SUKACITA MERENUNGKAN ATAS FIRMAN ALLAH

Mazmur 1:1-3

Jikalau kita merenungkan atas firman Allah dan ingat semua kebaikanNya, maka sukacita adalah hasilnya. Merenungkan atas FirmanNya siang malam seperti diajarkan Firman akan membawa kesenangan yang sejati dan pemecahan masalah-masalah.

Allah memberi petunjuk dalam Ulangan 6 mengenai bagaimana TauratNya harus diajarkan, dipelajari dan ditaati. Dia tidak mau agar orang-orang Israel lupa perbuatanperbuatanNya. Mereka telah minum dari sumur-sumur yang tidak digali mereka dan makan dari kebun-kebun anggur dan pohonpohon zaitun yang tidak ditanam mereka.

Allah menghendaki agar orang-orang Israel merenungkan dan memikirkan kebaikanNya. Dia berkata, “Kalau kamu sudah makan sampai kenyang, awas agar jangan kamu melupakan Tuhan yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir dari rumah perbudakan (Ul. 6:11,12).

Tuhan memperingati Yosua, “Janganlah engkau lupa memperkatakan Kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yos. 1:8).

Betapa cepat kita lupa berkat-berkat kita yang dahulu. Betapa cepatnya masalahmasalah membuat kita melupakan kebaikan Allah. Betapa cepatnya kita melupakan bagaimana Kristus menderita dan mati bagi kita dan sangat memberkati kita denganpengharapan hidup kekal.

Dalam merenungkan firman Allah dan kebaikanNya, kita teringat. Daud berkata, “Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan…Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaanMu dan merenungkan perbuatanperbuatanMu” (Mzm. 77:12,13)

Paulus menulis dalam Filipi 4:8 untuk memikirkan hal-hal yang baik. Setelah memberi petunjuk kepada pemuda Timotius untuk menjadi teladan seorang Kristen dalam Firman Allah, Paulus memperingatinya, “Renungkanlah semua ini, menyerahkan dirimu sepenuhnya kepada mereka supaya kemajuanmu nyata untuk semua” (1 Tim. 4:15).

Mazmur 1 menguraikan orang saleh sebagai orang yang menggemari Taurat Tuhan dan merenungkannya siang malam.  Orang saleh ini adalah orang yang diberkati dan bersenang — seperti pohon yang ditanam di tepi sungai, yang menghasilkan buah untuk kehidupan yang berkelimpahan.

Waktu pagi adalah waktu yang baik untuk merenungkan atas Firman Allah. Dalam Mazmur 63:2, Daud mencurahkan isi hatinya dan jiwanya kepada Allah.  Memberitakan imannya yang besar dalam Allah dia menulis, “Ya, Allah, Engkau Allahku, aku mencari Engkau.”

Daud juga memuliakan Allah dengan bibir yang bersukacita pada waktu malam. Waktu dia merenungkan pada waktu penjagaan malam dia bersukacita dalam pertolongan Tuhan.  Kiranya kita bisa berkata denganDaud, “Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepadaMu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam — sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku dan dalam naungan sayapMuaku bersorak-sorai” (Mzm. 63:6-8).

 

Pelajaran ini diambil dari Christian Woman [Wanita Kristen], Sep/Oct 1989 dengan judul asli, “The Joy of Meditating on God’s Word,” halaman 30.  Diterjemahkan oleh David Buskirk.