SEORANG YANG BERKENAN DI HATI TUHAN

Di antara contoh-contoh Alkitabiah dari kesetiaan, Daud berdiri dekat permulaan daftar.  Begitu demikian bahwa Daud diuraikan sebagai, “seorang yang berkenan di hati Allah” (1 Sam. 13:14).  Bagaimanakah Daud menerima pujian sedemikian dari Tuhan?  Selanjutnya, apakah yang bisa kita belajar dari Daud yang akan menyebabkan kita masing-masing untuk menghidupi kehidupan yang lebih setia dan berkenan di hadapan Tuhan?

Suasana umum dari kehidupan Daud menunjukkan alasan Allah mengatakan hal ini mengenai Daud.  Daud tidak sempurna sebagaimana nyata dalam peristiwa dengan Batsyeba, tetapi dia selalu mencari nasehat Allah dalam kerendahan hati dan iman.  Contoh yang unggul dari hal ini adalah waktu Daud melarikan diri dari Saul.  Saul bermaksud untuk membunuh Daud dengan alasan hampa dan sebagai akibatnya Daud terpaksa menghidupi kehidupan sebagai pelarian, berdiam di dalam gua-gua dan gunung-gunung dan hutan-hutan dan padang gurun (1 Sam. 23:1415).  Daud juga terpaksa hidup di dalam negeri-negeri musuhnya orang Moab dan orang Filistin.  Pada waktu-waktu kesusahan inilah Daud menulis kebanyakan mazmurnya. Sepanjang waktu ini, Daud tidak putus asa atau kehilangan imannya dalam Allah. Sebaliknya, sepanjang waktu pencobaan ini, iman Daud dikuatkan.  Tambah pula, walaupun dia mempunyai dua kesempatan, Daud tidak membunuh Saul, yang diurapi Allah (1 Sam. 24 dan 26).

Jadi, sepanjang masa ini, apa yang membuat Daud sebagai seorang yang berkenan di hati Allah?  Pertimbangkanlah daftar yang berikut dan pertimbangkanlah jugabagaimanakah kita bisa mempraktekkan sikap-sikap di dalam kehidupan kita sendiri.  Daud:

  1. Mempercayai Allah sepenuhnya.
  2. Menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada kehendak Allah.
  3. Melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah.
  4. Menantikan Allah dalam masa pencobaan.
  5. Menghargai yang diurapi oleh Allah.
  6. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
  7. Hidup benar di tengah-tengah musuh-
  8. Adalah orang yang murah hati.
  9. Tidak bangga atas kejatuhan Saul.

Semua sikap ini dan lebih banyak lagi membuat Daud “seorang yang berkenan di hati Allah.”  Marilah kita berusaha untuk membuat sikap-sikap Kristus ini sebagian lebih besar dari kehidupan kita juga.

 

Pelajaran ini diambil dari Newsletter Hazel Park Church of Christ, Vol. 37 No. 35, Sunday August 31, 2003, dengan judul asli “A Man After God’s Own Heart.”  Diterjemahkan oleh David Buskirk.