Persembahan di dalam Perjanjian Lama

Persembahan di dalam Hukum Taurat

Pinjaman

Siapa: Orang Israel yang memberi pinjaman uang kepada seorang Israel.

Korban:

1. Tidak ada korban tertentu.

2. Dilarang untuk menagih bunga. Jumlah yang dipinjamkan adalah jumlah yang dikembalikan, tidak boleh menagih lebih.

3. Tetapi pada tahun Sabat (setiap tujuh tahun) hutang itu harus diampuni atau dihapuskan, maksudnya, tidak boleh ditagih lagi.

Tujuan: Berbuat baik kepada sesamanya supaya dia bisa tetap hidup di antara mereka, dan supaya tidak ada orang miskin di antara mereka.

Nas: Imamat 25:35-38; Ulangan 15:1-11.

Pembebasan Budak

Siapa: Orang yang mempunyai budak.

Korban:

1. Tidak ada korban tertentu.

2. Budak harus dibebaskan setelah bekerja selama enam tahun.

3. Harus memberikan kepada dia bekal yang berlimpah-limpah pada saat membebaskan dia.

Tujuan: Supaya Tuhan “memberkati engkau dalam segala sesuatu yang kaukerjakan.”

Nas: Ulangan 15:12-18.

Perpuluhan dari Hasil Tanah dan Ternak untuk Tuhan

Siapa: Semua petani dan peternak.

Kapan: Setiap tahun.

Korban:

1. Sepersepuluh dari semua hasil tanaman, baik di ladang maupun pohon buah-buahan harus diberikan kepada Tuhan.

2. Sepersepuluh dari semua ternak yang baru lahir dalam tahun berjalan.

3. Kalau pemilik ingin menebusnya, dia harus menambah seperlima.

Tujuan: Supaya imam-imam mempunyai bahan makanan.

Nas: Imamat 27:30-33; Bilangan 18:21, 24.

Penjelasan: Orang peternak biasanya mengumpulkan semua anak lembu dan anak kambing domba dan menaruhnya ke dalam kurungan dengan pintu yang cukup sempit sehingga hanya satu ekor bisa keluar melaluinya. Dia menempatkan induk-induk mereka di luar. Dia menghitung masing-masing yang keluar dan setiap kesepuluh yang keluar di bawah tongkatnya, dia menandai dengan noda merah sebagai milik Tuhan. Kalau dia mau menebusnya, dia harus membayar harganya dan menambah seperlima kepadanya. Misalnya kalau anak lembu bernilai satu juta rupiah, berarti dia harus membayar kepada imam satu juta dua ratus ribu rupiah dan anak lembu itu tetap miliknya.

Perpuluhan yang Kedua

Siapa: Semua petani.

Kapan: Setiap tahun.

Korban:

1. Sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladang. Untuk: 1. Dimakan dalam sukaria di Yerusalem pada hari raya oleh pemiliknya dan oleh imam-imam.

Tujuan: Supaya mereka takut akan Tuhan.

Nas: Ulangan 14:22-27; Ulangan 12:5-7.

Penjelasan: Inilah perpuluhan yang kedua, rupanya dari hasil tanah saja yang harus dimakan di Yerusalem oleh pemiliknya dan imam-imam. Kalau dia tidak bisa membawanya ke Yerusalem, dia boleh menguangkannya dan membawa uang ke Yerusalem untuk belanja di sana. Mengenai anak sulung hewan di dalam Ulangan 14:23, rupanya berkaitan dengan korban anak sulung hewan yang disebut dahulu (tetapi saya tidak bisa pastikan karena semua sumber referensi yang saya punya tidak jelas mengenai hal itu) yang hanya dimakan oleh imam (Bil. 18:18).

Perpuluhan yang Ketiga

Siapa: Semua petani.

Kapan: Tahun ketiga dan keenam setelah tahun Sabat. Korban: Sepersepuluh dari hasil tanah. Untuk: Orang Lewi, orang asing, anak yatim, dan janda.

Tujuan: Supaya Allah memberkati orang Israel dalam segala usaha yang dikerjakan tangannya.

Nas: Ulangan 14:28-29.

Penjelasan: Perpuluhan ini diberikan sekali tiga tahun, khusus untuk bahan makanan untuk orang lemah (miskin) di dalam masyarakat dan orang Lewi. Jadi pada tahun ketiga dan keenam, orang Israel memberikan tiga perpuluhan.

(Bersambung)