Persembahan di dalam Perjanjian Lama

Persembahan di dalam Hukum Taurat

Pohon Buah-Buahan

Siapa: Siapa yang menanam pohon buah-buahan.

Korban:

1. Tiga tahun pertama pohon berbuah, tidak boleh memetik buahbuahannya atau memakannya.

2. Tahun yang keempat semua buah-buahan harus dipersembahkan kepada Tuhan (untuk diberikan kepada imam-imam atau orang miskin).

3. Tahun kelima dan selanjutnya pemilik pohon itu boleh memakan buahbuahan.

Tujuan: Supaya hasil pohon itu bertambah banyak.

Nas: Imamat 19:23-25.

Penuaian Tanah

: Bagian Pertama:

Siapa: Petani yang menuai hasil tanahnya.

Korban:

1. Seberkas hasil pertama dari penuaian (kurang lebih dua liter).

2. Seekor domba berumur setahun yang tidak bercela sebagai korban bakaran.

3. Dua persepuluh efa (kurang lebih 4 liter) tepung yang terbaik diolah dengan minyak sebagai korban sajian.

4. Seperempat hin (kurang lebih satu liter) anggur sebagai korban curahan.

Tujuan:

1. Supaya Tuhan berkenan kepada orang itu.

2. Sebagai korban api-apian bagi Tuhan yakni bau yang menyenangkan.

Nas: Imamat 23:9-14; Ulangan 26:1-11.

Bagian Kedua:

Siapa: Orang yang menuai hasil tanah.

Korban:

1. Tidak boleh menyabit ladang habis-habisan sampai ke tepinya (menurut tradisi orang Yahudi jumlah kurang lebih satu perenam puluh [1/60]).

2. Tidak boleh memungut apa yang ketinggalan dari penuaian.

Tujuan: Sisanya yang tinggal itu untuk orang miskin dan orang asing.

Nas: Imamat 19:9, 10; 23:22; Ul. 24:19-21.

Anak Sulung

Siapa: Semua perempuan yang pertama-tama melahirkan dan itulah anak laki-laki dan semua peternak yang mempunyai hewan yang pertama-tama melahirkan dan itu seekor anak jantan.

Korban:

1. Untuk anak laki-laki sulung manusia, dia harus ditebus dengan membayar lima syikal perak (55 gram) pada saat dia berumur satu bulan.

2. Untuk anak jantan dari hewan yang tahir, harus dipersembahkan kepada Tuhan.

3. Untuk anak jantan keledai harus ditebus dengan seekor domba atau mematahkan lehernya.

4. Untuk anak jantan dari hewan yang haram harus menebusnya dengan membayar lima syikal perak (55 gram) atau mematahkan lehernya.

Tujuan: Karena Allah membunuh semua anak laki-laki sulung di Mesir pada malam orang Israel keluar dari Mesir jadi semua anak laki-laki sulung adalah kepunyaan Allah.

Nas: Keluaran 13:11-16; Bilangan 18:16; Ulangan 15:19-23.

Penjelasan: Kalau seorang perempuan untuk kali pertama melahirkan seorang perempuan, kemudian anaknya yang kedua seorang laki-laki, maka anak laki-laki itu tidak harus ditebus. Juga dengan hewan, kalau anak pertama yang dilahirkan adalah betina kemudian anak yang kedua adalah jantan, tidak harus dikorbankan atau ditebus. Hanya anak sulung laki-laki.

Nazar

Siapa: Orang yang dengan rela hati ingin menazarkan sesuatu atau seseorang kepada Allah.

Korban: Ada bermacam-macam korban sesuai dengan apa yang ingin dinazarkan orang:

1. Dirinya sendiri:

a. Laki-laki yang berumur 20 s/d 60 tahun: 50 syikal perak (575 gram).

b. Perempuan yang berumur 20 s/d 60 tahun: 30 syikal perak (345 gram).

c. Laki-laki yang berumur 60 tahun ke atas: 15 syikal perak (173 gram). d. Perempuan yang berumur 60 tahun ke atas: 10 syikal perak (115 gram).

2. Anaknya:

a. Laki-laki yang berumur 5 s/d 20 tahun: 20 syikal perak (230 gram).

b. Perempuan yang berumur 5 s/d 20 tahun: 10 syikal perak (115 gram).

c. Laki-laki yang berumur 1 bulan s/d 5 tahun: 5 syikal perak (58 gram).

d. Perempuan yang berumur 1 bulan s/d 5 tahun: 3 syikal perak (35 gram).

Tambahan: Kalau dia tidak mampu membayar nilai yang ditentukan di atas karena miskin:

a. Dia harus menghadapkan orang yang ingin dinazarkan kepada imam.

b. Imam yang akan menentukan nilai orang itu sesuai dengan kemampuannya.

3. Hewan yang boleh dipersembahkan sebagai persembahan:

a. Harus diserahkan kepada Allah.

4. Hewan yang haram yang tidak boleh dipersembahkan:

a. Imam harus menentukan nilainya.

b. Harus dijual kepada orang lain dan uangnya diserahkan kepada Allah.

c. Kalau pemiliknya ingin menebusnya, dia harus menambah 20 persen.

5. Rumahnya:

a. Imam harus menentukan nilainya.

b. Harus dijual kepada orang lain dan uangnya diserahkan kepada Allah.

c. Kalau pemiliknya ingin menebusnya, dia harus menambah 20 persen.

6. Sebagian dari ladang miliknya (yang termasuk warisan dari nenek moyang):

a. Nilainya diperhitungkan sebagai berikut:

1. Menentukan jumlah benih jelai yang diperlukan untuk menaburkan seluruh tanah tersebut.

2. Satu homer benih jelai (220 liter) dihitung 50 syikal perak (575 gram) kalau dinazarkan pada tahun Yobel.

3. Menentukan jumlah tahun yang tinggal sampai tahun Yobel berikut.

4. Harga nilai tanah tersebut dikurangkan menurut jumlah tahun yang tinggal sampai tahun Yobel berikut.

b. Pemiliknya yang mau menebus ladangnya itu harus menambah 20 persen dan tanah itu tetap miliknya, bahkan setelah tahun Yobel.

c. Jikalau orang lain yang membelinya, maka setelah tahun Yobel ladang itu menjadi milik imam.

7. Ladang yang dibelinya dari orang lain (yang tidak termasuk warisan nenek moyang):

a. Imam yang menentukan nilai ladang tersebut sampai kepada tahun Yobel.

b. Harus membayar nilai tersebut pada hari itu juga.

c. Dalam tahun Yobel ladang kembali kepada pemiliknya yang asli.

Nas: Imamat 27:1-27.

(Bersambung)