Pemerintahan Roma

Dari Survei Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru, Kerajaan Roma dikepalai oleh seorang yang disebut Kaisar. Kaisar itu seperti raja. Juga ada Dewan Perwakilan Rakyat tetapi dewan itu hanya melayani atau menyokong kaisar itu. Ada tiga belas kaisar yang memerintah pada zaman Perjanjian Baru yaitu:

Nama / Tahun / Referensi Alkitab

  1. Agustus / 30 SM. – 14 M / Lk. 2:1
  2. Tiberius / 14-37 / Lk. 3:1 (Dia mulai memerintah di propinsi tahun 11)
  3. Kaligula / 37-41 
  4. Klaudius / 41-54 / Kis. 11:28; 18:2
  5. Nero / 54-58 / Kis. 25:10-11; 27:24; 2 Timotius 4:16-17
  6. Galba / 68 
  7. Otho / 69 
  8. Vitelius / 69 
  9. Vespasianus / 69-79 
  10. Titus / 79-81 
  11. Domitianus / 81-96 
  12. Nerva / 96-98 
  13. Trajanus / 98-117 

Kerajaan Roma dibagikan dalam propinsi-propinsi. Ada banyak propinsi dalam Kerajaan Roma. Tiap propinsi dikepalai oleh seorang wali negeri atau gubernur yang ditetapkan oleh DPR Roma atau Kaisar Roma. Kadang-kadang kepala propinsi juga disebut raja atau raja wilayah.

Biasanya pemerintah Roma membiarkan penduduk-penduduk asli setempat untuk memerintah diri mereka sendiri menurut hukum-hukum adat mereka. Hanya mereka tidak diperbolehkan menjatuhkan hukuman mati atas seorangpun. Hanya pemerintah Roma yang bisa menjatuhkan hukuman mati atas orang. Walaupun mereka bisa memerintah diri mereka sendiri, pemerintah Roma masih lebih tinggi dan bisa mencampur tangan dan membatalkan hukum atau hukum adat.

Oleh karena itu, orang Yahudi bisa memerintah diri mereka sendiri menurut Hukum Musa dan menyembah Allah menurut agamanya. Hanya mereka tidak diperbolehkan menjatuhkan hukuman mati atas seorangpun seperti diperintahkan dalam Hukum Musa untuk pelanggaran- pelanggaran tertentu.

Pemerintahan Tanah Israel
Kita membaca tentang banyak orang berkuasa dalam Perjanjian Baru. Kita bisa mengerti Alkitab lebih baik kalau kita tahu sedikit tentang semua orang ini yang memerintah atas tanah Israel dan tahun-tahun pemerintahan mereka.

Tanah Israel dibagi dalam beberapa wilayah yaitu: Yudea, Samaria, Idumea (sebelah selatan Yudea), Galilea, Perea, Iturea, dan Trakhonitis (sebelah utara Galilea). Wilayah-wilayah ini bisa dilihat dalam peta di belakang buku ini. Wilayah-wilayah ini diperintahkan oleh raja, raja wilayah dan wali negeri.

Raja Herodes Agung memerintahkan seluruh tanah Israel dari tahun 37 SM. sampai dengan 4 SM. Dia berasal dari wilayah Idumea, penduduknya adalah keturunan Esau. Dia menjadi orang Yahudi. Waktu dia mati, kerajaannya dibagi antara ketiga anaknya: Arkhelaus, Antipas dan Filipus.

Raja Wilayah Arkhelaus memerintah atas wilayah Yudea, Samaria dan Idumea dari tahun 4 SM. sampai dengan 6 M.

Raja Wilayah Herodes Antipas memerintah atas wilayah Galilea dan Perea dari tahun 4 SM. sampai dengan 39 M.

Raja Wilayah Filipus memerintah atas wilayah Iturea dan Trakhonitis dari tahun 4 SM. sampai dengan 34 M.

Setelah Arkhelaus dipecat oleh Kaisar Agustus, wilayah Yudea, Samaria, dan Idumea digabungkan dengan propinsi Siria. Itu terjadi pada tahun 6 M. Kirenius adalah wali negeri Siria pada waktu itu dan mulai memerintah atas wilayah-wilayah tersebut.

Ada tiga wali negeri yang memerintah setelah Kirenius sampai Pontius Pilatus. Mereka tidak disebut dalam Perjanjian Baru. Pontius Pilatus menjadi wali negeri atas Yudea, Samaria dan Idumea pada tahun 26 dan memerintah sampai dengan tahun 36. Dia yang menjatuhkan hukuman mati atas Yesus.

Herodes Agripa I menjadi raja wilayah atas Iturea dan Trakhonitis sesudah Filipus pada tahun 37. Dia juga menjadi raja wilayah atas wilayah Galilea dan Perea setelah Herodes Antipas pada tahun 39. Ada dua wali negeri yang memerintah wilayah Yudea, Samaria dan Idumea setelah Pontius Pilatus. Kemudian Herodes Agripa I menggantikan mereka dan juga menjadi raja wilayah atas Yudea, Samaria dan Idumea pada tahun 41. Dia menjadi raja atas seluruh tanah Israel seperti Herodes Agung dahulu. Dia memerintah sampai tahun 44 waktu dia meninggal (lihat Kis. 12:23).

Setelah Herodes Agripa I meninggal seluruh daerah diperintah oleh wali-wali negeri. Feliks menjadi wali negeri atas Yudea, Samaria dan Idumea pada tahun 52 dan memerintah sampai dengan tahun 59. Pada tahun itu, Festus mengganti Feliks. Festus memerintah sampai dengan tahun 61. Feliks dan Festus yang menghakimi Paulus (lihat Kis. 23:1-26:32).

Pada tahun 52 Herodes Agripa II menjadi raja atas bagian wilayah Galilea, Perea, dan Trakhonitis. Dia menghakimi Paulus juga (Kis. 23:13-26:32). Dia memerintah sampai dengan tahun 92 waktu dia meninggal. Lihatlah gambar pada halaman berikutnya.

Itu penting untuk mengetahui bahwa ada empat orang yang disebut Herodes yang pernah memerintah di tanah Israel. Banyak orang bingung waktu membaca dalam Matius 2 bahwa Herodes telah meninggal, tetapi dia muncul lagi dalam Matius 14. Kalau tahu bahwa ada beberapa orang yang mempunyai nama Herodes yang pernah memerintah di tanah Israel, maka Alkitab lebih jelas.

Di Yudea, di bawah raja wilayah atau wali negeri, adalah Mahkamah Agama. Mahkamah Agama terdiri dari 71 orang termasuk Imam Besar. Mahkamah Agama mengatur keagamaan Yahudi dan menghakimi orang Yahudi yang membuat pelanggaran menurut Hukum Taurat, tetapi mereka tidak diperbolehkan menjatuhkan hukuman mati.

Hubungan Pemerintah Roma dengan Agama Yahudi dan Agama Kristen
Pemerintah Roma menghormati agama Yahudi dan membiarkan orang Yahudi menyembah Allah menurut Hukum Taurat. Orang Yahudi juga dibebaskan dari hukum untuk menyembah dewa-dewa dan Kaisar karena kepercayaan mereka bahwa Allah itu Mahaesa. Semua orang dalam Kerajaan Roma dan bangsa-bangsa lain mengakui dan menyembah banyak allah. Kalau Roma menguasai satu daerah, biasanya penduduk itu tidak berkeberatan menyembah dewa- dewa orang Roma dan mereka disuruh menyembah dewa-dewa itu serta Kaisar. Oleh karena orang Yahudi tidak diperbolehkan menyembah dewa atau manusia menurut kepercayaan mereka, maka pemerintah Roma tidak memaksa.

Agama Kristen dianggap sebagai satu golongan dalam agama Yahudi oleh pemerintah Roma pada mulanya. Oleh karena itu, orang Kristen juga tidak dipaksa untuk menyembah dewa atau Kaisar. Tetapi pada tahun 64, Kaisar Nero membakar sebagian kota Roma dan mempersalahkan orang Kristen. Pada saat itu ada penganiayaan besar terhadap orang Kristen di Roma.

Pada tahun 66 orang Yahudi di Yerusalem mulai pemberontakan melawan pemerintah Roma. Perang itu makan waktu empat tahun. Akhirnya, Roma bermenang dan membinasakan kota Yerusalem bersama dengan Bait Allah pada tahun 70.

Setelah pemberontakan itu, pemerintah Roma masih menghormati agama Yahudi dan tidak memaksa mereka menyembah dewa atau Kaisar. Tetapi pemerintah Roma sudah mulai menganggap agama Kristen sebagai agama baru dan bukan satu golongan dari agama Yahudi oleh karena banyak orang bukan Yahudi sudah menjadi anggota agama itu. Pemerintah Roma melihat bahwa bukan orang Yahudi saja yang masuk agama Kristen. Agama Kristen itu menjadi agama terlarang oleh pemerintah Roma karena orang-orang Kristen tidak mau menyembah dewa-dewa atau Kaisar. Pada waktu-waktu tertentu orang Kristen dipaksa mempersembahkan korban kepada dewa dan Kaisar; orang Kristen yang tidak mau, dihukum mati.

Penganiayaan melawan orang Kristen makin berat di bawah Kaisar Domitianus pada tahun sembilan puluhan. Domitianus menganggap dirinya sebagai allah dan memerintah agar semua orang menyembah dia. Orang Kristen tidak mau dan banyak dianiaya dan dibunuh. Pada waktu itulah rasul Yohanes dipenjarakan di pulau Patmos dan menerima wahyu dari Allah.

 Pemerintah Tanah Israel