Yesus Dinyatakan Sebagai Anak Allah, Markus 14-16

Pemimpin-pemimpin agama Yahudi sekarang mencari jalan untuk membunuh Yesus. Memang, Yesus harus dibunuh, maksudnya, disalibkan untuk mencurahkan darahNya supaya dosa dunia bisa diampuni. Itu semua di dalam rencana Allah. Kalau Yesus tidak mati di kayu salib dan mencurahkan darahNya, maka manusia tetap tanpa harapan. Tetapi Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah di dalam kematianNya karena hal-hal aneh yang terjadi waktu Dia mati. Dan Dia juga dinyatakan sebagai Anak Allah di dalam kebangkitanNya, oleh karena kalau Dia bukan Anak Allah, tidak mungkin Dia dibangkitkan. Sebelum Dia naik ke sorga, Dia meninggalkan perintah agung kepada rasul-rasulNya agar mereka memberitakan kabar baik ke seluruh dunia, yaitu bahwa di dalam Yesus ada pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Seorang Perempuan Mengurapi Yesus (14:1-11)

Pemimpin agama Yahudi bersepakat menangkap dan membunuh Yesus.

Yesus ada di Betania di rumah Simon. Ada perempuan namanya Maria (Yoh. 12:3) yang mengurapi kepala Yesus dengan minyak yang sangat mahal. Minyak itu berharga 300 dinar atau gaji 10 bulan. Orang-orang bersungut-sungut karena minyak itu bisa dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin.

Yesus membela dia. Dia melakukan itu bagi Yesus untuk mempersiapkan tubuhNya untuk penguburan. Yesus tidak bermaksud bahwa Dia tidak memperhatikan orang miskin, hanya kalau Maria mau menghormatiNya dan menunjuk kemurahan hati kepadaNya, biarkanlah dia. Kita bisa berbuat baik kepada orang lain dan memberi hadiah yang mahal kepada orang lain juga.

Setelah ini, Yudas pergi ke imam-imam kepala dan setuju untuk menyerahkan Yesus kepada mereka untuk tiga puluh uang perak.

Perjamuan Tuhan (14:12-26)

Yesus menyuruh dua muridNya untuk pergi ke kota Yerusalem dan mempersiapkan tempat supaya mereka bisa makan Paskah.

Dalam perjamuan itu, Yesus menetapkan perjamuan Tuhan, suatu perjamuan yang Yesus ingini semua pengikutNya mengadakan untuk memperingati kematianNya di kayu salib.

Petrus Akan Menyangkal Yesus (14:27-31)

Petrus bersama-sama murid-murid lain yakin bahwa mereka tidak akan menyangkal Yesus, bahkan kalau mereka harus mati dengan Yesus. Mereka belum mengerti tujuan Yesus. Mereka masih berpikir bahwa Yesus akan memimpin mereka dalam perang melawan orang Roma. Mereka sudah siap untuk mati dalam perang itu. Mereka tidak tahu bahwa Yesus akan ditangkap sebagai orang penjahat. Dan pada saat mereka melihat Yesus tidak mau melawan dan berjuang, mereka akan melarikan diri, karena mereka juga tidak mau ditangkap tanpa perjuangan.

Doa Yesus di Taman Getsemani (14:32-42)

Mereka tiba di taman Getsemani di mana Yesus sangat gentar, takut dan sedih hati. Dia mau berdoa kepada BapaNya, supaya dikuatkan. Dia tahu bahwa Dia akan sangat menderita dan memikul semua dosa dari semua orang dalam tubuhNya di kayu salib. Allah Bapa akan meninggalkan Dia, Yesus akan dicemarkan oleh dosa manusia. Sebenarnya, secara jasmani, Yesus tidak mau. Tetapi tidak ada jalan lain supaya umat manusia bisa diselamatkan. Yesus tidak akan melakukan kehendakNya sendiri, melainkan kehendak Allah. Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes sertaNya dan minta supaya mereka berjaga-jaga. Tetapi sudah tengah malam dan mereka capai sekali dan mengantuk.

Yesus Ditangkap (14:43-52)

Yudas muncul dengan serombongan orang yang diutus oleh pemimpin-pemimpin agama Yahudi. Yudas mencium Yesus sebagai tanda bahwa Dialah Yesus dan mereka menangkapNya. Mereka tidak menangkap Yesus dengan paksa. Kalau Yesus mau melawan, Dia bisa. Yesus menyerahkan diriNya kepada mereka. Waktu murid-muridNya melihat bahwa Yesus tidak mau melawan, mereka semua meninggalkan Dia dan melarikan diri.

Yesus di Hadapan Mahkamah Agama (14:53-65)

Yesus dibawa ke hadapan Mahkamah Agama. Pemimpin-pemimpin berusaha mendapat saksi terhadap Yesus tetapi tidak ada. Akhirnya Imam Besar langsung bertanya kepada Yesus jikalau Dia adalah Mesias, Anak Allah. Yesus menjawab bahwa memang Dialah Mesias, Anak Allah. Tetapi mereka sudah menolak Yesus. Mereka tidak percaya bahwa itu memang benar dan menjatuhkan hukuman mati atasNya karena hujat terhadap Allah. Terus mereka mengejek, memukul dan meludahi Yesus.

Petrus Menyangkal Yesus Tiga Kali (14:66-72)

Petrus mengikut dari jauh. Dia heran bahwa Yesus ditangkap. Dia takut tetapi juga ingin melihat apa yang akan terjadi. Ada orang yang bertanya, jikalau Petrus salah satu dari murid Yesus. Petrus takut. Petrus tidak berbuat salah. Dia tidak mau ditangkap seperti Yesus. Oleh karena itu, dia menyangkal. Dua orang lain bertanya hal yang sama dan Petrus dua kali lagi menyangkal, bahkan dengan sumpah, bahwa dia mengenal Yesus. Ayam berkokok dan Petrus mengingat perkataan Yesus dan keluar menangis.

Yesus di Hadapan Pilatus (15:1-15)

Orang Yahudi tidak mempunyai hak untuk menjatuhkan hukuman mati. Oleh karena itu, mereka membawa Yesus di hadapan Pilatus, wali negeri Yudea. Orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang pemberontak dan banyak hal lain.

Pilatus tahu bahwa Yesus tak bersalah dan ingin agar Yesus dilepaskan. Ada orang lain yang juga ditangkap dahulu namanya Barabas. Dia ditangkap karena pembunuhan dalam pemberontakan. Kebiasaan Pilatus itu adalah untuk melepaskan salah satu orang tawanan pada hari raya. Pemimpin agama Yahudi mendorong orang banyak supaya Barabas dilepaskan dan Yesus disalibkan. Pilatus menyerahkan Yesus kepada kemauan orang Yahudi dan menyuruh supaya Yesus disalibkan.

Yesus Disalibkan (15:16-32)

Tentara-tentara Roma membawa Yesus ke dalam istana untuk menyesahNya dan mengolok-olokkanNya.

Mereka memimpin Yesus ke luar untuk disalibkan. Banyak orang yang melewati dan mengolok Dia. Pemimpin agama Yahudi juga mengolok Dia. Memang Yesus menderita banyak supaya dosa kita bisa dihapuskan. Kita harus sangat bersyukur kepada Yesus karena apa yang dialamiNya untuk kepentingan kita.

Yesus Mati (15:33-41)

Yesus mati cepat sekali. Biasanya orang yang disalibkan berada di kayu salib beberapa hari sebelum mati. Pada hari siang, jam 12:00, hari menjadi gelap. Yesus memikul dosa seluruh dunia padaNya dan Dia terpisah dari Allah. Allah tidak bisa lagi melihat atau bersekutu dengan AnakNya karena Allah tidak bisa bersekutu dengan dosa dan kejahatan. Untuk pertama kali, Allah Bapa harus meninggalkan Yesus dan Yesus benar-benar sendirian. Yesus menderita semuanya ini untuk kita, oleh karena dosa dan kejahatan kita. Waktu Yesus mati ada banyak hal ajaib yang terjadi (Mt. 27:51-54). Waktu kepala pasukan melihat semuanya itu, dia mengaku bahwa Yesus ini sungguh-sungguh Anak Allah. Jadi Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah dalam kematianNya.

Yesus Dikuburkan (15:42-47)

Yusuf adalah salah satu orang dalam Mahkamah Agama yang percaya kepada Yesus dan menanti-nantikan Kerajaan Allah. Dia mengambil mayat Yesus, mengapaniNya dengan kain lenan dan menguburkanNya.

Yesus Bangkit (16)

Tiga perempuan pergi ke kubur pada hari pertama untuk meminyaki mayat Yesus. Mereka tidak mengingat atau tidak percaya bahwa Yesus akan dibangkitkan. Waktu mereka tiba di kubur, mereka melihat seorang malaikat yang memberitahukan kepada mereka bahwa Yesus sudah bangkit.

Yesus menampakkan diri kepada banyak muridNya. Mereka semua heran bahwa Yesus telah bangkit. Banyak masih tidak percaya. Lalu Dia menyuruh murid-muridNya supaya pergi ke seluruh dunia dan memberitakan injil kepada segala makhluk. Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Yesus mati dan menumpahkan darahNya supaya umat manusia bisa diselamatkan. Yesus meninggalkan tugas itu kepada kita, supaya kita mencari dan menyelamatkan orang yang hilang, agar mereka bisa percaya kepada Yesus, bertobat dari dosa, memberi diri dibaptis dan memperoleh hidup yang kekal. Kemudian Yesus terangkat ke sorga dan murid-muridNya pergi dan memberitakan injil dan Yesus meneguhkan beritanya dengan mujizat-mujizat.

Ebook ad Large