Persembahan di dalam Hukum Taurat

Mutu Korban yang Dipersembahkan:

Allah tidak akan menerima korban binatang atau korban sajian yang sembarangan. Allah selalu menuntut yang paling baik. Allah memberikan syarat-syarat kepada orang Israel mengenai mutu korban yang dipersembahkan sebagai berikut: Mengenai lembu, domba atau kambing harus:

1. Tidak bercela;

2. Tidak boleh bercacat badannya sedikitpun;

3. Tidak boleh buta;

4. Tidak boleh ada tulangnya yang patah;

5. Tidak boleh ada luka atau bisul;

6. Tidak boleh berkedal atau berkurap;

7. Tidak boleh buah pelirnya terjepit, ditumbuk, direnggut, atau dikerat;

8. Harus berumur delapan hari ke atas.

Nas: Imamat 22:17-27.

Mengenai hasil tanah harus:

1. Hasil tanah yang pertama;

2. Tepung yang terbaik.
Penjelasan: Kebanyakan persembahan-persembahan yang orang Israel persembahkan kepada Tuhan menjadi milik imam-imam sebagai imbalan pelayanan mereka di dalam Kemah Suci atau Bait Allah (Bilangan 18:8-32).

Renungkanlah Renungkanlah kalau saudara hidup di bawah hukum Taurat dan harus mengingat dan mempersembahkan semua persembahan ini. Membuat repot, bukan? Tentu, dari pembacaan saya, peraturan-peraturan ini hanya berkaitan dengan petani dan peternak, yaitu orang yang mempunyai ladang, kebun atau pohon buah-buahan yang mereka tanam, atau kumpulan ternak yang berkembang. Saya tidak mendapat informasi mengenai mereka yang menerima gaji karena kerja sebagai tukang kayu atau tukang batu dan lain sebagainya. Namun mereka tetap harus mempersembahkan korban yang wajib bagi mereka (seperti kalau mereka mempunyai anak yang baru lahir). Dan juga ada orang miskin yang tidak memberi persembahan banyak oleh karena mereka tidak mempunyai hasil tanah atau hasil ternak. Namun demikian saya mau supaya kita sungguh-sungguh merenungkan tanggung jawab kita dalam hal memberi kepada Tuhan dibandingkan dengan kewajiban orang Israel di bawah Hukum Taurat. Banyak juga di antara kita orang Papua adalah petani dan peternak. Mungkin kita kerja di kantor atau perusahaan, mungkin kita kerja di bangunan atau sebagai tukang ojek, tetapi banyak di antara kita juga mempunyai kebun dan ternak, yang di bawah hukum Musa, akan kena persembahan yang banyak.

Persembahan untuk Kemah Suci

Waktu orang Israel keluar dari Mesir, mereka merampas orang Mesir itu. Mereka tidak merampas dalam hal mencuri barang diam-diam. Mereka minta barang-barang emas dan perak dari orang-orang Mesir yang memberikan barang-barang itu kepada orang Israel dengan kerelaan hati. Allah sudah memberitahukan kepada Abraham bahwa keturunannya akan keluar dengan membawa harta banyak (Kej. 15:14). Hal itu memang terjadi (Kel. 3:21, 22; 11:2, 3; 12:35, 36). Jadi waktu orang Israel sudah siap untuk membangun Kemah Suci dengan segala perabotannya dan pakaian imam yang mewah dan luar biasa indahnya, maka mereka mempunyai harta benda yang banyak untuk bisa diberikan. Orang Israel memberi dengan kerelaan hatinya sampai Musa harus memerintahkan orang Israel untuk berhenti memberikan oleh karena apa yang sudah dipersembahkan lebih dari cukup (Kel. 35:4-9, 20-24, 29; 36:3-7). Kiranya kalau jemaat memerlukan dana untuk sesuatu, anggotaanggotanya bisa memberi dengan kerelaan hati sampai apa yang diberikan lebih dari cukup untuk keperluan tersebut.

Inilah semua korban persembahan yang harus diserahkan orang Israel di bawah hukum Taurat. Mungkin ada satu atau dua yang saya lupa, saya tidak tahu, tetapi saya berusaha untuk mencatat semuanya. Ada banyak nas lain di dalam Perjanjian Lama mengenai uang dan persembahan yang akan kita lihat nanti. Tetapi, lagi, renungkanlah semua persembahan yang harus mereka berikan. Sungguh, kita hidup di bawah perjanjian yang lebih baik yang tidak menuntut berbagai macam persembahan yang begini. Baiklah kita melihat apa yang dikatakan Perjanjian Baru mengenai persembahan.