Persembahan di dalam Perjanjian Lama

Contoh Pemberian Seorang Yahudi

Jadi kita melihat bahwa orang Yahudi mempersembahkan jauh lebih dari sepuluh persen kepada Tuhan. Marilah kita melihat contoh seperti berikut:

Seorang Israel menanam ladangnya dengan gandum yang menghasilkan 6.000 kilogram seluruhnya. Dia harus mengorbankan yang berikut:

6.000/60* (tidak boleh sabit sampai ke tepinya) 100kg 6.000/40* (hasil pertama) 150kg 6.000/10 (perpuluhan yang pertama) 600kg 6.000/10 (perpuluhan yang kedua) 600kg 6.000/30 (perpuluhan yang ketiga, sekali tiga tahun) 200kg

Jumlah yang dikorbankan 1,650kg

*Ini dihitung menurut tulisan rabi-rabi (guru-guru perjanjian lama).

Jadi, ini merupakan 27,5% dari hasil tanahnya yang dikorbankan.
Kemudian, misalnya dia menambah ternaknya seratus anak kambing domba dan seratus anak lembu sapi, masing-masing 50 jantan dan 50 betina. Dari jantan itu 5 adalah anak sulung jantan.

 

Jadi ini merupakan 17% dari kambing domba dan 15% dari lembu sapi. Seandainya dia hanya menambah 50 ekor kambing domba dan 50 ekor lembu sapi pada tahun tersebut dan dua di antaranya adalah anak sulung, maka dia mengorbankan 18% dari kambing domba dan 14% dari lembu sapi.

Tetapi ini tidak termasuk korban-korban lain yang mungkin akan diberikan yang merupakan korban bakaran, korban keselamatan, korban penghapus dosa, dan lain sebagainya yang biasanya dipersembahkan orang Israel sebagai korban sukarela yang tidak termasuk antara korban wajib yang diuraikan di atas. Jadi seorang peternak biasanya mempersembahkan 20 persen dari ternaknya atau lebih kepada Tuhan.

Selain dari pada itu ada juga korban sajian dan korban curahan yang harus diberikan. Setiap tahun harus membayar enam gram perak pada waktu pendaftaran.

Korban lain yang mungkin harus diberikan adalah jikalau tahun itu dia mempunyai anak laki-laki sulung yang lahir, dia harus membayar 55 gram perak untuk menebus anak laki-lakinya. Kalau ada anak yang lahir, biar itu anaknya yang sulung atau anak kemudian, laki-laki atau perempuan, dia harus mempersembahkan korban. Kemudian, seandainya dia mempunyai penyakit kulit tertentu atau infeksi pada kemaluannya ada korban lain yang harus dipersembahkan. Kalau dia menazarkan sesuatu, maka akan menambah korban lagi.

Selain dari pada itu pada setiap tujuh tahun, kalau dia meminjamkan uang kepada seorangpun, dia harus menghapuskan hutang itu (dia tidak boleh lagi menagih hutang itu). Setiap tujuh tahun juga harus melepaskan budaknya dan memberikan budaknya itu bahan-bahan makanan, bekal, dan lain sebagainya. Setiap tujuh tahun juga dia tidak boleh menuai dan oleh karena itu tidak mendapat pendapatan apa-apa.

Jadi diperhitungkan bahwa orang Israel petani dan peternak biasanya memberikan lebih dari sepertiga dari penghasilan mereka kepada Tuhan. Mereka memberikan jauh lebih dari pada sepuluh persen saja. Sepuluh persen merupakan dasar pemberian mereka.

Mutu Korban yang Dipersembahkan:

Allah tidak akan menerima korban binatang atau korban sajian yang sembarangan. Allah selalu menuntut yang paling baik. Allah memberikan syarat-syarat kepada orang Israel mengenai mutu korban yang dipersembahkan sebagai berikut:

Mengenai lembu, domba atau kambing harus:

1. Tidak bercela;

2. Tidak boleh bercacat badannya sedikitpun;

3. Tidak boleh buta;

4. Tidak boleh ada tulangnya yang patah;

5. Tidak boleh ada luka atau bisul;

6. Tidak boleh berkedal atau berkurap;

7. Tidak boleh buah pelirnya terjepit, ditumbuk, direnggut, atau dikerat;

8. Harus berumur delapan hari ke atas.

Nas: Imamat 22:17-27.

Mengenai hasil tanah harus:

1. Hasil tanah yang pertama;

2. Tepung yang terbaik.

Penjelasan: Kebanyakan persembahan-persembahan yang orang Israel persembahkan kepada Tuhan menjadi milik imam-imam sebagai imbalan pelayanan mereka di dalam Kemah Suci atau Bait Allah (Bilangan 18:8-32).

(Bersambung)