Archives For Herodian

Keagamaan Yahudi

February 4, 2013 — 2 Comments

Dari Survei Perjanjian Baru

Tempat Ibadah Orang Yahudi
Waktu orang-orang Yahudi keluar dari Mesir dan mengembara di padang gurun mereka membangun Kemah Suci sebagai tempat ibadah. Kemah Suci itu tetap ada sampai Raja Salomo membangun Bait Allah di Yerusalem. Pada waktu itu, mereka tidak mempunyai tempat ibadah lain. Waktu Bait Allah itu dibinasakan dan mereka dibawa ke dalam pembuangan, mereka mulai mendirikan sinagoge atau rumah-rumah ibadat. Waktu mereka kembali ke tanah Israel setelah pembuangan, mereka membangun rumah ibadat di setiap desa di Israel.

Bait Allah
Bait Allah yang dibangun oleh Raja Salomo dibinasakan oleh orang Babilon pada tahun 586 SM. Waktu orang Yahudi kembali ke Yerusalem dari pembuangan pada tahun 536, mereka mulai membangun kembali Bait Allah itu. Pembangunan itu selesai tahun 516. Tetapi Bait Allah itu tidak seperti Bait Allah yang dibangun oleh Raja Salomo. Bait Allah yang kedua kurang indah.

Pada tahun 20 SM. Raja Herodes mulai membangun Bait Allah seperti yang dibangun oleh Raja Salomo. Bait Allah itu diselesaikan tahun 64 M. Pembangunan itu makan waktu 84 tahun. Kemudian Bait Allah itu dibinasakan tahun 70, enam tahun setelah selesai dibangun. Itu dibinasakan oleh orang Roma oleh karena orang-orang Yahudi memberontak melawan orang- orang Roma yang sedang menjajah mereka.

Setelah Bait Allah yang kedua dibangun kembali, semua korban, upacara, hari raya, persembahan dan imam-imam ditetapkan kembali dan imam-imam melayani Allah dalam Bait Allah menurut Hukum Taurat. Tetapi setelah Bait Allah itu dibinasakan oleh orang Roma, tidak pernah dibangun kembali dan semua korban, upacara, dan persembahan terhenti.

Yesus sering mengajar dalam Bait Allah. Orang Kristen yang pertama juga bertemu dalam Bait Allah untuk menyembah, mengajar dan memberitakan Firman Allah.

Rumah Ibadat
Waktu orang Israel berada dalam pembuangan, mereka mulai berkumpul pada hari Sabat untuk belajar Hukum Taurat dan menyembah Allah. Mereka membangun rumah-rumah ibadat di mana-mana mereka berada sebagai tempat khusus untuk berkumpul dan beribadah kepada Allah. Setelah mereka kembali ke tanah Israel, mereka juga membangun rumah ibadat di setiap desa. Yesus sering mengajar di rumah ibadat. Paulus dan orang-orang Kristen lain juga sering bertemu dengan orang Yahudi di rumah ibadat dan mengajar mereka tentang Yesus sebagai Mesias.

Golongan-Golongan Orang Yahudi
Pada zaman abad pertama, ada banyak macam golongan orang Yahudi, semuanya tidak disebut di dalam Alkitab dan itu bukan tujuan buku ini untuk membahas semua, hanya golongan-golongan yang disebut dalam Perjanjian Baru. Untuk lebih mengerti Firman Allah, maka sebaiknya kita tahu sedikit tentang bermacam-macam golongan yang kita temukan di dalam Perjanjian Baru.

Orang Farisi
Kata “Farisi” artinya terpisah, dan itu mencirikan orang-orang Farisi. Mereka berusaha untuk mengikut Hukum Taurat sebaik mungkin, tetapi bukan Hukum Taurat saja, melainkan adat istiadat nenek moyang. Mereka memisahkan diri dari hal-hal duniawi. Mereka membenarkan diri karena melakukan Hukum Taurat. Mereka menganggap bahwa mereka orang- orang Yahudi yang terbaik dan kalau mereka tidak pergi ke sorga, tidak ada orang Yahudi lain yang bisa juga. Mereka mengharapkan kebenaran dan keselamatan oleh karena mereka adalah keturunan dari Abraham, dan karena mereka melakukan Hukum Taurat dan tradisi nenek moyang. Mereka juga sangat memperhatikan kehalalan dan berusaha untuk tidak menajiskan diri. Mereka tidak bergaul dengan orang “berdosa,” yaitu perempuan pelacur, pemungut cukai dan orang-orang Yahudi lain yang tidak memperhatikan Hukum Taurat. Orang Farisi sangat merendahkan orang Yahudi semacam begitu. Orang-orang Farisi tidak senang dengan pemerintah Roma dan ingin menjadi merdeka.

Mereka yang paling bertengkar dan menantang Yesus oleh karena Yesus, sebagai guru besar, tidak hidup seperti mereka. Yesus menyatakan kesalahpercayaan mereka dan kejahatan dan dosa yang ada dalam hati mereka. Mereka merasa terancam oleh Yesus.

Golongan ini kecil, tetapi mempunyai pengaruh besar dalam agama Yahudi. Kebanyakan dari rabi-rabi dan juga anggota-anggota Mahkamah Agama adalah orang Farisi.

Orang Saduki
Golongan Saduki, pada umumnya, terdiri dari kaum ningrat. Mereka mempunyai tanah banyak. Kebanyakan orang kaya termasuk dalam golongan ini juga. Kebanyakan imam-imam lain yang melayani di bait Allah juga dari golongan Saduki. Imam Besar juga dipilih dan ditetapkan oleh golongan ini. Oleh karena kebanyakan adalah orang kaya, mereka senang dengan pemerintah Roma dan tidak mau ada peperangan untuk menjadi merdeka oleh karena peperangan pasti membahayakan kekayaan mereka. Mereka juga mempunyai pengaruh besar dalam agama Yahudi dan banyak juga adalah anggota Mahkamah Agama.

Orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki adalah kedua golongan yang mempunyai pengaruh yang paling besar dalam masyarakat Yahudi dan mereka yang menjadi pemimpin orang-orang Yahudi.

Orang Herodian
Golongan ini senang dengan pemerintah Herodes dan menyokongnya. Raja Herodes Agung dan keturunannya, yang ditetapkan sebagai kepala-kepala pemerintah Roma di Israel, menerima adat istiadat dan kebudayaan Roma. Mereka juga tidak mau menjadi merdeka, tetapi menerima Kerajaan Roma di tanah Israel. Semua orang Yahudi lain, yang ingin menjadi merdeka, membenci orang-orang Herodian, oleh karena mereka menyokong pemerintah Herodes dan menerima adat istiadat orang Roma.

Orang Samaria
Orang Samaria adalah bangsa campuran. Mereka adalah keturunan dari orang Yahudi yang kawin dengan orang bukan Yahudi setelah Asiria menang atas Kerajaan Israel Utara.

Waktu Asiria menang atas Kerajaan Israel pada tahun 721 SM., mereka membawa banyak orang Israel ke dalam pembuangan. Asiria juga memindahkan banyak orang lain ke dalam tanah Israel untuk mencampurkan suku-suku.

Orang asing yang terbawa terpaksa tinggal di tanah Israel. Mereka menyembah Allah Israel serta dewa mereka sendiri. Mereka juga kawin dengan orang Israel yang masih ada di sana (lihat 2 Raja-raja 17:24-41).

Waktu orang Yahudi kembali ke Yerusalem dari pembuangan untuk membangun kembali Bait Allah, orang Samaria mau membantu, tetapi orang Yahudi tidak mau menerima mereka dan menolak mereka (lihat Esra 4:2,3).

Kemudian orang Samaria membangun Bait Allah untuk mereka sendiri di gunung Gerazim. Orang Yahudi tidak senang dengan hal itu karena, menurut mereka, boleh hanya ada satu Bait Allah saja, yaitu di Yerusalem. Oleh karena itu, pada tahun 128 SM. mereka membinasakan Bait Allah yang dibangun orang Samaria.

Oleh karena peristiwa-peristiwa ini, ada perpisahan dan permusuhan antara orang Yahudi dan orang Samaria, walaupun mereka mempunyai kepercayaan yang hampir sama dalam agama. Orang Samaria juga menerima Hukum Taurat sebagai Kitab Suci yang diwahyukan dari Allah. Tetapi orang Yahudi menganggap orang Samaria sebagai bangsa yang paling rendah dan hina di muka bumi, lebih rendah dari pada orang-orang bukan Yahudi.

Ahli Taurat
Kita juga menemukan satu golongan yang disebut ahli Taurat dalam Perjanjian Baru. Ahli Taurat adalah ahli kitab yang mempunyai ahli untuk menyalin Kitab Suci. Oleh karena mesin cetak belum diciptakan, hanya ada satu cara untuk memperbanyakkan buku, yaitu, orang harus menyalinnya dengan tangan. Oleh karena Kitab Suci orang Yahudi begitu penting, yaitu wahyu dari Allah sendiri, penyalinan Kitab Suci itu tidak ditinggalkan kepada orang sembarangan. Ahli kitab mempunyai cara khusus, sampai menghitung kata-kata per garis, untuk memastikan bahwa Kitab Suci itu tidak salah disalin.

Oleh karena mereka yang menyalin Kitab Suci, maka mereka yang tahu Kitab Suci lebih baik dari pada orang-orang lain. Jadi mereka juga yang menjadi guru untuk membaca dan mengajar Kitab Suci kepada masyarakat. Di samping itu ahli Taurat juga mempunyai tugas dalam pengadilan orang Yahudi sebagai ahli hukum. Kebanyakan ahli Taurat berasal dari golongan Farisi tetapi juga ada yang berasal dari golongan Saduki.

Golongan Orang Yahudi