatakan bahwa dia mempersembahkan beberapa ekor binatang dan burung sebagai korban bakaran kepada Tuhan (Kej. 9:20, 21). Oleh karena persembahan Nuh itu, maka Tuhan berjanji bahwa Dia tidak akan membinasakan seluruh bumi dengan air lagi. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dari zaman Habel sampai dengan zaman Nuh, orang-orang benar di hadapan Tuhan mempersembahkan korban kepadaNya. Tentu Nuh belajar mempersembahkan korban demikian kepada Tuhan dari orang tuanya atau nenek moyangnya. Selanjutnya bahwa Allah menerima korban Nuh menyatakan bahwa Nuh mempersembahkan korbannya itu menurut kehendak Allah.

Abraham

Walaupun hanya ada satu nas yang mengatakan secara langsung bahwa Abraham mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan, ada nas-nas lain yang menyinggungnya. Dalam Kejadian 22, Allah menyuruh Abraham untuk mempersembahkan anaknya Ishak sebagai korban bakaran kepada Tuhan (Kej. 22:2). Jadi Abraham sudah tahu apa itu korban bakaran dan caranya untuk mempersembahkannya. Ini menyinggung bahwa Abraham sudah biasa melakukan demikian. Walaupun Malaikat Tuhan menghentikan Abraham sehingga dia tidak mempersembahkan anaknya, Tuhan menyediakan seekor domba sebagai ganti anaknya itu. Abraham mempersembahkan domba itu sebagai korban bakaran kepada Tuhan. Beberapa kali di dalam Kejadian dikatakan bahwa Abraham mendirikan sebuah mezbah (Kej. 12:7; 13:4, 18). Tujuan dari pendirian mezbah itu biasanya adalah untuk mempersembahkan korban kepada Allah (Kej. 22:9). Jadi walaupun dalam Kejadian 12:7; 13:4, 18 tidak mengatakan bahwa Abraham mempersembahkan korban kepada Allah, kita bisa menganggap bahwa selama Abraham tinggal dekat mezbah itu, dia biasanya mempersembahkan korban kepada Allah secara teratur sesuai dengan kehendak Tuhan.Sebutan pertama di dalam Alkitab mengenai perpuluhan adalah cerita Abram dengan Melkisedek dalam Kejadian 14:17-20. Setelah Abram pergi dan mengalahkan perserikatan raja-raja di Timur yang menyerang Sodom, Abram bertemu dengan Melkisedek. Melkisedek adalah seorang imam Allah yang Mahatinggi. Waktu Abram bertemu dengan Melkisedek, Abram memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari jarahan yang diperolehnya (Ibr. 7:4). Perhatikanlah bahwa menurut Ibrani 7:4 Abram tidak memberikan kepada Melkisedek sepersepuluh dari segala miliknya, melainkan sepersepuluh dari semua rampasan yang diperolehnya dalam perang itu. Kenapa Abram memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang diperolehnya? Alkitab sendiri tidak mengatakannya. Apakah itu karena suatu penyataan dari Allah yang menyuruh Abram melakukan demikian? Apakah karena Abram sendiri ingin mengucap syukur kepada Allah karena berhasil dalam perang itu sehingga atas kerelaannya sendiri dia memberikan sepersepuluh? Apakah karena alasan lain? Alkitab tidak mengatakannya. Jadi kita tidak bisa tahu dengan pasti. Dan juga tidak dikatakan di tempat lain bahwa Abram pernah memberikan perpuluhan sebelum atau sesudah peristiwa ini. Akan tetapi hal perpuluhan pertama kali disebut di sini di dalam Alkitab dan di kemudian hari di dalam Hukum Taurat, Allah membuatnya menjadi hukum.

Yakub

Waktu Yakub melarikan diri dari kakaknya Esau, dia mempunyai tujuan untuk pergi ke Padan Aram di mana pamannya tinggal. Dalam perjalanan ke sana, dia singgah di Betel untuk bermalam (Kej. 28). Setelah memperoleh mimpi atau penyataan yang luar biasa, Yakub bersumpah yang demikian kepada Allah, “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu” (Kej. 28:20-22). Apakah Yakub memenuhi sumpahnya ini, Alkitab tidak mengatakannya, tetapi saya percaya bahwa Yakub memang memenuhi sumpahnya ini. Dari manakah Yakub memperoleh ide untuk memberikan sepersepuluh, lagi kita tidak tahu. Mungkin kakeknya Abraham menceritakan kepadanya waktu dia bertemu dengan Melkisedek. Mungkin bapanya Ishak mengajarkan demikian kepada Yakub. Mungkin dari penyataan Allah sendiri. Lagi kita tidak bisa memastikan, tetapi di sini adalah contoh lain di mana bapa-bapa leluhur mempersembahkan sepersepuluh kepada Allah. Jadi kita melihat dari awalnya, sejak manusia berada di atas bumi, Allah menuntut persembahan. Dari Habel sampai Yakub, mereka semua yang setia kepada Allah mempersembahkan korban bakaran kepada Allah dari hasil ternak mereka sendiri. Selain dari pada itu, Abram pernah memberikan sepersepuluh dari rampasan yang diperolehnya di dalam perang, dan Yakub pernah berjanji untuk memberikan sepersepuluh dari segala sesuatu yang diperolehnya.(Bersambung)