Tujuan Jemaat

Yesus datang ke dalam dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lk. 19:10). Itulah rencana Allah sejak semula. Itulah Allah yang menciptakan manusia untuk menyembah dan memuliakan namaNya. Tetapi manusia, oleh tipu daya Iblis, jatuh ke dalam dosa dan memberontak terhadap Allah. Dan sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah bekerja untuk mendamaikan manusia dengan diriNya.

Image

Itulah sebabnya Allah mengutus Yesus ke dalam dunia ini, yaitu untuk mati di kayu salib. Dengan kematianNya, Ia menjadi Juruselamat untuk semua orang yang percaya kepadaNya. DarahNya yang ditumpahkanNya di kayu salib menjadi penghapus dosa umat manusia. Allah mau agar kabar keselamatan itu diberitakan kepada semua umat manusia. Sebelum Yesus naik ke sorga, Ia memberikan perintah ini kepada rasul-rasulNya, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” dan “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada semua makhluk” (Mt. 28:19; Mk. 16:15).

Injil itulah yang diberitakan rasul Petrus pada hari Pentakosta. Pada akhir khotbahnya itu, tiga ribu jiwa menyerahkan dirinya untuk dibaptis dan pada hari itu jemaat Kristus didirikan. Tetapi jemaat itu tidak didirikan sebagai suatu organisasi kemasyarakatan atau sebagai suatu organisasi sosial, melainkan sebagai kenyataan kerajaan Allah di bumi ini di mana semua orang yang diselamatkan ditambahkan kepada jemaat itu.

Tujuan jemaat bukan hanya untuk berkumpul pada hari minggu untuk menyembah Allah, tetapi untuk menjadi terang bagi dunia yang gelap ini, untuk menunjukkan kepada dunia jalan keselamatan dan kehidupan yang dikehendaki oleh Allah. Tujuan jemaat adalah untuk melaksanakan Perintah Agung yang diberikan kepadanya oleh Yesus, yaitu untuk memberitakan injil kepada semua makhluk. Allah mau agar semua orang mempunyai kesempatan untuk mendengar injil dan mentaatinya untuk memperoleh keselamatan (1 Tim. 2:4).

Yesus mengutus kita untuk pergi dan berbuah (Yoh. 15:8). Yesus mau agar kita pergi dan memberitakan injil. Yesus mau agar jemaatNya bertumbuh dan berkembang. Itulah tugas kita semua orang Kristen, bukan hanya penginjil-penginjil atau pemimpin-pemimpin di dalam jemaat. Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk membantu jemaat berkembang.

Kalau kita mau menginjil seorang teman tetapi tidak tahu caranya, baiklah kita meminta orang lain di dalam jemaat yang bisa membantu. Kalau ada orang yang menanyakan sesuatu dan kita tidak tahu jawabannya, bisa menjawab, “Itulah pertanyaan yang bagus, tetapi saya minta maaf karena saya tidak tahu jawabannya, tetapi saya akan mencari jawabannya dan nanti kita bisa mempelajarinya bersama- sama.” Terus mencari seorang saudara yang bisa menjelaskan jawaban itu kepada saudara.

Kita semua harus lebih rajin mempelajari Alkitab supaya kita bisa tahu bagaimana kita harus menjawab orang lain (1 Ptr. 3:15). Selanjutnya, kita semua bisa mengajak teman- teman atau keluarga yang lain untuk ikut kebaktian hari minggu atau hari lain dalam kebaktian rumah tangga.

Baiklah kita semua lebih berusaha untuk memenangkan satu jiwa kepada jemaat tahun ini. Marilah kita terus mengajak orang lain untuk ikut kebaktian pada hari minggu supaya mereka bisa mendengar firman Tuhan. Marilah kita berusaha supaya tahun ini jemaat Kristus bisa berkembang di tanah [Indonesia].

Pelajaran ini diambil dari majalah rohani Suara Kebenaran Edisi 1, Maret-April 2003 oleh David Buskirk.